Kain Gringsing, Kain Termahal Di Indonesia Dan Serat Akan Makna

Kain Gringsing, Kain Termahal Di Indonesia Dan Serat Akan Makna

Kain Gringsing khas bali dengan teknik tenun double ikat © Dewiwibi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Bali memang sangat identik dengan keindahan pantainya. Tempat yang banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara ini banyak menyimpan hal-hal dengan segala keindahannya termasuk masalah fashion. Salah satu desa yang ada di Bali masih melestarikan salah satu kain yang menjadi termahal didunia yaitu Kain Gringsing. Kain tersebut bisa dijumpai di Desa Tengganan Bali. Desa Tengganan sendiri termasuk desa Bali kuno yang ada di Bali karena penduduknya masih memeluk agama hindu asli dan menyembah benda-benda yang dipercayai masih menjadi turunan nenek moyang mereka sendiri.

Proses double tenun ikat menjadi ciri khas Kain Gringsing: Sumber | medium.com

Kain Gringsing memiliki keunikan yakni, proses pembuatannya dari awal hingga akhir mengerjakan menggunakan tangan dan tidak sedikitpun menggunakan mesin dalam pengerjakannya. Untuk mengerjakan sehelai kain gringsing ini menghabiskan waktu sampai 5 tahun mendatang dari proses pembuatan inilah kain gringsing menjadi mahal hingga dijual. Satu kain gringsing mamatok harga Rp. 900.000 hingga jutaan rupiah.

Kain Gringsing serat akan makna gringsing sendiri berasal dari kata gring yang artinya sakit dan sing artinya tidak jadi Gringsing artinya tidak sakit atau terhindar dari sakit. Kain Gringsing mengandung makna sebagai penolak bala, yaitu mengusir penyakit yang bersifat rohani. Masyarakat percaya bahwa Kain Gringsing memiliki kekuatan magis yang dapat melindungi diri dari musibah.

pembuatan kain gringsing harus mengikuti peraturan adat: Sumber | Jejakarkeologi

Teknik pengerjaan Kain Gringsing menggunakan teknik menenun double ikat dan teknik tersebut digunakan oleh 3 negara termasuk Indonesia dan dari teknik pembuatannya yang menggunakan double ikat itulah dinamakan kain gringsing. Dalam proses pewarnaan kain gringsing bisa memakan waktu 1 tahun pengerjaan dan warna-warna yang digunakan dalam pembuatan kain gringsing memakai bahan alami. Kain Gringsing memiliki 3 warna yakni merah, kuning,dan hitam. Warna-warna tersebut disebut dengan Tridatu. Untuk warna merah menggunakan bahan dari akar mengkudu, warna kuning menggunakan minyak kemiri dan warna hitam dihasilkan dari kayu taum.

Kain Gringsing memiliki setidaknya 20 motif namun sekarang, di Desa Tengganan hanya ada 7 motif saja diantaranya bercirikan Kalajengking lubeng, Sanan Empeg bercirikan kotak poleng berwarna merah hitam, Bunga bercirikan Cempakaan, Cemplong bercirikan sebuah bunga yang besar diantara bunga-bunga kecil, Tuung Batun, dan Motif Wayang.

Sumber | Jejakarkeologi

Teknik yang paling sulit dalam pembuatan kain gringsing yaitu dalam pembuatan kain gringsing baik dalam teknik pewarnaan ataupun penenunan yaitu harus mematuhi peraturan adat desa setempat. Dari situlah Kain Gringsing menjadi memiliki nilai yang sangat tinggi. Kain Gringsing biasanya digunakan dalam upacara keagamaan.

Proses penenunan dari kain gringsong sendiri sangat memegang teguh aturan yang sudah diwariskan sejak turun temurun oleh sang leluhurnya. Warisan tersebut tetap dijaga dan melindungi keaslian setiap tata cara dan proses dalam pembuatan kain ini supaya nilai-nilai ritualnnya tetap terjaga. Kain Gringsing sendiri merupakan kain yang sangat disakralkan bagi warga Desa Tengganan. Kain Gringsing merupakan suatu keindahan dan persyaratan tersendiri yang digunakan dalam peristiwa upacara.

Catatan Kaki: Kompasiana | Akar Media | Balitoursclub

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga71%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang14%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau14%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kesenian Debus Yang Mengagumkan Sekaligus Mengerikan Sebelummnya

Kesenian Debus Yang Mengagumkan Sekaligus Mengerikan

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat Selanjutnya

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat

chelsea sivana sofie maria
@chelseasivana

chelsea sivana sofie maria

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.