Danau Linow, Danau Yang Airnya Dapat Berubah Warna

Danau Linow, Danau Yang Airnya Dapat Berubah Warna

Danau Linow © Sam Ratulangi International Airport Manado

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Jika mendengar tentang kota Tomohon provinsi Sulawesi Utara, tentunya Kawan GNFI tidak asing dengan kota yang disebut-sebut memiliki serba 7 keajaiban, kan. Serba 7 keajaiban yakni kota Tomohon memiliki 7 gunung yang ada di dalam dan di sekitar kota Tomohon, memiliki 7 air terjun dan memiliki 7 danau. Nah, kali ini, akan dibahas mengenai salah satu danau yang menjadi bagian dari serba 7 keajaiban tersebut. Danau ini sangat unik dan menakjubkan, karena air danau ini dapat berubah warna menjadi berbagai warna yakni kunig, merah kecoklatan, hijau hingga biru gelap. Unik, bukan?

Nah, kira-kira Kawan GNFI tahu, kan nama danau tersebut? yap, Danau Linow adalah nama danau yang airnya dapat berubah warna. Danau Linow merupakan salah satu danau yang ada di kota Tomohon atau sekitar 30 km dari kota Manado. Air Danau Linow dapat berubah warna dikarenakan adanya kandungan belerang yang tersimpan di dasar danau yang memengaruhi pembiasan cahaya matahari sehingga menghasilkan warna yang berbeda-beda. Kandungan belerang yang ada di dasar Danau Linow erat kaitannya dengan gunung terdekat yakni gunung Lokon yang merupakan gunung aktif. Selain itu, warna air yang berubah juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca di sekitar Danau Linow, misalnya, pada pagi hari air Danau Linow dapat berwarna kuning hingga kecoklatan lalu menjelang siang hari yang cerah, air Danau Linow dapat berubah warna menjadi warna hijau muda hingga hijau gelap.

Gungung Lokon, gunung terdekat dengan Danau Linow | Foto : Wikipedia

Oleh karena memiliki kandungan belerang di dasar danau, ketika Kawan GNFI berada di dekat Danau Linow maka aroma yang tercium adalah seperti bau telur busuk. Namun, meskipun begitu, Danau Linow tetap dikunjungi banyak wisatawan baik dari wisatawan lokal hingga internasional. Kandungan belerang di dasar danau juga membuat adanya gelembung-gelembung kecil pada air danau yang merupakan bentuk reaksi dari gas belerang.

Danau Linow disebut-sebut sudah ada sejak 500 ribu tahun lalu, lho. Terbentuknya Danau Linow diakibatkan karena terjadi letusan gunung pada masa itu. Nama Danau Linow sendiri di ambil dari bahasa Minahasa yakni lilinowan yang artinya tempat berkumpulnya air. Selain unik karena airnya dapat berubah warna, Danau Linow juga memiliki binatang endemik atau asli dari wilayah kota Tomohon yakni sayok atau komo. Sayok atau komo adalah sebutan khusus dari masyarakat setempat untuk serangga unik yang hidup di air yang memiliki sayap dan dapat terbang. Tidak hanya binatang endemik, namun Danau Linow juga menjadi salah satu habitat beragam macam burung sehingga tidak heran jika sepanjang perjalanan menuju Danau Linow selalu terdengar kicauan burung yang saling bersautan.

Warna air Danau Linow | Foto : IndonesiaKaya.com

Nah, jika Kawan GNFI ingin menyaksikan air danau yang berubah warna di Danau Linow, Kawan GNFI dapat menempuh perjalanan darat dari kota Tomohon. Sesampainya di dekat kawasan Danau Linow, Kawan GNFI harus berjalan sekitar 700 meter menuju Danau Linow dan membeli tiket masuk seharga Rp 25.000,00. Wisata Danau Linow dibuka untuk umum mulai pukul 8 pagi hingga 5 sore.

Catatan kaki: indonesiakaya | pesonaindonesia

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang50%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Bantu Penderita Kanker dengan Konser Amal Musik Klasik di Surabaya Sebelummnya

Bantu Penderita Kanker dengan Konser Amal Musik Klasik di Surabaya

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi Selanjutnya

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.