Bakorwil III Malang Bidik Pelaku Ekonomi Kreatif di Blitar Giatkan Marketing Online

Bakorwil III Malang Bidik Pelaku Ekonomi Kreatif di Blitar Giatkan Marketing Online

Perwakilan Bakorwil III bersama para pemateri © GNFI

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Menanggapi semakin banyaknya pelaku ekonomi kreatif di Blitar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Koordinasi Wilayah Pembangunan dan Pertumbuhan (BAKORWIL) III di Malang mengadakan workshop bertajuk Marketing Online Optimal, untuk Bisnis yang Ideal.

Workshop tersebut diadakan di Hotel Puri Kota Blitar pada 21 November 2019, dan ditujukan untuk 100 pelaku UKM, IKM dan pelaku Ekonomi Kreatif dari Blitar.

Melalui acara tersebut, Benny Sampirwanto Kepala Bakorwil III Malang berharap agar para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Jawa Timur, khususnya Kota Blitar dapat semakin maju bersamaan dengan digitalisasi informasi dan media.

Dia juga berpesan pada para pelaku ekonomi kreatif agar menggunakan platform online untuk meningkatkan penjualan dan jaringan dagang.

“Kan bisa semakin mudah dan menghasilkan kalau kita tahu target market kita, kita tahu bagaimana cara menjangkau konsumen kita. Tentu hasilnya akan berlipat kalau dibandingkan dengan transaksi konvensional,” jelasnya saat memberikan sambutan.

Selain itu, workshop ekonomi kreatif tersebut juga menghadirkan langsung para praktisi ekomi digital, yakni Abdul Mughist, pendiri semanggi.id dan Mega Siwindarto, pendiri Bronchips yang telah lama mempraktikkan penjualan secara online.

Abdul Mughist sedang menyampaikan materi mengenai Digital Marketing
Abdul Mughist sedang menyampaikan materi | Foto: Dok. penulis

Melalui acara ini, Abdul Mughist menjelaskan mengenai potensi ekonomi dengan marketing online dan e-commerce.

Abdul Mughist mengatakan, ada empat hal yang perlu dipahami oleh para pelaku ekonomi kreatif agar dapat mempraktikkan marketing online, antara lain mengenali produk, target market, cara pemasaran, dan kenali karakter media digital.

“Banyak sekali yang bisa dilakukan dengan social media, kita bisa promo, endorse, jualan juga bisa. Kita juga sudah didukung dengan perbagai platform marketplace, kita buka toko online, posting produk, promo, dan memproses pesanan,” sambung Abdul Mughist.

Mega sedang menyampaikan materi
Mega Siwindarto sedang menyampaikan materi | Foto: Dok. penulis

Sementara itu, Mega Siwindarto juga berkesempatan membagikan pengalamannya berjualan secara online dan kiat-kiat yang dia lakukan, mulai dari memilih platform online yang sesuai dengan target pasar, pengolahan konten promosi, sampai tips dan jadwal posting ke media sosial.

Di akhir sesi diskusi, Mega juga mengajak para peserta workshop tampil di depan untuk mempromosikan produknya. Hal tersebut langsung disambut antusias oleh para peserta yang ingin maju ke depan.

Terbukti dengan banyaknya peserta yang mengacungkan tangan agar ditunjuk untuk praktik promosi.

Anes salah satu peserta workshop mengatakan dengan diadakannya acara ini selain untuk memperbanyak jaringan antar sesama pelaku UMKM, dia juga mengaku jadi semakin tergerak untuk mengembangkan pemasaran produknya berbasis online.

“Biasanya ya dari WhatsApp saja. Kalau begini kan jadi semakin tahu, bisa ikut bikin akun untuk produk batik saya sendiri. Syukur-syukur yang beli dari mana-mana,” tutup Anes.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Kupat Glabed, si Lengket nan Gurih dari Tegal Sebelummnya

Kupat Glabed, si Lengket nan Gurih dari Tegal

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer" Selanjutnya

Hanung Bramantyo: Reza Itu "Multi-Layer"

Dimas Ayuna
@dimasayuna

Dimas Ayuna

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.