Calon Arang, Pertunjukan Mencekam nan Tegang!

Calon Arang, Pertunjukan Mencekam nan Tegang!

Calon Arang © Ramos Pane/explority.org

"Jangan pulang selama pertunjukan calon arang", itulah hal mistis yang ada ketika cerita drama tersebut dimulai. Konon katanya jika ada salah seorang pulang sebelum acara berakhir, maka orang tersebut akan dicegat oleh sosok leak. Merinding!

Calon Arang adalah seorang tokoh dalam cerita rakyat Jawa dan Bali dari abad ke-12. Diceritakan bahwa sosok tersebut adalah seorang janda penguasa ilmu hitam yang sering merusak hasil panen para petani dan mendatangkan banyak penyakit.

Ia memiliki seorang anak perempuan yang menjadi perawan tua, karena orang-orang takut akan figur sang ibu. Anak tersebut bernama Ratna Manggali.

Akibat dari hal itu, Calon Arang pun murka dan menculik seorang gadis untuk dikorbankan kepada dewi Durga. Keesokannya banjir besar melanda desa dan menyebabkan banyak kematian.

Hal ini sampai di telinga Raja Erlangga, lalu Sang Raja meminta bantuan penasihatnya, Empu Bharada (pendeta sakti agama Buddha).

Empu Bharada memerintahkan seorang muridnya yang bernama Empu Bahula untuk menikahi Ratna Manggali. Keadaan kembali normal, setelah diberlangsungkannya pernikahan megah.

Calon Arang memiliki buku yang berisi mantra dan sihir jahat, buku tersebut diketahui oleh Empu Bahula. Calon Arang kembali murka ketika sadar bahwa bukunya telah diambil oleh Empu Bahula untuk diberikan kepada Sang Guru, Empu Bharada.

Perang antara keduanya tidak terlepaskan, Empu Bharada melawan Calon Arang. Menggambarkan ilmu putih melawan ilmu hitam. Calon Arang dikalahkan karena tidak dibantu oleh Dewi Durga, dan Empu Bharada berhasil membuat desa kembali damai.

Cerita di atas dituangkan ke dalam sebuah tarian spiritual, yang biasanya dilaksanakan di pura dalem (pura suci Dewa Siwa dan Dewi Durga) sebagai rangkaian upacara Odalan. Tarian ini dipersembahkan pada malam hari, tepatnya tengah malam di kuburan dekat pura dalem.

Penduduk sekitar juga diwajibkan untuk mematikan lampu, para pengendara juga dilarang melintas jika tidak ingin mendapatkan kesialan.

Adegan demi adegan memiliki makna dan pasti berhasil membuat siapapun merasakan kemistisannya. Salah satunya adanya prosesi "meninggalnya" si penari, yang mana bisa saja penari tersebut benar-benar meninggal!

Prosesi Tarian Calon Arang | Foto: Arcane Candy/Flickr

Jika si penari memang meninggal dalam upacara itu, maka akan dianggap sebagai pengorbanan suci (yadnya). Dalam penampilan tarian ini juga tak jarang sosok ilmu hitam datang dan membuat penarinya kesurupan.

Hal itu juga mengundang kehadiran leak beserta jajaran makhluk jahat lainnya. Biasanya akan ada pemandangan di luar nalar seperti bola api yang saling melayang dan bertabrakan satu sama lain.

Nah, penonton pentas ini juga diharuskan mengikuti acara dari awal hingga akhir, atau jika melanggar konon katanya akan terjadi semacam hal yang tadi diawal artikel sudah kita bahas.

Pementasan ini memiliki tujuan yang seimbang bahwa dalam kehidupan pasti adanya kebaikan dan kejahatan, dan tidak ada makna atau tujuan lainnya.

Itulah sedikit cerita di balik tarian calon arang. Kalian berminat melihat tarian ini? Siapkan mental dulu ya yang pasti!

Referensi: kompasiana.com | id.wikipedia.org

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Begini Cara Kerja AI Lindungi Satwa Indonesia Sebelummnya

Begini Cara Kerja AI Lindungi Satwa Indonesia

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya Selanjutnya

Biar Anak Anda Sukses di Sekolah & di Kehidupan, Ini 3 Tipsnya

Raka Nugraha
@rakanugraha

Raka Nugraha

I'm curios about everything, and i'm support the indonesian good news!

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.