Melihat Kemiripan Taman Nusa dengan Taman Mini Indonesia

Melihat Kemiripan Taman Nusa dengan Taman Mini Indonesia
info gambar utama

Sebagai penjelajah sejati, pasti Bali sudah menjadi area yang akrab di telingamu kan? Atau jangan-jangan, tahun sekarang ini kamu sudah berkali-kali bolak-balik ke Bali?

Sungguh, Bali seperti tak akan ada matinya. Melulu bikin kangen, melulu bikin pengunjung hendak kembali lagi. Alam yang bagus, adat istiadat ekletik di mana kehidupan modern melekat dengan nilai-nilai tradisional, diimbangi beragam tempat hiburan serta pusat seni yang mengenakan untuk disambangi, jadi pesona Bali yang begitu powerful menarik wisatawan.

Nah, bagi kamu yang rencananya hendak kembali lagi ke Bali, tetapi masih galau mau ke mana, maupun kamu yang tengah cari tempat wisata baru di Bali, kenapa nggak coba menyambangi Taman Nusa di Gianyar?

Untuk kamu yang belum tahu Taman Nusa, tempat tersebut yakni satu tujuan wisata edukasi budaya yang memberikan keanekaragaman seni serta budaya Indonesia, mulai Aceh sampai-sampai Papua.

Ringkasnya, kamu berkesempatan menjelajahi seluruh Indonesia dalam sekali jalan-jalan saja. Seru bukan?

Kemungkinan kamu pasti langsung mengingat Taman Mini Indonesia Indah? Pada dasarnya konsepnya mirip, namun bedanya, di Taman Nusa, rumah adat Indonesia hampir semua ialah rumah adat asli, yang didatangkan langsung dari wilayah asalnya.

Beberapa justru sudah berumur ratusan tahun. Di samping itu, suasananya dibikin sealami mungkin, pada pohon, sehingga kamu bisa merasa lagi berwisata di perkampungan suku-suku ori. Keren ya!

Kesan bagus lainnya yakni rumah adat berumur ratusan tahun, dengan tidak sedikit tulang-tulang beserta tanduk binatang dipajang di bagian depannya.

Rumahnya berbentuk rumah panggung dan yang cukup unik, pintunya tinggi juga kecil, semisal jendela. Pintu itu menghubungkan kedalam satu ruangan kecil, dan berada sebagian pintu-pintu dengan berukuran sama mengkoneksikan ruangan itu dengan ruangan kecil yang lain.

Penasaran rumah adat daerah mana? Mari datang ke Taman Nusa!

Tidak cuma rumah adat asli, kamu pula bisa bersua dengan masyarakat asli dari daerah yang lagi melakukan beragam aktivitas tradisional, semisal menenun, membatik, memproduksi wayang, latihan menari, dan masih banyak lainnya.

Nah, apabila kamu capek jalan kaki, boleh kok umpama mau berkunjung sebentar dan menepi di teras ataupun di dalam rumah adatnya. Hendak piknik pun bisa. Jadi, jelang ke Taman Nusa, persiapkan makanan jangan sedikit ya!

Atraksi yang lain di Taman Nusa yaitu jembatan pergi ke “Indonesia Masa Depan” bertipe bangunan dengan bentuk sapu lidi yang menjadi wakil persatuan.

Di dalam, ada museum semisal museum kain, wayang, juga etnografi, dan ruang pameran. Adapun replika Candi Borobudur, figur Mahapatih Gajah Mada yang tersohor dengan Sumpah Palapa kedalam menyatukan setiap kerajaan Nusantara, lalu tokoh proklamator RI, Soekarno & Mohammad Hatta.

Berdasarkan penuturan pengelola Taman Nusa, segera akan ada atraksi yang bersinggungan dengan sejarah perkeretaapian Indonesia, yang kali ini masih pada tahap pengembangan.

Menjelajahi area 15 hektare tersebut memang rada melelahkan, tapi asyik. Jika lapar menyerang, jangan risau karena tersedia kafe juga restoran di dalam Taman Nusa.

Kalau kamu memutuskan datang ke Taman Nusa, siapkan dana untuk membeli voucer masuk Rp85.000/orang dewasa, dan Rp70.000/anak-anak.

Sumber: travelwisataindonesia.com | yachser.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini