Bungo Lado; Tradisi Sambut Maulid Nabi dengan Pohon Uang

Bungo Lado; Tradisi Sambut Maulid Nabi dengan Pohon Uang

Uang yang terkumpul untuk membuat Bungo Lado sangat beragam, mulai dari pecahan terkecil hingga terbesar. © Twitter SUMBAR

Momen kelahiran seseorang adalah salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu. Tidak terkecuali memeringati momen kelahiran nabi Muhammad saw. Berbagai daerah memiliki cara sendiri dalam memeringati hari kelahiran nabi Muhammad atau yang dalam agama Islam disebut dengan Maulid Nabi. Dalam kaelnder Islam (Hijriyah) Maulid Nabi bertepatan dengan tanggal 12 bulan Robiul Awal. Salah satu daerah yang memiliki tradisi unik dalam memeringati Maulid Nabi adalah Kabupaten Padang Pariaman dengan tradisi Bungo Lado.

Tradisi Bungo Lado berasal dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. | Gambar Fajar Kukuh

Bungo Lado adalah sebuah tradisi dari masyaralat Padang Pariaman, Sumatera Barat dalam memeringati Maulid Nabi dengan cara membuat pohon uang. Bungo Lado dikoordinir oleh kapalo mudo atau ketua dari para pemuda, seperti karang taruna. Kapalo mudo menginformasikan kepada seluruh masyarakat desa yag berkenan mendonasikan uangnya guna tradisi Bungo Lado. Uang-uang tersebut dikumpulkan di tempat-tempat strategis yang biasanya menjadi tempat berkumpul atau keramaian seperti pos ronda hingga warung milik warga.

Setelah terkumpul, kapalo mudo kemudian berkoordinasi dengan perwakilan warga dan para pemuda untuk mencari dan menghias ranting pohon untuk menjadikan pohon uang. Ranting-ranting dihias dengan kertas warna dan ditempeli dengan uang yang terkumpul hasil sumbangan para warga. Semakin banyak uang yang terkumpul maka semakin besar pula Bungo Lado yang dibuat. Selanjutnya, Bungo Lado diarak menuju salah satu masjid atau surau. Uang tersebut nantinya akan disumbangkan untuk masjid atau surau guna menambah dana pembangunan dan kegiatan keagamaan lainnya. Selain Bungo Lado, prosesi arakan juga disertai dengan makanan yang sudah dimasak oleh ibu-ibu desa.

Arakan Bungo Lado | Gambar Pariamantoday.com

Tradisi Bungo Lado merupakan representasi budaya Islam. Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Bungo Lado adalah bentuk syukur atas nikmat rejeki yang diterima oleh warga dari Allah yang kemudian disedekahkan. Selain itu, juga sebagai rasa gembira menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad dengan cara yang dapat meningkatkan terjalinnya hubunga sosial dengan masyarakat sekitar.

Jika di Padang Pariaman ada tradisi Bungo Lado, lalu tradisi apa yang ada di daerah kawan GNFI untuk menyambut Maulid Nabi?


Catatan kaki: Grid.id | Jurnal

Pilih BanggaBangga25%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Buang Jung Tradisi Mensyukuri Hasil Laut Sebelummnya

Buang Jung Tradisi Mensyukuri Hasil Laut

Dijuluki Jurassic Park Mini, Kawasan Wisata Ini Seperti Zaman Batu Selanjutnya

Dijuluki Jurassic Park Mini, Kawasan Wisata Ini Seperti Zaman Batu

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Mahasiswa semester 7 program studi Komunikasi Penyiaram Islam di UIN Sunan Ampel Surabaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.