Ekosistem 5G di Indonesia Sudah Siap, Tinggal Tunggu Ini

Ekosistem 5G di Indonesia Sudah Siap, Tinggal Tunggu Ini

Ilustrasi © Unsplash.com

Huawei Indonesia menyebut saat ini ekosistem 5G sudah terbentuk sehingga implementasi di Indonesia hanya menunggu regulasi saja. Pasalnya, saat ini di Indonesia masih belum ditentukan mengenai frekuensi yang akan digunakan serta regulasi mengenai 5G.

Mohamad Rosidi, Director ICT Strategy Huawei Indonesia menyampaikan saat ini di Indonesia pengembangan 5G akan bergantung pada regulasi, permintaan serta infrastruktur. Untuk permintaan dan infrastruktur, pengembangan 5G dirasa sudah cukup siap, terutama di kota-kota besar.

"Masih menunggu regulasi, kalau bicara jaringan sudah ada, teknologi sudah oke dan perangkat sudah siap. Sebenarnya tinggal nyalakan kerannya saja biar dia jalan," ujarnya seperti dilansir Kontan.co.d Jumat (11/10)

Secara historikal, memang teknologi 5G berbeda dengan 3G dan 4G. Handset 5G saat ini sudah siap, berbeda dengan dari peralihan 3G ke 4G yang pengembangan device harus menunggu 2 tahunan setelah teknologi diimplementasikan. Sehingga harmonisasi antara jaringan dengan device sudah ada.

5G akan memperkaya ekosistem jaringan telekomunikasi saat ini dan memungkinkan perluasan cakupan layanan jaringan seluler, dari Enhanced Mobile Broadband (eMBB), Komunikasi Ultra-and-latency Rendah (uRLLC), hingga Massive Machine Type Communications (mMTC) yang mempromosikan interkoneksi antara segala sesuatu (Internet of Things/IoT). IoT merupakan konsep komputasi yang saling terkait dan kemampuan untuk mentransfer data melalui jaringan tanpa memerlukan interaksi manusia ke komputer. IoT berguna dalam pelacakan logistik, smart city, smart building, hingga agrikultur.

Jaringan 5G kini telah tersedia secara komersial di sejumlah negara seperti Korea Selatan, Jepang, China, Jaringan generasi terbaru tersebut juga telah dipastikan dapat digunakan lebih luas pada 2020 mendatang.

Saat ini, Indonesia belum telat dalam hal rencana implementasi 5G. Hanya saja, dirinya belum memperkirakan kapan kira-kira regulasi dan frekuensi 5G akan dirilis pemerintah.

Yang jelas, operator telekomunikasi memprediksi teknologi super cepat itu baru akan direalisasikan pada 2022 mendatang.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli100%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Indiskop, Bioskop Murah Untuk Segala Kalangan Sebelummnya

Indiskop, Bioskop Murah Untuk Segala Kalangan

Bertambah Lagi Opsi Perjalanan Udara Jayapura-Timika Selanjutnya

Bertambah Lagi Opsi Perjalanan Udara Jayapura-Timika

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.