Buang Jung Tradisi Mensyukuri Hasil Laut

Buang Jung Tradisi Mensyukuri Hasil Laut

Tradisi Buang Jung bertujuan untuk mensyukuri hasil laut © Travelclub

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pulau Bangka Selatan memang dikenal dengan banyak pantainya sehingga, banyak sekali daerah pesisir yang ada di Bangka Selatan. Di sana banyak sekali dijumpai daerah pesisir sehingga banyak sekali warga yang hidupnya dekat pesisir.

Di sana juga terdapat suku yang biasanya dinamakan Suku Laut. Dinamakan dengan Suku Laut karena tinggalnya mengapung di atas laut dan tempat tinggal mereka diatas perahu yang biasa disebut dengan jung. Suku Laut ternyata mempunyai tradisi untuk mengungkapkan rasa syukur mereka jika hasil laut melimpah.

Tradisi tersebut dinamakan Buang Jung. Tradisi Buang Jung selalu dilestarikan oleh masyarakat Bangka Selatan sejak abad ke 12. Justiar Nur selaku Bupati Bangka Selatan mengatakan bahwa, suku ini merupakan penjaga lautnya Bangka Selatan sejak abad ke 12.

Populasi terbesar dari Suku Laut ini berada di Desa Kumbung, Pulau Lepar. Konon katanya mereka lebih dikenal dengan pemandu ulung laut lewat peta Belanda.

Ritual adat tersebut biasanya dilakukan sebagai upaya mengistirahatkan laut. Bisa diartikan bahwa, tidak boleh ada kegiatan laut selama seminggu k edepan sejak dilakukan pelarungan jung.

Biasanya ritual ini dilakukan sekitar bulan Juni sampai Agutus, tetapi waktu pelaksanaannya biasanya dilakukan musyawarah terlebih dahulu oleh masyarakat setempat secara adat.

Dalam satu minggu kedepn nelayan dilarang menangkap ikan supaya menjaga biota laut dan tidak diperbolehkan untuk menangkap kerang dan lainnya.

Selain itu, para pengunjung juga dilarang untuk berwisata terlebih dahulu terutama snorkeling ataupun diving karena untuk menjaga kelestarian alam terlebih utamanya. Selama satu minggu itu juga paa warga melakukan aktivitas ritual budaya seperti tarian gajah menunggang dan hiburan lainnya. Setelah satu minggu, prosesi biasanya diakhiri dengan perahu kayu yang dinaiki oleh ayam hitam.

Perahu yang membawa aayam tersebut dilarungkan dan dipantau pemberhentiannya di mana. Dalam satu minggu tersebut juga diharapkan semua biota laut dapat beristirahat, berproduksi, bertelur bagi ikan-ikan, kepiting dan lainnya, sehingga keanegaragaman hayati tetap terjaga.

Catatan kaki: Okezone | Kompas | Babelpos | Antaranews

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Alasan Dibalik Warna Coklat Seragam Pramuka Sebelummnya

Alasan Dibalik Warna Coklat Seragam Pramuka

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru Selanjutnya

Program BEKUP 2020 Dibuka, Startup di Daerah Diharapkan Bisa Lahirkan Inovasi Baru

chelsea sivana sofie maria
@chelseasivana

chelsea sivana sofie maria

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.