Mulai Desember, 4 Stasiun di Jawa Timur Ini Berganti Nama. Sudah Tahu?

Mulai Desember, 4 Stasiun di Jawa Timur Ini Berganti Nama. Sudah Tahu?

Stasiun Kereta Api Weleri © WihdiLuthfi

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kereta api merupakan salah satu moda transportasi favorit masyarakat, baik berjarak jauh maupun jarak dekat. Dengan kereta api, masyarakat dapat menempuh perjalanan jauh dengan waktu yang relatif cepat dan terkadang disajikan pemandangan dari luar kereta api yang memanjakkan mata. Nah, bagi kawan GNFI pengguna kereta api khususnya yang biasa wira-wiri di wilayah Jawa Timur, mulai Desember mendatang ada 4 stasiun yang berganti nama, lho. Kawan GNFI perlu perhatikan ketika memesan tiket perjalanan kereta api, ya.

Pengumuman resmi penggantian nama stasiun kereta api di Jawa Timur dipublikasikan melalui akun resmi perusahaan PT Kereta Api Indonesia (@kai121_). Stasiun-stasiun yang berganti nama yakni Stasiun Paron menjadi Stasiun Ngawi, Stasiun Barat menjadi Stasiun Magetan, Stasiun Banyuwangi Baru menjadi Stasiun Ketapang dan Stasiun Karangasem menjadi Stasiun Banyuwangi Kota. Perubahan nama stasiun ini sudah di update pada website PT Kereta Api Indonesia serta aplikasi KAI ACCESS. Nah, kawan GNFI bisa cek nanti, ya.

Informasi resmi terkait perubahan nama stasiun. | Foto : Istagram @kai121_

Bergantinya nama stasiun tentunya tidak terjadi tanpa alasan. Melalui proses yang cukup panjang dan diskusi dengan beberapa pihak, akhirnya stasiun-stasiun tersebut di atas resmi berganti nama. Berikut adalah beberapa alasan dari penggantian nama stasiun.

  1. Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, mengusulkan penggantian nama kepada pihak PT Kereta Api Indonesia DAOP 9 (Daerah Operasi) Jember. Hal tersebut bertujuan untuk memudahkan wisatawan dan orang awam yang berkunjung ke Banyuwangi sehingga tidak salah menentukan stasiun untuk turun. Menurutnya, banyak orang awam yang datang ke Stasiun Banyuwangi Baru (berganti menjadi Ketapang) namun sebenarnya orang tersebut ingin turun di Banyuwangi Kota (dulu Karangasem). Sehingga penggantian kedua nama stasiun tersebut diharapkan mampu memberikan informasi lebih serta mempermudah akses bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi.

Informasi terbaru perihal pergantian nama stasiun sudah ada di aplikasi KAI ACCESS. | Foto : PT KAI
  1. Ngawi

Stasiun Paron merupakan stasiun yang berada di dekat pusat Kabupaten Ngawi, yakni berjarak 8-10 km. Penggantian nama stasiun ini guna memudahkan pengguna kereta api untuk menentukan lokasi atau nama stasiun yang nantinya hendak digunakan sebagai tempat pemberhentian dengan tujuan dekat pusat Kabupaten Ngawi. Ngawi sendiri memiliki 3 stasiun yakni Stasiun Paron (kini berganti Stasiun Ngawi), Stasiun Geneng, Dan Stasiun Keduggalar. Dari ketiga stasiun tersebut, Stasiun Paron lah yang paling dekat dengan pusat Kabupaten Ngawi.

  1. Magetan

Stasiun Barat merupakan satu-satunya stasiun yang berada di Kabupaten Magetan. Untuk lebih memudahkan wisatawan yang hendak berkunjung ke Magetan, maka usulan penggantian nama stasiun dari pemerintah daerah setempat akhirnya disetujui.

Nah, kini kawan GNFI sudah tahu stasiun-stasiun mana saja di Jawa Timur yang berganti nama. Jangan sampai salah pilih stasiun ya.


Catatan kaki: PT KAI

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang40%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi40%
Pilih TerpukauTerpukau20%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Menjadikan UMKM  Semakin Kekinian Melalui Peran E-Commerce Sebelummnya

Menjadikan UMKM Semakin Kekinian Melalui Peran E-Commerce

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan Selanjutnya

Indonesia Ternyata Punya 26 Milyar Lobster Bertelur yang Siap Jadi Cuan

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.