Pemuda Indonesia: Harapan dan Tantangan di Masa Depan

Pemuda Indonesia: Harapan dan Tantangan di Masa Depan

Kompasiana.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

“Berikan aku seribu orang tua niscaya kucabut Semeru dari akarnya, berikan aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air dan akan kuguncangkan dunia.”

Itulah pesan dari salah satu pahlawan Indonesia, Bung Karno, yang telah menyulut semangat pemuda Indonesia untuk bergerak melawan penjajah.

Pesan ini secara tersirat menggerakkan semangat pemuda Indonesia untuk cinta kepada Tanah Air, membela Tanah Air, dan melawan penjajah demi kemerdekaan Republik Indonesia.

Kalimat tersebut jelas menunjukkan bahwa peran anak muda, walau sedikit saja jumlahnya, asalkan semangat cintanya kepada Tanah Air membara, maka dunia akan berubah.

Anak muda memiliki peran dalam agent of change atau pembawa perubahan. 28 Oktober 1928, terdapat kisah yang sangat panjang dalam sejarah lahirnya Sumpah Pemuda di Indonesia. Secara garis besar sejarah sumpah pemuda dilatarbelakangi oleh munculnya dorongan untuk bersatu.

Sejak zaman dulu Indonesia pernah terpecah belah karena banyaknya perbedaan ras, suku, agama yang membuat penjajah mudah untuk melakukan politik adu domba.

Perlawanan oleh penjajah pun sangat sulit untuk ditaklukkan sampai pada akhirnya Bung Karno memberikan kalimat motivasi, dan berhasil menyadarkan banyak golongan dari pemuda Indonesia untuk bersatu melawan penjajah.

Beliau membuat perbedaan menjadi hal yang dapat diatasi dengan persatuan, dan lahirlah Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak perjuangan bangsa Indonesia untuk meretaskan penindasan kekuasaan dari penjajah.

Masa depan sangat ditentukan dari bagaimana pemuda bertindak. Lantas yang menjadi pertanyaan, bagaimanakah peran pemuda Indonesia saat ini, dan harapan untuk generasi muda ke depannya?

Pemuda merupakan muara bangsa Indonesia, memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Untuk menjadikan muara yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik, tentunya pemuda Indonesia diharapkan memiliki moral, etika, dan ilmu pengetahuan yang baik.

Dengan memiliki gelar agent of change, mahasiswa memiliki peran yang sangat berpengaruh juga menjadi harapan bagi masyarakat dalam perubahan yang lebih baik. Namun, apakah pemuda telah menjalankan perannya tersebut?

Iya, sebagian telah menjalankan perannya. Lalu sebagian lainnya?

Ada beberapa dari pemuda yang mengalami degradasi moral yaitu memilih untuk melakukan kesenangannya saja, bertindak pasif, ataupun hedonisme. Bahkan sebagian dari para pemuda sebagai insan akademis justru tidak memberikan pengaruh besar bagi bangsa Indonesia.

Kecintaan pemuda Indonesia terhadap negeri merupakan harapan bagi masa depan bangsa Indonesia, karena pemuda dapat merubah pandangan orang terkait bangsa. Pemuda juga cermin dari masa depan bangsa nantinya.

Oleh karena itu banyak masyrakat menaruh harapan untuk generasi muda bangsa Indonesia dalam membawa perubahan. Kondisi saat ini akan terus tumbuh dan berkembang, tantangan zaman akan membawa pemuda Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar terutama dalam hal persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Seperti yang telah diketahui bahwa tantangan zaman akan terus menerus datang, membawa berita-berita baru dan mengukir cerita masyarakat yang baru.

Tantangan zaman bukanlah suatu pilihan. Ia harus dihadapi dengan etika, moral, dan ilmu pengetahuan yang mumpuni. Harapan dari generasi muda yang akan datang adalah generasi yang siap akan tantangan zaman, menjadi pemuda yang tidak hanya cerdas namun juga memiliki moral yang baik.

Menjadi cerdas itu memang hebat, namun apalah arti kecerdasan jika tidak dibarengi dengan moral yang baik. Pentingnya moral dalam bertindak maupun bersikap kepada masyarakat menjadikan cermin kepribadian bangsa untuk masa sekarang dan masa yang akan datang.

Seperti yang diketahui, sebagian pemuda telah banyak mengukir prestasi dalam berbagai kejuaraan, misalnya dalam olimpiade sains, atletik, maupun karya ilmiah.

Banyak pemuda Indonesia yang berbakat dan mengembangkan bakatnya untuk mencapai suatu prestasi yang membanggakan. Di sisi lain, sebagian pemuda memilih pasif dan tidak menjalankan perannya sebagai insan akademis.

Di sinilah tujuannya, di sinilah harapan masyarakat untuk generasi pemuda yang akan membawa perubahan bagi bangsa Indonesia.

Harapannya yaitu pemuda dapat bersatu untuk menangani tantangan zaman bersama-sama, menjadi pemimpin yang cerdas dan memiliki moral yang mumpuni.

Sebagai agent of change diharapkan pemuda dapat bersatu dan maju secara bersama-sama untuk menghadapi globalisasi yang akan terus tumbuh dan berkembang.

Pemuda Indonesia memiliki tanggung jawab yang besar seiring waktu, oleh karena itu pemuda Indonesia harus tangguh secara intelektual dan moralis.

Seperti apa yang telah diucap Bung Karno dalam pidatonya yang memberikan motivasi bagi para pemuda, “Berikan aku seribu orang tua niscaya kucabut semeru dari akarnya, berikan aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada tanah air dan akan kuguncangkan dunia.”

Belajar dari kisah masa lalu, pemuda Indonesia sesekali harus menengok ke belakang untuk belajar bagaimana semangat pemuda tahun silam dalam berjuang melawan penjajah.

Jangan sesekali terlena oleh banyak kemudahan dan kenyamanan saat ini, karena sesungguhnya saat inipun globalisasi terus tumbuh dan berkembang.

Mencontoh semangat pemuda masa lalu yang tak gentar untuk terus mencoba membawa perubahan-perubahan demi bangsa Indonesia.

Untuk itu, mari kita semua saling bahu membahu dalam menghadapi tantangan zaman, tidak melupakan nilai-nilai Pancasila, di antaranya; Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, serta Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Mari bersama-sama untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila, memandang perbedaan sebagai keberagaman yang indah, saling menghargai antar-umat manusia, dan hidup berbahagia dalam persatuan Indonesia.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga22%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli44%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi33%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
SEA Games 2019: Indonesia ke Final Lagi Setelah 6 Tahun! Sebelummnya

SEA Games 2019: Indonesia ke Final Lagi Setelah 6 Tahun!

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat Selanjutnya

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat

Erina Elga
@erina_elga

Erina Elga

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.