Gunung Slamet; Pendakian, Doa dan Harapan

Gunung Slamet; Pendakian, Doa dan Harapan

Kemegahan Gunung Slamet juga tidak lepas dari beragam kisah mistis yang diceritakan oleh masyarakat setempat dan para pendaki © Trip Trus

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Siapa yang tak kenal dengan gunung tertinggi di pulau Jawa, yakni Gunung Semeru atau kerap juga disebut dengan Mahameru. Gunung Semeru berada di provinsi Jawa Timur dan menjadi gunung tertinggi di pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut. Nah, jika Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, maka mari kita tengok Gunung Slamet yang merupakan gunung tertinggi ke dua di pulau Jawa dan menjadi gunung tertinggi provinsi Jawa Tengah.

Gunung Slamet merupakan gunung api aktif yang berada di 5 kabupaten yakni Kabupaten Tegal, Pemalang, Banyumas, Purbalingga dan Brebes. Gunung Slamet menjadi gunung tertinggi di Jawa Tengah dengan ketingggian 3.428 meter di atas permukaan laut. Layaknya gunung-gunung lain di Indonesia, Gunung Slamet juga menjadi salah satu gunung yang diminati bagi para pendaki meskipun memiliki medan yang terjal dan tantangan yang menghadang. Beradasarkan pengalaman para pendaki, Gunung Slamet memiliki sedikit atau bahkan jarang ditemui sumber air. Oleh sebab itu, para pendaki harus membawa persediaan air yang cukup dari bawah. Selain tantangan perihal keberadaan air, Gunung Slamet juga memiliki kabut yang datang dan ketebalannya tidak menentu. Sehingga, para pendaki harus siap siaga supaya tidak tersesat.

Para pendaki yang sampai di puncak Gunung Slamet | Foto : Outdoor Bandung

Meskipun memiliki medan yang sulit, namun Gunung Slamet tetap menjadi salah satu gunung yang berada di daftar pendakian bagi para traveler. Hal tersebut didukung dengan adanya jalur pendakian di beberapa wilayah kabupaten yang berada di kaki Gunung Slamet. Jalur pendakian tersebut yakni jalur Bambangan yang berada di Desa Kutabawa, Kecamatan Kutareja, Kabupaten Purbalingga. Jalur Bambangan ini merupakan jalur yang paling dikenal dan paling populer di kalangan pendaki. Selain jalur Bambangan, ada juga jalur lain yakni jalur dipajaya, jalur Baturaden, jalur Gunung Malang dan jalur Guci. Di antara ke lima jalur tersebut, jalur Guci yang berada di Kabupaten Tegal disebut-sebut sebagai jalur yang memiliki medan paling sulit namun diimbangi dengan pemandangan yang indah.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa Gunung Slamet merupakan gunung berapi aktif, tercatat Gunung Slamet sempat bererupsi beberapa kali yang menyebabkan wilayah-wilayah di sekitarnya merasakan gempa dan tertutup abu vulkanik. Pada Maret 2014 Gunung Slamet menunjukkan aktifitas dan statusnya menjadi Waspada. Berdasarkan data PVMBG, aktifitas vulkanik Gunung Slamet masih fluktuatif. Setelah sempat terjadi gempa letusan hingga 171 kali pada Jumat 14 Maret 2014 dari pukul 00.00-12.00 WIB, pada durasi waktu yang sama, tercatat sebanyak 57 kali gempa letusan. Tercatat pula 51 kali embusan. Selain itu, lima tahun sebelumnya yakni pada tahun 2009, Gunung Slamet pernah mengeluarkan lava pijar. Namun, meskipun berstatus aktif, Gunung Slamet tidak pernah terjadi erupsi skala besar. Hal tersebut erat kaitannya dengan cerita dan mitos yang beredar di masyarkat.

Erupsi Gunung Slamet beberapa waktu yang lalu | Foto : Solopos.com

Kata “slamet” merupakan kata dari bahasa Jawa yang jika dialihbahasakan ke dalam bahasa Indonesia menjadi selamat. Gunung Slamet merupakan wujud doa dan harapan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Slamet. Gunung tersebut diharapkan dapat memberi rasa aman kepada masyarakat yang salah satunya diwujudkan dengan tingkat erupsi yang tidak berskala besar. Selain itu, mitos yang berkembang di masyarakat adalah jika Gunung Slamet meletus maka pulau Jawa akan terbelah menjadi dua karena letak Gunung Slamet nyaris berada di tengah-tengah pulau Jawa. Meskipun tidak terjadi erupsi berskala besar, jalur pendakian ke arah puncak Gunung Slamet akan ditutup jika terjadi aktifitas vulkanik yang dirasa dapat membahayakan pendaki dan masyarakat yang berada di sekitar Gunung Slamet.

Sebagai salah satu kekayaan alam Indonesia, Gunung Slamet harus dijaga keberadaannya dari tangan-tangan jahil yang membuang sampah sembarangan hingga penebangan pohon secara ilegal. Bukan tidak mungkin alam akan berbalik marah kepada manusia karena ulah yang tidak bertanggung jawab. Jadi, mari bersama-sama menjaga alam dan lingkungan sekitar sebagai bentuk mencintai diri sendiri, sesama dan lingkungan.


Catatan kaki: wikipedia | superadventure

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga14%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang21%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi14%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Mengenal Danau Toba, Danau Vulkanik Terbesar Di Dunia Sebelummnya

Mengenal Danau Toba, Danau Vulkanik Terbesar Di Dunia

Wow! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara  Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia Selanjutnya

Wow! Indonesia Menjadi Salah Satu Negara Penghasil Batu Bara Terbesar di Dunia

Wihdi Luthfi
@wihdiluthfi

Wihdi Luthfi

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.