Korowai, Si Pemakan Manusia Terakhir

Korowai, Si Pemakan Manusia Terakhir

Suku Korowai Papua © pastiseru

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Papua, tanah yang berada paling timur negeri ini adalah wilayah yang dihuni oleh ratusan satwa eksotis, puluhan suku dan ragam bahasa yang berbeda-beda.

Papua adalah surga yang tersembunyi, pantai dan hutan-hutannya memberikan raut keheningan dan kenyamanan batin. Namun, ternyata di balik itu semua, Papua masih diselimuti kemistisan.

Mengapa? Mungkin pembaca akan merinding ketika mengetahui bahwa beberapa suku di Papua masih sangat primitif dan terisolasi dari dunia luar. Suku Korowai, adalah salah satu suku yang berada di Papua. Letak tepatnya adalah di Kabupaten Mappi, Papua.

Rumah Suku Korowai | Foto: Mediatama Binakreasi

Keberadaannya baru ditemukan pada 30 tahun lalu. Suku ini memiliki ciri khas tinggal di atas rumah pohon yang memiliki tinggi hingga 50 meter.

Rumah-rumah ini dibangun secara natural tapi jenius. Penyanggahnya berasal dari batang pohon, lantainya terbuat dari dahan kayu, atapnya menggunakan dedaunan.

Mereka hidup dari perburuan. Untuk melakukannya mereka membuat perlengkapan dari bahan-bahan alam, seperti tongkat kayu dan batu yang mereka bentuk sebagai kapak atau tombak.

Selain berburu, suku yang tinggal di 150 km dari Laut Arafuru ini juga sudah lama sekali mengenal sistem perkebunan. Seperti masyarakat Papua pada umunya, Suku Korowai juga memakan sagu sebagai makanan pokok.

Tapi ada sedikit garis keras nih dalam suku ini. Jika salah seorang melanggar aturan di Suku Korowai, maka akan dihukum mati, dan dagingnya akan dimakan warga suku. Jadi diperkirakan setiap anggota suku ini sudah pernah memakan daging manusia.

Hal tersebut mungkin terdengar sangat sadis, tapi menurut pemahaman Suku Korowai ini adalah tindakan wajar dan setimpal. Suku Korowai pernah masuk ke sebuah film dokumenter BBC pada tahun 2011.

Suku Korowai adalah bukti nyata bahwa setiap daerah di Indonesia memiliki kekayaan yang nyata adanya. Hal ini harus terus kita banggakan serta terus mengupasnya agar dunia luar terus melirik kehebatan dan keunikan tanah Ibu Pertiwi ini.

Referensi: boombastics.com | id.wikipedia.org

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga8%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau92%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mengenal Ragam Buah Asli Indonesia (Bagian 1) Sebelummnya

Mengenal Ragam Buah Asli Indonesia (Bagian 1)

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi Selanjutnya

Mohammad Hatta, Memperjuangkan Ekonomi Rakyat Indonesia Lewat Koperasi

Raka Nugraha
@rakanugraha

Raka Nugraha

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.