Sosok Anak Muda yang Masuk Daftar 100 Perempuan Inspiratif Dunia Versi BBC

Sosok Anak Muda yang Masuk Daftar 100 Perempuan Inspiratif Dunia Versi BBC

Swietenia Puspa Lestari © kompas.com

BBC 100 Women telah mengumumkan daftar 100 perempuan yang dianggap menginspirasi dan berpengaruh dari seluruh dunia untuk tahun 2019.

Penyelam perempuan dan pendiri organisasi Divers Clean Action, Swietenia Puspa Lestari, masuk dalam daftar ini, berjajar dengan aktivis perubahan iklim Greta Thunberg dari Swedia dan wasit perempuan hitam berhijab dari Inggris asal Somalia, Jawahir Roble.

Sebagai seorang penyelam, Swietenia Puspa Lestari, yang akrab disapa Tenia, sangat sering menemui sampah berserakan di pantai atau permukaan laut.

Swietenia menginisiasi Divers Clean Action atau Yayasan Penyelam Lestari Indonesia, organisasi yang fokus pada isu sampah di lautan, di tahun ketiga dirinya menimba ilmu di jurusan teknik lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 2015.

Botol plastik ditemukan di dasar lautan. Foto: Divers Clean Action/BBC
Botol plastik ditemukan di dasar lautan. Foto: Divers Clean Action/BBC

Kini, organisasinya memiliki 1.500 relawan yang bekerja di Indonesia dan Asia Tenggara.

Atas penghargaan yang diraihnya, perempuanini pun membagi kisahnya tersebut pada akun Instagram miliknya.

"Ketika aku pertama kali diinfo masuk nominasi, aku beneran ga nyangka sampai selanjutnya diinterview dengan teman2 BBC Indonesia, for real," tulisnya, seperti mengutip pada akun Instagramnya, Jumat (18/10/2019), dikutip Liputan6.com.

Dalam unggahan tersebut, ia bercerita mengenai bagaimana kesulitan saat awal mula ia membangun DCA.

Foto: BBC
Foto: BBC

"Memang dulu sering satu forum isinya banyak bapak-bapak dan kadang-kadang suka dibilang, 'ini apa sih perempuan masih kecil (dulu ku mulai DCA pas masih kuliah tingkat 3) ngurusin sampah, udah item, dekil, nuntut-nuntut ini itu "tau apa sih?!" tulis Swietenia.

Tidak hanya itu, ia juga berbagi pengalamannya saat di lapangan sampling sampah. "Sering enggak dibolehin bawa motor kalau sudah gelap, karena takut kenapa-kenapa jadi harus ditemani sama pemuda desa, bahkan suka di siul-siulin ketika ambil data sama abang-abang..."

Tak hanya ke pada masyarakat, mereka juga membuat sejumlah program untuk mengajak perusahaan-perusahaan mengurangi produksi barang berbahan plastik.

Salah satunya dengan sebuah gerai makanan cepat saji, yang menyediakan sedotan bagi para pelanggannya.

Swietenia Puspa Lestari (baju hitam) selaku founder dari Divers Clean Action saat memilah sampah yang sudah dikumpul di Pantai Tanjung Karang, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/9/2018   Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Aksi Divers Clean Action Bersihkan Pantai Tanjung Karang, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/9/2018). Foto: Bayu Indra Permana/Tribunnews.com
Swietenia Puspa Lestari (baju hitam) selaku founder dari Divers Clean Action saat memilah sampah yang sudah dikumpul di Pantai Tanjung Karang, Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/9/2018 Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Aksi Divers Clean Action Bersihkan Pantai Tanjung Karang, Sulawesi Tengah, Sabtu (22/9/2018). Foto: Bayu Indra Permana/Tribunnews.com

Menurut laporan BBC, di tahun 2017, Tenia mengajak perusahaan itu untuk berpatisipasi pada kegiatan "No Straw Movement" atau "Gerakan Tanpa Sedotan", hingga akhirnya lebih dari 700 restoran berpartisipasi

Ia melakukan pelatihan kepada manajer dan pegawai-pegawai restoran itu untuk menghadapi para konsumen yang meminta sedotan. Hal itu, menurut Tenia, penting karena Indonesia adalah penyumbang sampah sedotan yang besar.

"Sedotan yang dipakai sekitar 93 juta batang per hari. Kalau dijajarin, itu dari Jakarta sampai Mexico City," ujar Tenia.

Selain itu, ia juga bekerja sama dengan sebuah perusahaan air minum untuk mengangkut sampah dari Kepulauan Seribu ke daratan.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tim Diaspora Indonesia Raih Medali Perak di Social Entrepreneur Competition Terbesar di Taiwan Sebelummnya

Tim Diaspora Indonesia Raih Medali Perak di Social Entrepreneur Competition Terbesar di Taiwan

Dari Bandung ke Langit Himalaya Selanjutnya

Dari Bandung ke Langit Himalaya

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

Indah graduated from MSc Development Administration and Planning from University College London, United Kingdom in 2015. She finished bachelor degree from International Relations from University of Indonesia in 2014, with two exchange programs in Political Science at National University of Singapore and New Media in Journalism at Ball State University, USA. She was awarded Diplomacy Award at Harvard World Model United Nations and named as Indonesian Gifted Researcher by Australian National University. She is an Editor at Bening Communication, previously worked at the Commonwealth Parliament Association UK and a diplomacy consulting firm Best Delegate LLC in USA.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.