Java Preanger, Kopi Lokal Kelas Internasional

Java Preanger, Kopi Lokal Kelas Internasional

Biji kopi Java Preanger © kurio.id

Ini dia nih kesukaannya para pencinta senja, atau teman pelengkap kehangatan dikala senda gurau di pengujung malam. Apa lagi kalau bukan kopi.

Aromanya yang khas, variasinya yang bermacam-macam, dan beragam manfaat yang bisa didapat tubuh, membuat kopi jadi salah satu minuman terbaik untuk menemani keseharian kita.

Indonesia memang sudah acap kali dinobatkan sebagai penghasil kopi terbaik di dunia. Hal itu juga didukung dengan produksi tertingginya yang mengalahkan negara lain, seperti Brasil, Vietnam, dan Kolombia.

Letak geografis negara yang berada di garis khatulistiwa juga merupakan pendukung baik untuk penanaman kopi itu sendiri. Istilahnya, coffee belt.

Apa sih coffee belt itu? Coffee belt adalah suatu susunan atau deretan wilayah yang memiliki segala kebutuhan untuk suburnya tanaman kopi, sehingga dapat tumbuh dengan baik.

Nah, salah satu wilayahnya adalah Jawa Barat, si penghasil kopi Java Preanger atau kopi daerah Priangan. Kopi ini memiliki ciri khas rasa yang unik dengan varietas arabika yang ditanam 1.000 meter di atas permukaan laut sesuai dengan karakteristik dari kopi arabika.

Awal mula kopi ini ternyata menyangkut tentang sejarah kopi di Indonesia. Kopi dahulunya dibawa oleh pemerintah Hindia-Belanda masuk ke Indonesia pada tahun 1696.

Penanaman dilakukan pertama kali di Batavia, tepatnya daerah Pondok Kopi. Namun sangat disayangkan pertanian tersebut gagal, karena banjir melanda.

Lalu pada akhirnya Belanda memerintahkan untuk menanam bibit kopi di daerah Priangan, Jawa Barat, dengan sistem tanam paksa. Setelah keberhasilan panen kopi pada daerah ini, barulah kopi daerah Priangan didistribusikan ke suluruh pelosok Nusantara seperti yang kita ketahui pada saat ini.

Kopi Java Preanger memiliki ciri khas fruity ketika kita coba pertama kali dan terasa tidak terlalu kuat (ringan). Kopi seperti jenis ini tidak dikategorikan dark roast ketika di-roasting.

Harum kesan buah belimbing atau wangi bunga akan sangat kental tercium saat kopi single origin ini di seduh menggunakan alat manual brew favorit kita.

Proses penyeduhan kopi | Foto: ahlikopilampung.com

Rasanya manis ketika kita menyesap kopi ini, selain itu juga kopi ini memiliki body dan acitity yang sedang. Tingkat keasaman tidak terlalu tinggi ini sangat cocok bagi kalian yang sensitif pada asam lambung.

Kopi yang memiliki nama lain Malabar ini, pernah mendapatkan penghargaan internasional sebagai kopi berkualitas terbaik. Penghargaaan tersebut adalah Specialty Coffee Association of America Expo 2016 di Atlanta, Georgia Amerika Serikat. Sangat membanggakan, ya!

Hal itulah yang membuat kopi ini semakin diyakini sebagai kopi asli Indonesia yang memiliki rasa dan kualitasnya pun sudah mendunia. Apalagi yang kalian tunggu? Kini kopi Java Preanger sudah dapat dinikmati di kedai kopi kesayangan kalian dimanapun kalian berada..

Jadi gimana Kawan GNFI? Sudah pernah mencoba kopi Java Preanger? Atau berminat membuka kedai kopi dan membuat kopi Java Preanger dengan racikan sendiri?

Referensi: kompasiana.com | sasamecoffee.com

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Agar Pendidikan di Indonesia Bisa Lebih Maju Sebelummnya

Agar Pendidikan di Indonesia Bisa Lebih Maju

Inilah Lele Berwarna Pink Dari Jepara Selanjutnya

Inilah Lele Berwarna Pink Dari Jepara

Raka Nugraha
@rakanugraha

Raka Nugraha

I'm curios about everything, and i'm support the indonesian good news!

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.