Iraw Tengkayu, Festival Tarakan yang Diapresiasi Dunia

Iraw Tengkayu, Festival Tarakan yang Diapresiasi Dunia

Festival Iraw Tengkayu di Tarakan © Wartawisata.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Setiap daerah di Nusantara tentu memiliki festival khasnya sendiri, tak terkecuali dengan Kota Tarakan.

Sebuah kota yang terletak di Provinsi Kalimantan Utara yang menyandang sebagai kota terkaya ke-17 di Indonesia ini mempunyai sebuah festival, yaitu Festival Iraw Tengkayu.

Festival Iraw Tengkayu merupakan sebuah upacara tradisional dan perlombaan yang diadakan oleh masyarakat Suku Tidung secara turun temurun. Rangkaian festival tersebut berupa upacara ritual dengan menghanyutkan berbagai sesajen ke laut, serta berbagai perlombaan yang bisa diikuti oleh para warga.

Festival ini biasanya dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan bertepatan dengan hari jadi Kota Tarakan.

Parade tari di Festival Iraw Tengkayu | Foto: Merahbirunews.com

Iraw Tengkayu mempunyai dua arti kata yang diambil dari Bahasa Tidung. Iraw yang berarti perayaan atau pesta, sedangkan Tengkayu adalah pulau kecil yang dikelilingi oleh laut, pulau kecil yang dimaksud adalah Pulau Tarakan.

Tidak hanya itu, Iraw Tengkayu juga memiliki sebuah makna yakni sebuah perayaan untuk mengucap syukur atas rezeki yang diberikan Tuhan yang Maha Kuasa.

Festival Iraw Tengkayu memiliki inti kegiatan, yaitu penurunan Padaw Tujuh Dulung. Padaw dalam Bahasa Indonesia berarti perahu. Tujuh Dulung berarti tujuh tiang yang tertancap di atas perahu yang berhiaskan warna khas Suku Tidung, yaitu kuning, hijau, merah.

Padaw Tujuh Dulung memiliki tiga haluan. Haluan pada bagian tengah dibuat tingkat tiga, sementara dua haluan lainnya yang ada di kanan dan kiri perahu dibentuk menjadi dua tingkat.

Angka tujuh dipilih tidak sembarang angka. Angka tersebut memiliki filosofi yang dalam. Tujuh mengartikan tujuh hari dalam seminggu yang dilambangkan sebagai kehidupan masyarakat dalam mencari kehidupan tujuh hari dalam seminggu yang terus berulang.

Para pemuda mengangkut Padaw Tujuh Dulung | Foto: Fachrurrozi/ANTARA

Padaw Tujuh Dulung kemudian akan diangkut oleh para pemuda setelah dicat dalam tiga warna yang berbeda sesuai warna khas suku tidung. Bagian dari perahu paling atas mempunyai cat yang berwarna kuning yang melambangkan kehormatan atau sesuatu yang ditinggikan.

Oleh karena itu, warna kuning berada pada bagian tertinggi dari Padaw Tujuh Dulung. Selain itu, satu tiang yang paling tinggi itu melambangkan bahwa satu penguasa tertinggi alam semesta ialah Allah SWT.

Pada bagian tengah Padaw Tujuh Dulung terpasang lima buah tiang. Jumlah tiang yang ada sebanyak lima buah merupakan perlambangan dari salat lima waktu yang dilakukan oleh umat Islam dalam seharinya.

Tiang ini digunakan sebagai tempat mengikat kain pari-pari yang digunakan untuk atap dan tempat mengikat kain yang dihubungkan ke haluan perahu di kanan dan kiri.

Pada bagian tengah perahu tepat di bawah kain pari-pari, terdapat tempat yang mempunyai bentuk seperti rumah. Tempat ini dilengkapi dengan atap bertingkat tiga yang disebut juga dengan nama meligay.

Di bawah meligay terdapat pintu pada keempat sisinya yang sudah diletakkan sesajen berisi makanan, kemudian akan dilepaskan ke laut.

Padaw dilepaskan ke laut | Foto: liputan6.com

Seperti yang sudah dikatakan di atas, bahwa Festival Iraw Tengkayu tak hanya melakukan sebuah ritual tapi juga perlombaan. Perlombaan yang ada antara lain, seperti lomba sumpit, hias perahu, lomba makanan laut, lari maraton 10km, dan masih banyak lagi.

Dalam festival tersebut juga diadakan sebuah pameran yang memperkenalkan seluruh budaya yang ada di kota Tarakan dengan beraneka ragam kreativitas dan produk-produk yang mencerminkan kota Tarakan di pamerkan di Tarakan expo ini, serta ada pula parade musik dan parade tari sebagai hiburan.

Festival ini patut untuk terus dilestarikan oleh para generasi penerus karena merupakan satu dari sekian banyak festival daerah yang mampu memperkenalkan budaya Indonesia di kancah Internasional.

Hal tersebut terbukti, dengan diberikannya sebuah penghargaan dari Kementerian Pariwisata untuk Festival Iraw Tengkayu sebagai Anugrah Pesona Indonesia pada tahun 2016 dan mendapat predikat Top Event Kelas Dunia dari Indonesia pada 2017.

Referensi: Wikipedia | Liputan6

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga100%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Gili Iyang, Pulau dengan Kandungan Oksigen Terbaik Nomor Dua di Dunia Sebelummnya

Gili Iyang, Pulau dengan Kandungan Oksigen Terbaik Nomor Dua di Dunia

Mengenal Jenis Ikan Cupang Asli Indonesia yang Diburu Kolektor Dunia Selanjutnya

Mengenal Jenis Ikan Cupang Asli Indonesia yang Diburu Kolektor Dunia

Dessy Astuti
@desstutt

Dessy Astuti

Literasi-kata.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.