Tamansari Jogja: Keindahan Masa Lalu yang Penuh Pesona

Tamansari Jogja: Keindahan Masa Lalu yang Penuh Pesona

Taman Sari Jogjakarta © https://www.instagram.com/p/B6imgo-JELK/

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Liburan telah tiba, sudahkah kamu memiliki rencana untuk menghabiskan waktu liburan yang berharga ini?

Berbicara mengenai liburan tentu banyak pilihanya. Ada beberapa orang yang memilih untuk ke pantai dan ada yang pergi ke pegunungan serta berbagai macam destinasi yang tentu saja mengasyikkan.

Namun, jika kamu belum memiliki rencana di minggu ini, kenapa tidak mengunjungi salah satu wisata sejarah di Tamansari Yogyakarta. Selain terkenal sebagai Kota Pendidikan, Yogyakarta juga memiliki segudang tempat pariwisata.

Pada awalnya taman yang mendapat julukan The Fragrant Garden ini dibangun oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1758 sampai tahun 1765, dan memiliki luas kurang lebih 10 hektare yang terdiri dari 57 Bangunan.

Arsitek dari tempat ini adalah seorang berkebangsaan Portugis bernama Demang Tegis, dan dibiayai seluruhnya oleh Bupati Madiun bernama Tumenggung Prawirosentiko.

Setelah memakan waktu selama 7 tahun dalam proses pembuatanya, akhirnya taman ini mulai digunakan pada tahun 1765 sampai tahun 1812.

Bangunan yang memiliki arsitektur bergaya campuran Jawa Kuno dan Eropa dibangun dengan tujuan selain sebagai tempat kesultanan, juga sebagai Benteng jika terjadi kerusuhan.

Maka dari itu terdapat pagar tinggi berwarna putih yang mengelilingi tempat tersebut.

Bangunan menarik di Tamansari Jogja

Setelah beberapa abad berlalu untungnya saat ini kita masih bisa menyaksikan kemegahan dan keindahan dari Tamansari ini. Walaupun banyak dari bagian bangunan yang sudah hilang atau beralih fungsi menjadi tempat tinggal penduduk sekitar.

Tentu saja Kawan GNFI tidak bisa mengharapkan bangunan ini masih seindah dan sebaik dahulu ketika masih digunakan. tetapi meskipun demikian saksi sejarah ini merupakan salah satu tempat favorit wisata di Jogja dan kerap dijadikan foto pra-nikah lho.

Pasti kamu penasaran kan, silakan simak ulasanya di bawah ini.

Gapura Panggung

Gapura Panggung Taman Sari
Gapura Panggung | Sumber: https://www.instagram.com/p/B6i1e0_l_JB/

Ketika Kawan GNFI mulai memasuki pintu gerbang wisata, kamu akan disambut dengan kemegahan dari bangunan bernama Gapura Panggung.

Dahulu ketika masih digunakan, bangunan ini memiliki fungsi tempat sultan bersantai sambil menikmati pertunjukan musik gamelan dan tarian Jawa. Tempat ini juga hanya boleh dimasuki sultan dan keluarganya saja.

Untuk naik ke atas terdapat tangga yang terbuat dari kayu jati yang hingga sekarang masih sangat terawat dan terlihat antik. Selain itu, jika kamu naik ke gapura panggung ini kamu akan menemukan periuk yang digunakan untuk bercermin istri sultan, serta lemari untuk menyimpan pakaian sultan.

Gapura Agung

Gapura Agung Taman Sari
Gapura Agung | Sumber: https://www.instagram.com/p/B6jukfKHwU0/

Masuk lebih dalam akan terdapat bangunan yang tidak kalah megah dan terlihat indah dengan ornamen-ornamen berupa sayap burung dan ukiran-ukiran bunga.

Bangunan yang mirip singgasana raja ini dahulu digunakan sebagai lokasi transit kereta kencana sultan dan keluarganya jika hendak bepergian.

Umbul Binangun

Umbul Binangung Taman Sari
Umbul Binangun | Sumber: https://www.instagram.com/p/B6jePXzhj_3/

Setelah kamu melewati gapura agung akan terdapat dua buah kolam yang sangat jernih airnya, serta nampak berwarna kebiru-biruan serta di kolam ini terdapat sebuah pancuran air serta pot-pot bunga yang menghiasi di tepi kolam.

Umbul binangun adalah salah satu dari ketiga kolam pemandian yang sayangnya dua yang lain sekarang sudah tidak ada bekasnya sama sekali.

Adapun nama-nama dari masing-masing pemandian tersebut adalah.

  • Umbul Kawitan kolam pemandian yang hanya digunakan putri-putri raja
  • Umbul Pamuncar kolam pemandian yang khusus digunakan oleh selir-selir raja
  • Umbul Panguras kolam khusus yang hanya boleh digunakan oleh raja

Gedung Kenongo

Gedung Kenanga Taman Sari
Gedung Kenanga | Sumber: https://www.instagram.com/p/B6imgo-JELK/

Di sisi kolam kamu akan melihat bangunan tinggi yang bernama gedung kenongo. Gedung ini adalah gedung tertinggi yang terdapat di area Tamansari Yogyakarta.

Dahulu raja menggunakan bangunan ini untuk jamuan makan para tetamu serta sebagai tempat raja mengawasi tempat seluruh wilayah taman.

Ketika kamu naik ke tempat tersebut akan nampak seluruh hamparan beserta danau-danau buatan yang terdapat di sisi timur taman sari.

Sumur Gumuling

Sumur Gumuling Taman Sari
Sumur Gumuling | Sumber: https://www.instagram.com/p/B6jo4PeB4xc/

Walaupun dinamakan sumur tetapi tempat ini dahulu dijadikan masjid bawah tanah dan bunker perlindungan, jika terjadi perang atau kerusuhan.

Sudut paling mencolok dari tempat ini adalah kamu bisa melihat lima tangga saling terhubung ke satu titik yang berbentuk melingkar 360 derajat.

Tterdapat juga lubang-lubang mirip pintu di sekelilingnya yang berfungsi sebagai pengeras suara ketika imam memimpin sholat atau ketika adzan dikumandangkan.

Pulo Kenanga

Pulo Kenongo Taman Sari
Pulo Kenongo | Sumber: https://www.instagram.com/p/B6iyGG1JVyK/

Di sebelah barat atau segaran (danau buatan) di tengah danau tersebut terdapat sebuah pulo yang dinamakan pulo kenanga.

Dahulu ketika masih aktif digunakan pulo ini dijadikan sebagai tempat beristirahat raja dan tetamunya, selain itu juga digunakan sebagai raja untuk mengintai. Dikarenakan lokasinya di tengah danau, ketika raja ingin ketempat ini harus menggunakan perahu.

Sayangnya, sekarang Pulo Kenanga hanya tinggal bangunan yang hampir roboh dan sebagian sudah menjadi puing-puing.

Sebenarnya masih banyak bangunan di Tamansari yang belum kita bahas tetapi sekarang bangunan-bangunan tersebut sudah tidak ada dan hanya tinggal sejarah saja.

Bagaimana, apakah kamu tertarik untuk mengunjungi destinasi yang ada di Jogja ini?

Jam buka dan tiket masuk

Wisata taman sari dibuka setiap hari dari mulai pukul 09.00 sampai pukul 15.00 WIB. Jadi, pastikan jika kamu berencana mengunjungi taman ini untuk datang tidak terlalu pagi ataupun terlalu sore.

Harga tiket masuknya dikenakan biaya Rp5.000/orang dan khusus wisatawan mancanegara dikenakan biaya Rp15.000/orang.

Jika Kawan GNFI masuk membawa kamera akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp3.000, dan kalau kamu ingin menyewa pemandu wisata akan dikenakan biaya Rp25.000.

Itulah sedikit informasi Tamansari Jogja yang saya rekomendasikan untuk kamu kunjungi di musim liburan kali ini.

Referensi: wikipedia.org | idnwisata.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau100%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Aditya Jaya Iswara

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Kupi Khop, Cara Unik Nikmati Kopi Sebelummnya

Kupi Khop, Cara Unik Nikmati Kopi

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat Selanjutnya

Pawai Hadrat di Kaimana, Tradisi Rayakan Idulfitri Tanpa Sekat

Widi Suseno
@shuneo

Widi Suseno

https://idnwisata.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.