Sudah Saatnya Indonesia Dongkrak Pariwisata Digital

Sudah Saatnya Indonesia Dongkrak Pariwisata Digital

Pelatihan Digitalisasi Pariwisata di Wisma MMUGM Hotel, 21-23 Oktober 2019. © ist.

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Terpilihnya Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif diharapkan membawa angin segar dalam perkembangan pariwisata Indonesia. Sepak terjangnya dalam industri kreatif dan digital menjadi modal utama Wishnu dapat memajukan pariwisata Indonesia. Namun digitalisasi dan kemampuan digital pengelola destinasi wisata masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diprioritaskan bagi menteri baru tersebut. Menteri Pariwisata diingatkan untuk mendongkrak pariwisata digital oleh pegiat pariwisata.

Para pegiat pariwisata yang terdiri dari akademisi, komunitas, pelaku destinasi wisata, dan LSM untuk turis asing memberikan pendapatnya saat ditemui dalam Pelatihan Digitalisasi Pariwisata di Wisma MMUGM Hotel. Acara yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan TRAVELXISM tersebut berlangsung selama tiga hari, yakni 21 – 23 Oktober 2019.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Dra. Niken Probo Laras, S.Sos., MH, mengatakan bahwa pemerintah sebagai fasilitator dan regulator dalam berbagai kebijakan terkait pariwisata diharapkan dapat lebih mendukung dan meningkatkan sarana dan prasarana yang menunjang komunitas wisata di lingkup kabupaten.

Niken berharap dengan terpilihnya menteri baru ini, pariwisata di kawasan seperti Kulon Progo bisa lebih maju. Menteri baru diharapkan dapat menjawab tantangan pariwisata dan mengolahnya menjadi peluang karena Kabupaten Kulon Progo merupakan Kabupaten penyangga bagi salah satu destinasi super prioritas, yaitu sebagai penyangga destinasi wisata Candi Borobudur.

“Beberapa desa wisata di Kulon Progo khususnya masih terkendala infrastuktur. Seperti di Kalibiru dan Wisata Agro Krisan yang katanya sinyal masih susah. Jadi kalau untuk go digital atau upload media sosial memang agak sedikit lambat,” ujarnya.

Para peserta Pelatihan Digitalisasi Pariwisata di Wisma MMUGM Hotel. ©TRAVELXISM

Selaras dengan Kepala Dinas Pariwisata, Desideria Murti, Akademisi Universitas Atmajaya Yogyakarta, bidang komunikasi pariwisata dan digital sekaligus Konsultan TRAVELXISM mengaku optimis dengan terpilihnya Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata. Dirinya berharap bahwa nantinya menteri baru ini mampu membawa perubahan dan mengangkat potensi pariwisata di berbagai komunitas wisata.Desideria Murti menambahkan, dewasa ini digitalisasi menjadi penting dalam memajukan pariwisata utamanya di ranah komunitas. Bagi komunitas wisata, digitalisasi ini tidak hanya tantangan namun juga peluang.

“Digitalisasi ini tuntutan, mau tidak mau mereka harus turut dan mau terlibat. Bagi komunitas wisata kecil setingkat desa wisata misalnya, digitalisasi initidak mudah, tapi ini peluang besar bagi mereka untuk memperkenalkan potensi pariwisata yang mereka miliki” ujarnya. “Jadi ga hanya wifi saja (infrastruktur), tapi skill seperti literasi digital misalnya bagaimana membuat cerita budaya lokal dengan teks maupun visual yang bertujuan untuk membuat identitas digital dan destination branding juga harus mereka miliki,” tambahnya.

Sinergi Berbagai Pihak

Sinergi dari berbagai pihak dalam memajukan pariwisata ini menjadi begitu penting. Bukan hanya dari pemerintah, akademisi, atau pengelola pariwisata saja. Masyarakat beserta seluruh komponen di dalamnya, termasuk LSM juga memiliki peran dalam mendukung digitalisasi pariwista ini.

Sependapat dengan Ibu Niken dan Desideria, Gilang Ahmad Fauzi, CEO TRAVELXISM yang menjadi salah satu pengisi pelatihan Digitalisasi untuk materi pemetaan potensi destinasi tersebut pun menyadari pentingnya digitalisasi untuk memperluas networking. “Ini yang kita lakukan di dunia digital, yaitu mengembangkan networking seluas-luasnya. Networking ini tidak terbatas dalam dunia digital karena selalu akan ada yang namanya mutual network atau dalam bahasa sederhana yaitu mempunyai teman yang sama, dan ini penting untuk mendukung promosi destinasi pariwisata,” ujar Gilang.

Lia Andarina Grasia Founder NGO Bule Mengajar pun mengatakan hal yang sama. Bahwa dukungan dari berbagai pihak menjadi penting dalam mempercepat proses digitalisasi. Internet dan media digital bergerak dengan sangat cepat, sayang jika tidak diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni.

“Dunia digital ini sangat cepat pertumbuhannya. Melalui media digital dengan bantuan internet kita bisa berhubungan tidak hanya dengan masyarakat Indonesia saja, tapi juga dengan orang asing di negara lain. Kita juga bisa menyentuh pasar internasional bahkan,” ujarnya.

Para peserta pun juga antusias menyambut pengangkatan Menteri Pariwisata baru tersebut. Mereka berharap agar destinasi pariwisata akan lebih diprioritaskan dalam program lima tahun ke depan karena merupakan potensi yang luar biasa untuk mengembangkan dan mempromosikan destinasi pariwisata yang berdampak positif untuk perekonomian lokal sekaligus mempertahanan budaya lokal. “Pariwisata dan digitalisasi itu menjadi pintu masuk kesejahteraan masyarakat kami dan perlindungan pada budaya setempat,” ujar Eko, salah satu pengurus destinasi Pule Payung yang menjadi peserta pelatihan.

Akan tetapi, Fajar, salah satu pengurus Desa Jatimulyo berpendapat bahwa selain pengetahuan digital, sarana dan prasarana pendukung juga harus tetap dibangun. “Kami yang berada di wilayah desa dan jauh dari kota berharap untuk dikenal oleh wisatawan melalui media digital. Namun, kami juga butuh infrastruktur pendukung dan keteramplian yang diperoleh dengan dukungan pemerintah daerah dan pusat,” ujar Fajar.

“Kami, para pegiat pariwisata, Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo, Konsultan TRAVELXISM, dan LSM lokal siap untuk bekerja sama dengan Menteri Pariwisata yang baruuntuk mewujudkan sinergitas pariwisata,” pungkas Gilang Ahmad Fauzi, CEO TRAVELXISM di akhir acara. (ist. - TRAVELXISM)

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Jangan Ada Sampah di Antara Kita (GNFI & Verne Indonesia) Sebelummnya

Jangan Ada Sampah di Antara Kita (GNFI & Verne Indonesia)

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta Selanjutnya

Mitologi Mak Lampir, Si Jelita yang Menjadi Buruk Rupa Karena Memburu Cinta

Wahyu Hidayat
@ekawahyu

Wahyu Hidayat

www.jogjapages.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.