Kisah Kapas Sumba yang Mendunia

Kisah Kapas Sumba yang Mendunia

Kuda di Sumba © Fatris MF/fatrism.com

Sumba Nusa Tenggara Timur, tempat yang menjadi latar film Marlina si Pembunuh Dalam Empat Babak juga dikenal sebagai wilayah yang memiliki sumber daya alam berlimpah.

Sumba adalah sebuah pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas wilayahnya 10.710 km², dan titik tertingginya Gunung Wanggameti (1.225 m). Sumba berbatasan dengan Sumbawa di sebelah barat laut, Flores di timur laut, Timor di timur, dan Australia di selatan dan tenggara.

Selat Sumba terletak di utara pulau ini. Di bagian timur terletak Laut Sawu serta Samudra Hindia terletak di sebelah selatan dan barat.

Oh iya, ini dia sumber daya alam yang dimiliki oleh Sumba, yaitu pertanian padi, jagung dan ubi kayu yang menjadi andalan komoditi Sumba. Tanaman lainnya seperti cengkih, kapuk, kemiri, kelapa, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, sorgum dan kapas juga ada di Sumba.

Bicara soal kapas, ternyata Sumba sendiri merupakan produsen kapas terbesar dan terbaik di Indonesia. Mengapa dikatakan terbesar? Karena produksi kapas Sumba merupakan produksi terbesar di Indonesia mengalahkan produksi kapas di pulau Jawa dan Sumatra.

Produksi kapas di Sumba Timur mencapai 4,6 ton per hektare, sementara di Jawa dan Sumatra hanya di angka 2 ton per hektare. Hal ini dikarenakan geografis tanah dan iklim Sumba memang cocok untuk pengembangan kapas.

Bayangkan, jika tanah seluas 300 hektare di Sumba dapat menghasilkan sekitar 1.380 ton kapas maka berapa banyak kapas yang dipanen dalam satu tahun? Pastinya, banyak sekali ya.

Lalu kenapa dikatakakan terbaik? Karena kapas Sumba memiliki ciri tidak mudah putus benangnya, mudah diatur, bersih, dan lentur. Hasil kapas di daerah ini juga dikirim ke Jawa, seperti Bandung dan pulau lainnya di Indonesia. Dikarenakan kapas Sumba juga menjadi bahan utama produksi tekstil di Indonesia.

Kain ikat Sumba dari benang kapas Sumba | Foto: bisniswisata.co.id

Hal tersebut juga dikarenakan dukungan teknologi alat penyiraman. Alat penyiraman sepanjang 420 meter mampu menyiram 300 hektare pertanian kapas. Pertanian ini dikelola oleh para petani setempat berkerjasama dengan beberapa perusahaan yang ada.

Beberapa produk unggulan yang dihasilkan oleh Sumba, termasuk kapas sudah menjadi langganan ekspor ke luar negeri seperti Jerman, dan Amerika Serikat.

Beberapa pengembangan optimis akan dilakukan demi meningkatkan hasil produktivitas pertanian kapas di Sumba.

Itulah secuplik kisah tentang produksi kapas di Sumba. Lantas, apakah kalian sudah pernah ke Sumba, atau kapan ada rencana ke sana?

Referensi: Liputan6.com | bisniswisata.co.id | id.wikipedia.org

Pilih BanggaBangga14%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi43%
Pilih TerpukauTerpukau43%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Mengenal Patung-patung di Jakarta dan Kisahnya Sebelummnya

Mengenal Patung-patung di Jakarta dan Kisahnya

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning Selanjutnya

Bersenyawa dengan Kukila: Harmoni Hidup antara Manusia dengan Kukila di Hutan Kemuning

Raka Nugraha
@rakanugraha

Raka Nugraha

I'm curios about everything, and i'm support the indonesian good news!

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.