Kenapa Banyak Restoran Pakai Warna Merah-Kuning di Logonya?

Kenapa Banyak Restoran Pakai Warna Merah-Kuning di Logonya?
info gambar utama

Jika Kawan GNFI penggemar makanan cepat saji atau fast food, pasti sudah tidak asing lagi dengan berbagai logo yang terpampang, baik di depan restoran ataupun di kemasan mereka.

Jika kalian memperhatikan, hampir semua logo di restoran cepat saji ini mempunyai kemiripan, yakni didominasi dengan warna kuning dan merah.

Contoh makanan cepat saji di Indonesia yang menggunakan warna-warna tersebut yaitu Hokben dan California Fried Chicken (CFC).

Logo dari restoran cepat saji CFC | Foto: Kabarnesia.com
info gambar

Adakah di antara dari kalian yang mengetahui alasannya?

Banyak yang tidak tahu atau bahkan mungkin tidak sadar, kenapa warna merah dan kuning sangat dominan dan identik dengan restoran cepat saji.

Bukan hanya sekadar urusan estetika saja, ternyata penggunaan kombinasi warna yang cerah tersebut mempunyai makna khusus lho. Jika kalian ingat, adakah yang pernah merasa lapar dan tergoda untuk menyantap menu dari sebuah restoran cepat saji hanya dengan melihat logonya?

Ternyata, di balik keceriaan pada warna logo tersebut, ia memang sengaja didesain khusus untuk menarik perhatian para pengunjung dan membuat mereka lapar. Dilansir dari Cosmopolitan, preferensi pembelian kita sangat dipengaruhi dengan warna. Keputusan pembeli tersebut akan terjadi hanya dalam waktu singkat, sekitar 90 detik saja.

Dikutip dari Business Insider, terdapat sebuah penelitian dalam jurnal Keputusan Manajemen juga mengungkapkan bahwa sebesar 62 hingga 90 persen keputusan pembelian tersebut didasarkan pada warna yang dilihat.

Lantas, apa makna dari penggunaan warna kuning dan merah yang mendominasi logo restoran cepat saji? Yuk kita simak ulasannya.

Dilansir dari Tribuntravel.com yang mengutip dari Viralsection.com, alasan penggunaan dua warna ini erat hubungannya dengan psikologi.

Logo dari makanan cepat saji Hokben | Foto: Hargadisko.com
info gambar

Warna kuning melambangkan kehangatan dan kenyamanan, sehingga membuat rasa dari makanan cepat saji identik dengan kenyamanan yang dirasakan oleh penikmatnya. Tidak hanya itu, warna merah sendiri dipercaya mampu menumbuhkan rasa lapar dan rasa bahagia terhadap manusia.

Jika keduanya digabungkan, tidak hanya menghasilkan perpaduan warna yang mencolok yang menarik perhatian, namun juga dipercaya dapat membujuk kita agar tergoda untuk mencicipi makanan cepat saji mereka.

“Warna memainkan peran yang sangat penting dalam strategi penjualan, terkait dengan bagaimana orang-orang mampu menginterpretasikan dan memprosesnya. Entah sadar atau tidak, warna memiliki konotasi tersendiri dan kita membuat penilaian secara spontan saat melihatnya,” jelas Nikki Hesford, pakar Marketing dan pendiri Business Academy.

Penggunaan warna khusus ini tidak hanya diterapkan pada restoran makan cepat saji saja. Namun juga pada merek-merek lainnya. Seperti, restoran sehat, tentu saja akan menggunakan warna hijau sebagai warna dasar pada logo, sesuai dengan interpretasi warna tersebut yang melambangkan tumbuhan.

Bagaimana dengan Kawan GNFI, apakah warna merah dan kuning di logo makanan cepat saji sering menggoda kalian sehingga membuat lapar dan kalap?


Catatan kaki: Kumparan | Tribuntravel

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

A.
AI
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini