Kesenian Debus Yang Mengagumkan Sekaligus Mengerikan

Kesenian Debus Yang Mengagumkan Sekaligus Mengerikan

Silat Bandrong sering tampil debus ©instaphenomenons.me

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Tidak sempurna kiranya jika seseorang ingin menyusuri Banten dengan segala keunikan dan keragaman budayanya tanpa menyaksikan pertunjukan seni Debus. Karena kesenian yang satu ini sudah seperti Ikon kesenian Banten. Pasalnya hampir bisa dipastikan setiap kali diadakan apresiasi budaya, pertunjukan Debus ada didalamnya. Untuk saat ini pertunjukan kesenian Debus dengan mudah bisa ditemui diseluruh wilayah propinsi Banten dari mulai Tangerang, Serang, Pandeglang dan Lebak. Bahkan bisa disaksikan atraksinya di hotel hotel atau di tempat tempat yang menyajikan atraksi kesenian dan budaya Banten

Bagi orang awam, pertunjukan debus memang terlihat mengerikan. Sebab, atraksi debus akan menampilkan kekebalan dari tubuh manusia terhadap berbagai macam benda tajam, benda keras, bara api, dan barang- barang lain yang tidak lazim.

Meski begitu, debus menjadi tradisi khas Provinsi Banten yang paling menawan dan unik di Indonesia. Pada pertunjukan debus, akan terdapat atraksi di mana pemain debus akan menusukkan tubuh mereka dengan besi runcing sepanjang 50 hingga 60 cm seperti sedang dipaku. Setelah itu mereka akan menunjukkan bahwa tubuhnya tidak terluka sedikitpun.

Atraksi di paku 60 cm | sumber: dispora.bantenprov.go.id

Bagi yang baru pertama kali menyaksikan pertunjukan seni Debus akan diliputi rasa takut yang amat sangat, Bagaimana tidak, karena para pemainnya akan mempertontonkan hal hal yang bersifat ekstrim dan diluar kebiasaan. Seperti memotong lidah dengan golok tajam, makan bara api, menggoreng telor di kepala, menaiki tangga bambu yang anak tangganya terdiri dari deretan golok tajam, menusuk perut dengan besi tajam atau menyiramkan air keras ke tubuh dan semuanya tanpa meninggalkan luka sedikitpun.

Meski terlihat mengerikan, ternyata atraksi debus juga memiliki sisi religius. Tradisi ini berkaitan dengan upacara yang memiliki kaitan erat dengan nilai keagamaan. Pada dasarnya masyarakat Banten sering mengkaitkan jika upacara atau atraksi debus memiliki unsur keagamaan yang telah berpadu dengan unsur kesenian. Selain itu, ada beberapa unsur keagamaan yang memang harus dipenuhi saat ingin menunjukkan atraksi.

Selain menyiapkan fisik para pemain, debus juga memerlukan alat musik untuk mengiringi pertunjukan. Biasanya iringan musik tersebut sudah dipandu dengan pemimpin debus yang disebut, Syech. Namun, dibalik pertunjukan debus juga ada beberapa orang yang ditugaskan untuk berdzikir, agar permainan debus bisa berjalan dengan lancar. Atraksi debus biasanya disajikan masyarakat Banten ketika ada upacara penyambutan, acara sunatan, dan beragam acara besar lainnya.

Tidak hanya laki-laki, Perempuan di Banten mengikuti debus juga | sumber: bantenwisata.com

Mentelaah dari segi sejarahnya, debus ini berasal dari nyanyian (puisi berbentuk doa) yang dibacakan oleh seorang Mursyid (guru tasawuf). Mursyid ini membacakan doa dan zikir dengn suara merdu dan lemah lembut dalam waktu yang relative agak lama, sampai dirinya dan muridnya tak sadarkan diri (fana Billah) Fana Billah inilah yang menjadi tujuan untuk mencapai kepuasan batin dan kelezatan jiwa.

Ternyata Debus bukan hanya milik Banten aja sih, seperti yang kita yakini selama ini. Daerah lain pun seperti Aceh, Minangkabau, Tedore dan beberapa daerah indoneisa bagian timur yang mengalami proses dakwah islamiyah juga memiliki kesenian tersebut, karena memang Debus dijadikan sebagai media dakwah oleh para mubaligh.

Catatan kaki: Kesenian Debus Banten | Seni Debus | Debus Banten

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga75%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau25%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Temanten Tebu; Upacara Adat Memulai Musim Giling Tebu Sebelummnya

Temanten Tebu; Upacara Adat Memulai Musim Giling Tebu

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan Selanjutnya

Aturan Baru WhatsApp Soal ‘’Meneruskan’’ Pesan

Fikri Abdul Karim
@fikriabdulkarim

Fikri Abdul Karim

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.