"Prihal" sebagai Peringatan 20 Tahun Arsitek Andra Matin Berkarya

"Prihal" sebagai Peringatan 20 Tahun Arsitek Andra Matin Berkarya
info gambar utama

Tidak asing tentunya nama Isandra Matin Ahmad atau akrab disapa Andra Matin dalam dunia arsitektur.

Dikenal sebagai seorang arsitek senior dan salah satu figur kontemporer yang memiliki segudang prestasi pada perkembangan dunia arsitektur, Andra Matin menggelar sebuah pameran untuk memperingati dua dekade perjalanan karya studio arsitekturnya yang bertajuk "PRIHAL: Arsitektur Andramatin".

Pameran ini diadakan di Galeri Nasional Indonesia Jakarta Pusat, mulai dari 28 November-11 Desember 2019. Pengunjung dapat datang ke Galeri Nasional Indonesia pada pukul 10.00-19.00 WIB.

"PRIHAL" digagas dan dikepalai oleh Andra Matin sendiri, bekerja sama dengan dua kurator pameran Danny Wicaksono dan Artiandi Akbar.

Skema pameran dibagi menjadi delapan bagian, setengahnya adalah mengenai karya arsitektur Andra Matin, kemudian yang lainnya adalah hal lain yang ada di sekeliling pekerjaanya.

Kedepalan area itu adalah Artshop, Linimasa, Prihal Jakarta, Prihal Kota Lainnya, Prihal Bentuk, Prihal Material, Prihal yang Berulang, dan terakhir yaitu Prihal Sehari-hari.

Sebelum memasuki ruang pameran, pengunjung diharuskan untuk menitipkan barang terlebih dahulu. Pada saat di ruang penitipan tersedia sebuah brosur berisikan penjelasan tiap area pameran.

Di samping ruangan tersebut, pengunjung juga bisa menemukan beberapa cenderamata khas yang berada di Artshop.

kartu pos
info gambar

Dari ruang penitipan dan Artshop, pengunjung akan digiring menuju area "Linimasa" berupa lorong yang terbuat dari anyaman rotan dan kayu. Di dalamnya terdapat lebih dari 800 desain Andra Matin sejak tahun 1998 hingga 2019.

Ditampilkan dalam beberapa foto yang terpajang dalam lini masa, desain tersebut memperlihatkan urutan karya arsitektur Andra Matin, lengkap dengan keterangannya masing-masing mulai dari completed, proposal, ongoing, serta cancel alias bangunan yang pada akhirnya tidak jadi dibuat.

lorong pintu utama yang berisi linimasa karya
info gambar

Pameran dilanjutkan ke dalam ruang galeri A, tempat ditampilkannya proyek yang telah ia laksanakan dalam bentuk maket dengan skala 1:200. Area pertama dari galeri tersebut adalah "Prihal Jakarta".

Dengan nuansa serba putih, di sini terdapat 11 maket proyek yang ia kerjakan untuk Kota Jakarta. Beberapa di antaranya cukup dikenal oleh publik, seperti revitalisasi Stadion Akuatik GBK, kawasan Monas, dan Taman Ismail Marzuki.

penjelasan tentang prihal jakarta
info gambar

revitalisasi monas
info gambar

taman ismail marzuki
info gambar

Berlanjut ke area berikutnya yaitu "Prihal Kota yang Lainnya" dengan nuansa yang juga masih sama seperti sebelumnya, berderet 16 proyek yang ia kerjakan dari berbagai kota selain Jakarta.

Makna yang ingin ditampilkan dari area ini adalah bahwa membangun di luar Jakarta juga artinya membangun sensitivitas yang harus lebih tinggi. Sebab, di banyak kota lain, budaya setempat masih sangat dijaga dan tradisi yang kental masih dijalankan.

Desain Andra Matin di bagian ini adalah usaha untuk memberikan reaksi positif mengenai permasalahan arsitektur demi meningkatkan kualitas hidup di berbagai kota lainnya.

pengembangan desa
info gambar

maket kota yang lainnya
info gambar

Berbeda dengan sebelumnya, ruangan selanjutnya yang merupakan "Prihal Bentuk" mempunyai nuansa hitam dan gelap dengan sedikit semburat cahaya temaram yang datang dari dasar bidang maket.

Cahaya itulah yang menjadi penekanan pada bentuk-bentuk setiap proyek. Di area ini terdapat lebih dari 30 karya Andra Matin yang tidak atau belum dibangun.

maket prihal bentuk
info gambar

Keluar dari kegelapan tapi masih minim pencahayaan, pengunjung akan disambut dengan "Ruang Kerawang" yaitu sebuah ruangan material kaca tertutup yang menimbulkan refleksi ruangan terlihat luas.

"Kerawang" sendiri adalah material yang biasa digunakan untuk membangun tembok namun tetap memungkinkan cahaya dan ventilasi udara masuk.

Kemudian sampai pada "Prihal Material" yang memperlihatkan berbagai material yang biasa digunakan Studio Andramatin dalam karya-karya arsitekturnya.

Selesai dari ruang galeri A, pengunjung kemudian dapat langsung menuju ruang galeri B. Area pertama yang ditemui adalah "Prihal yang Berulang" di mana terdapat video wawancara dengan klien langganan Andra Matin selama dua dekade perjalanannya di dunia arsitektur.

Bagian ini memperdengarkan cerita, opini, kritik, dan apresiasi dari kacamata klien.

Selanjutnya pengunjung akan diajak melihat keseharian studio andramatin lewat foto, video, dan tempelan notes ruang kerja pada “Prihal Sehari Hari” yang menjadi area penutup rangkaian pameran.

Area ini menjadi replika dari kantor Studio Andramatin, memperlihatkan lingkungan kerja yang membentuk budaya kerja serta budaya berpikir.

Di samping area ini, pengunjung juga bisa mengambil satu kartu pos gratis. Selain itu terdapat satu meja bundar dengan lego berserakan di mana pengunjung bisa meniru beberapa miniatur bangunan rancangan Studio Andramatin.

"Prihal" bukan hanya pameran yang memperlihatkan karya biasa, namun juga merupakan pameran yang mencoba memperlihatkan sebagian dari yang tidak terlihat di Andramatin kepada khalayak umum lewat berbagai makna di setiap areanya.

Referensi: dewimagazine.com | whiteboardjournal.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini