Imbangi Perkembangan Media Informasi, BAKORWIL Malang Adakan Workshop Videografi

Imbangi Perkembangan Media Informasi, BAKORWIL Malang Adakan Workshop Videografi

Foto bersama peserta da pemater. © GNFI

BAKORWIL III Malang kembali mengadakan Workshop di Kabupaten Sidoarjo tepatnya di Hotel Luminor (12/11). Workshop kali ini bertemakan “Sharing & Workshop Konten Visual Informatif” yang diisi oleh dua pemateri yang memiliki latar belakang dari dunia kreatif. Tujuan diadakannya workshop ini yakni untuk meningkatkan wawasan para peserta dalam memproduksi video secara mandiri dengan hasil yang kreatif dan menarik. Hal tersebut dikarenakan perkembangan media untuk pedistribusian informasi kini yang kian variatif sehingga kemapuan pengguna media pun perlu berkembang pula.

Pemateri yang hadir mengisi workshop yakni Satria Oetomo, seorang Motion Animator dari Good News From Indonesia. Satria, sapaan akrabnya, membawakan materi yang berisikan Urgensi serta Prinsip-Prinsip dalam Videografi. Pada materi tersebut, tercatat ada 12 prinsip yang harus dikuasai untuk membuat video dengan hasil yang menarik. Selain Satria, terdapat satu pemateri lagi yakni Angger Tsu, seorang Videografer dan Video Specialist DBL Indonesia yang membawakan materi mengenai Short Video dan Content Creator. Dari kedua pemateri tersebut peserta dapat bertanya mengenai hal-hal seputar videografi hingga berbagi pengalaman ketika memproduksi video. Para pemateri dengan telaten menjawab satu per satu pertanyaan serta memberi panduan atau langkah-langkah untuk membuat video yang menarik.

Salah satu peserta yang bertanya pada sesi materi 1. | Foto GNFI

Workshop yang dihadiri sebanyak 57 peserta yang berasal dari pelajar SMA/SMK dan Karang Taruna ini merupakan salah satu wujud kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap generasi millenial. Melalui worskhop videografi ini, para peserta dapat meningkatkan kompetensinya dalam membuat video yang menarik yang dapat diunggah ke berbagai platform media sosial. Melalui kegiatan ini, sebuah profesi dapat muncul dan dapat memberikan pendapatan pribadi melalui video yang dibuat. Baik melalui video yang diunggah dan mendapatkan iklan maupun dengan membuat video berdasarkan pesanan pihak luar.

Kemampuan membuat video yang menarik selain dapat meningkatkan pendapatan pribadi juga meruapakan cara lain untuk mendistribusikan informasi. Video yang berisikan konten-konten yang baik dan positif dapat menyebarkan energi positif pula kepada yang menonton. Seperti kata Angger Tsu, setelah memberikan materi, “Konten-konten video saat ini sangat beragam, mulai dari prank (jebakan) hingga sekadar makan-makan. Namun, apakah dalam konten-konten tersebut ada informasi yang baik untuk kita? Kita harus pandai memilih informasi.”

Kedua pemateri Satrio Oetomo (kiri) dan Angger Tsu (kanan). | Foto GNFI

Antusiasme para peserta terlihat mulai dari sebelum acara hingga akhir dan Workshop Videografi pun ditutup dengan sesi foto bersama dan coffee break.


Catatan kaki: East Java Super Corridor

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Bandung Plan, Cikal Bakal Realisasi Kesejahteraan Kesehatan Masyarakat Indonesia Sebelummnya

Bandung Plan, Cikal Bakal Realisasi Kesejahteraan Kesehatan Masyarakat Indonesia

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju Selanjutnya

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

Salam. Panggil saja Widi.

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.