Produk Pangan Gorontalo Jadi Magnet Bagi Pengusaha Filipina

Produk Pangan Gorontalo Jadi Magnet Bagi Pengusaha Filipina

Sejumlah pengusaha dari Negara Filipina hadir dalam pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam rangka Mindanao Trade and Business Mission, di ruang Dulohupa, kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (30/10/2019). Foto : Fahmi

Pengusaha Filipina mulai tertarik dengan produk pangan Gorontalo lainnya selain jagung yang telah beberapa kali di ekspor ke Filipina.

Sejumlah produk pangan Gorontalo seperti gula semut, minyak kelapa murni, cabe, tuna dan produk olahan Usaha Kecil Menengah (UKM) lainnya mulai dilirik dan menjadi magnet bagi para pengusaha dari Filipina.

“Kita akan lihat seperti apa kesepakatan perdagangan yang akan dikerjasamakan nanti lewat produk seperti minyak kelapa murni, kemudian gula semut, jagung dan produk-produk UKM di Gorontalo,” ungkap Peter M. Unabia, mantan Ketua Komite Usaha Kecil Menengah Filipina yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Gingoog, Provinsi Misamis Oriental, Filipina, usai pertemuan antara Pemerintah Provinsi Gorontalo dengan para pengusaha dari Filipina dalam rangka Mindanao Trade and Business Mission, di ruang Dulohupa, kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (30/10/2019).

Peter menyatakan pihaknya memiliki alasan-alasan yang menjadikan Gorontalo sebagai tujuan kerjasama perdagangan mereka. Selain kualitas produk yang menurutnya sangat baik, harga jual yang relatif murah, juga jarak tempuh antara Filipina-Gorontalo yang terbilang dekat.

Dari Pihak Pemprov Gorontalo, Assisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Sutan Rusdi memandang kerja sama ini akan bisa terjalin dengan baik, asal memperhatikan dan memperjelas segala aspek yang mendukung terjalinnya kerja sama antara Gorontalo dan Filipina, seperti masalah ketersediaan produk, kejelasan harga produk dan target pasar.

Senada dengan Sutan, Kepala Dinas Kumperindag Provinsi Gorontalo M. Nadjamudin mengungkapkan, setelah pertemuan ini akan di data lebih jelas lagi produk apa yang dibutuhkan oleh Filipina untuk selanjutnya akan diekspor ke negara tersebut.

“Kita tinggal melihat, ketersediaan produk kita apakah memenuhi syarat untuk permintaan mereka. Tadi juga mreka membeli beberapa produk yang kita tampilkan disini. Saya juga minta untuk delegasi ini mempromosikan produk kita disana, dan bisa melakukan ekspor rutin juga tentunya,” tutup Nadjamudin.

Mindanao Trade and Business Mission dihadiri oleh stakeholder terkait, beberapa pengusaha dari Filipina, pengusaha dari berbagai bidang di Gorontalo, dan juga para pelaku UKM.


Sumber : humas.gorontaloprov.go.id

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang100%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Fort Willem I; Benteng Belanda yang Kini Jadi LAPAS Sebelummnya

Fort Willem I; Benteng Belanda yang Kini Jadi LAPAS

Dijuluki Jurassic Park Mini, Kawasan Wisata Ini Seperti Zaman Batu Selanjutnya

Dijuluki Jurassic Park Mini, Kawasan Wisata Ini Seperti Zaman Batu

Asriani
@gorontalo

Asriani

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.