Daerah Ini Pernah Menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah Sebelum Semarang

Daerah Ini Pernah Menjadi Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah Sebelum Semarang

Kecamatan Bruno adalah wilayah yang pernah dijadikan Ibukota Jawa Tengah pada masa itu© Kompasiana.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sebelum Semarang menjadi ibukota Provinsi Jawa Tengah ternyata Purworejo telah menjadi ibukota Provinsi Jawa Tengah sementara untuk menghindari dari pasukan Belanda kala itu. Tepatnya di Kecamatan Bruno dua desa yang terpilih menjadi pusat perekonomian sementara di yaitu Desa Giyombong dan Kambangan. Purworejo dipilih Ibu Kota sementara Indonesia karena letaknya yang strategis dan kontur tanah yang banyak sekali dikelilingi hutan. Kecamatan Bruno sendiri terletak pada wilayah paling utara yang berbatasan langsung dengan Wonosobo.

Sejarah mencatat bahwa, Kecamatan Bruno sendiri dahulu adalah tempat hutan belantara dan sangat sulit sekali di jangkau oleh manusia sebelum kemerdekaan Indonesia. Hal ini lah menjadi alasan Pangeran Diponegoro untuk memanfaatkannya sebagai tempat berlindung dari kejaran pasukan belanda.

Sumber | Solopos

Daerah Hutan Lebat yang dikelilingi oleh pepohonan tinggi sangat sulit untuk dijangkau oleh pasukan belanda sehingga, jejak Pangeran Diponegoro tidak dapat dideteksi oleh pasukan belanda. Dari peristiwa itulah nama Bruno muncul dimana merupaka singkatan dari Bahasa Jawa Di Buru Ora Ono yang kalau di artikan dalam bahasa Indonesia yaitu di buru tidak ada. Dalama masa revolusi tahun 1945-1949 wilayah Bruno menjadi markas persembunyian para pejuang kemerdekaan karena pada masa itu Semarang dikuasai oleh Belanda.

Desa Kembangan terletak sangat jauh dengan Kecamatan Bruno dan letaknya jauh diatas pegunungan yang sulit dijangkau oleh kendaraan umum. Gubernur Jawa Tengah kala itu KRT Wongsonagoro menjalankan pemerintahannya selama 100 hari. Dengan kata lain Ibukota Jawa Tengah pada masa itu berpindah sementara dari Semarang ke Bruno. Selama menjalani roda pemerintahan KRT Wongsonagoro memboyong satu pleton pasukan khusus militer yang terdiri dari empat kompi.

Sedangkan untuk tempat tinggal sekaligus kantor pemerintahan dipusatkan di rumah salah satu seorang warga yang bernama Dul Wahid. Hingga sampai saat ini barang tersebut masih dirawat oleh penduduk setempat. Dalam buku yang berjudul Bunga Rampai Kisah-Kisah Kejuangan 45 yang disusun oleh Bapak Soekoso DM menceritakan kesaksian para pelaku sejarah perang kemerdekaan di Purworejo tersebut. Dalam isi buku bunga rampai disebutkan perjuangan Purworejo dan sebagainnya.

Catatan Kaki: Tribbunnews | Kompasiana

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga19%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang6%
Pilih Tak PeduliTak Peduli19%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau31%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Palang Pintu, Tradisi Turun Temurun Suku Betawi Sebelummnya

Palang Pintu, Tradisi Turun Temurun Suku Betawi

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak Selanjutnya

Kerupuk Melarat Cirebon, Camilan Unik yang Digoreng Tanpa Minyak

chelsea sivana sofie maria
@chelseasivana

chelsea sivana sofie maria

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.