Tak Ingkar Janji, Merpati Kini Terbang Lagi

Tak Ingkar Janji, Merpati Kini Terbang Lagi

illustration © Unsplash.com

PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) secara resmi memulai bisnis kargo per 10 November 2019 bertepatan dengan hari pahlawan. Pada hari itu juga akan digelar seremonial peletakan pesawat milik Garuda Indonesia yang akan melayani pelanggan kargo Merpati. Tepat di Hari Pahlawan 10 November 2019, digelar seremonial roll out pesawat Freighter kerjasama GA-MZ di Hangar GMF, Cengkareng.

Pesawat kargo jenis B737F nantinya akan diterbangkan menuju Bandara Sentani Jayapura guna melayani pelanggan kargo Merpati. Pada tahap awal, Merpati akan mengoperasikan 1 unit pesawat untuk melayani penerbangan kargo pada rute Jayapura-Wamena PP. Rencananya, jumlah armada yang akan dioperasikan Merpati sebanyak 5 pesawat freighter. Kelima pesawat tersebut 3 pesawat milik Garuda Indonesia dan 2 milik Citilink.

Terbang lagi | Infopenerbangan.com

Langkah maju MNA ini tak terlepas dari keberhasilan sinergi 10 BUMN yakni PT Garuda Indonesia, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT PLN (Persero), serta Himbara yang terdiri atas Bank BTN, Bank Mandiri, BNI, dan BRI.

Garuda Indonesia Group bersama dengan Semen Indonesia, Pertamina, Perum Bulog, Perusahaan Perdagangan Indonesia, dan PLN akan mendukung pengelolaan usaha kargo milik Merpati melalui aktivitas pelayanan pengiriman barang-barang (kargo) di wilayah Papua.

Untuk lebih mendukung hal tersebut, kerjasama juga dilakukan dengan PT Perikanan Nusantara dalam bidang kargo dan pemanfaatan cold storage untuk distribusi hasil perikanan.

Pada 1 Februari 2014, Merpati sudah tidak beroperasi di seluruh rutenya di Tanah Air, dan tidak mampu menggaji karyawannya sejak bulan November 2013. Sejak Februari 2014 Merpati sudah total berhenti terbang, dan Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal (SIUAU/NB) atau Air Operator Certificate (AOC) juga telah diabut sejak Februari 2015. Bila Kementerian BUMN tidak beraksi sama sekali, akan tamat riwayat Merpati. Berita bagusnya saat ini, langkah penyelamatan Merpati mulai tampak nyata. Babak awal penyelamatan Merpati dimulai dengan adanya putusan dari Majelis Hakim Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan proposal perdamaian yang diajukan PT Merpati Nusantara Airlines kepada krediturnya.

Profil utang Merpati sebenarnya masih ada celah dilakukan penyelamatan, 70% utang Merpati adalah utang domestik. Sedangkan 30% merupakan utang ke kreditur pengadaan pesawat Xian Aircraft Industries China, yang mana utang itu bisa dilakukan penjadwalan ulang (restructuring). Sinergi 10 BUMN dalam restrukturisai bisnis Merpati merupakan langkah awal yang baik untuk mendukung kebangkitan kembali Merpati. Selamat terbang kembali, Merpati.

Sumber: Investor.co.id | infopenerbangan.com

Pilih BanggaBangga62%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang33%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau5%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Ubi Banggai, Tanaman yang Tak Bisa Lepas dari Masyarakat Banggai Kepulauan Sebelummnya

Ubi Banggai, Tanaman yang Tak Bisa Lepas dari Masyarakat Banggai Kepulauan

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju Selanjutnya

Jelang Akhir Tahun, FPMSI Akan Gelar Diskusi Bersama Warganet Menuju Indonesia Maju

Akhyari Hananto
@akhyari

Akhyari Hananto

http://www.goodnewsfromindonesia.org

I began my career in the banking industry in 1997, and stayed approx 6 years in it. This industry boost his knowledge about the economic condition in Indonesia, both macro and micro, and how to understand it. My banking career continued in Yogyakarta when I joined in a program funded by the Asian Development Bank (ADB),as the coordinator for a program aimed to help improve the quality of learning and teaching process in private universities in Yogyakarta. When the earthquake stroke Yogyakarta, I chose to join an international NGO working in the area of ?disaster response and management, which allows me to help rebuild the city, as well as other disaster-stricken area in Indonesia. I went on to become the coordinator for emergency response in the Asia Pacific region. Then I was assigned for 1 year in Cambodia, as a country coordinator mostly to deliver developmental programs (water and sanitation, education, livelihood). In 2009, he continued his career as a protocol and HR officer at the U.S. Consulate General in Surabaya, and two years later I joined the Political and Economic Section until now, where i have to deal with extensive range of people and government officials, as well as private and government institution troughout eastern Indonesia. I am the founder and Editor-in-Chief in Good News From Indonesia (GNFI), a growing and influential social media movement, and was selected as one of The Most Influential Netizen 2011 by The Marketeers magazine. I also wrote a book on "Fundamentals of Disaster Management in 2007"?, "Good News From Indonesia : Beragam Prestasi Anak Bangsa di dunia"? which was luanched in August 2013, and "Indonesia Bersyukur"? which is launched in Sept 2013. In 2014, 3 books were released in which i was one of the writer; "Indonesia Pelangi Dunia"?, "Indonesia The Untold Stories"? and "Growing! Meretas Jalan Kejayaan" I give lectures to students in lectures nationwide, sharing on full range of issues, from economy, to diplomacy

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.