Buang Jung Tradisi Mensyukuri Hasil Laut

Buang Jung Tradisi Mensyukuri Hasil Laut
info gambar utama

Pulau Bangka Selatan memang dikenal dengan banyak pantainya sehingga, banyak sekali daerah pesisir yang ada di Bangka Selatan. Di sana banyak sekali dijumpai daerah pesisir sehingga banyak sekali warga yang hidupnya dekat pesisir.

Di sana juga terdapat suku yang biasanya dinamakan Suku Laut. Dinamakan dengan Suku Laut karena tinggalnya mengapung di atas laut dan tempat tinggal mereka diatas perahu yang biasa disebut dengan jung. Suku Laut ternyata mempunyai tradisi untuk mengungkapkan rasa syukur mereka jika hasil laut melimpah.

Tradisi tersebut dinamakan Buang Jung. Tradisi Buang Jung selalu dilestarikan oleh masyarakat Bangka Selatan sejak abad ke 12. Justiar Nur selaku Bupati Bangka Selatan mengatakan bahwa, suku ini merupakan penjaga lautnya Bangka Selatan sejak abad ke 12.

Populasi terbesar dari Suku Laut ini berada di Desa Kumbung, Pulau Lepar. Konon katanya mereka lebih dikenal dengan pemandu ulung laut lewat peta Belanda.

Ritual adat tersebut biasanya dilakukan sebagai upaya mengistirahatkan laut. Bisa diartikan bahwa, tidak boleh ada kegiatan laut selama seminggu k edepan sejak dilakukan pelarungan jung.

Biasanya ritual ini dilakukan sekitar bulan Juni sampai Agutus, tetapi waktu pelaksanaannya biasanya dilakukan musyawarah terlebih dahulu oleh masyarakat setempat secara adat.

Dalam satu minggu kedepn nelayan dilarang menangkap ikan supaya menjaga biota laut dan tidak diperbolehkan untuk menangkap kerang dan lainnya.

Selain itu, para pengunjung juga dilarang untuk berwisata terlebih dahulu terutama snorkeling ataupun diving karena untuk menjaga kelestarian alam terlebih utamanya. Selama satu minggu itu juga paa warga melakukan aktivitas ritual budaya seperti tarian gajah menunggang dan hiburan lainnya. Setelah satu minggu, prosesi biasanya diakhiri dengan perahu kayu yang dinaiki oleh ayam hitam.

Perahu yang membawa aayam tersebut dilarungkan dan dipantau pemberhentiannya di mana. Dalam satu minggu tersebut juga diharapkan semua biota laut dapat beristirahat, berproduksi, bertelur bagi ikan-ikan, kepiting dan lainnya, sehingga keanegaragaman hayati tetap terjaga.

Catatan kaki: Okezone | Kompas | Babelpos | Antaranews

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

CM
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini