Tujuh Tahun Lagi, Indonesia Akan Berada di Atas Amerika Serikat, di Sektor ini

Tujuh Tahun Lagi, Indonesia Akan Berada di Atas Amerika Serikat, di Sektor ini
info gambar utama

Proyek-proyek geothermal baru yang sedang dibangun di Indonesiadiharapkan akan segera beroperasi di Indonesia beberapa tahun ke depan, dan akan membuat Indonesia menyusul AS sebagai penghasil energi panas bumi terbesar di dunia.

Saat ini, empat dari 10 proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia ada di Indonesia, dan dalam hal keseluruhan output keluaran hanya di belakang AS, yang mempunyai 1/4 kapasitas pembangkit energi panas bumi yang terpasang di dunia.

GlobalData baru-baru ini mengungkapkan bahwa proyek-proyek pembangkit panas buni yang akan sedang dibangun di Indonesia, akan mencakup tambahan lima gigawatt (GW) kapasitas panas bumi saat mereka mulai beroperasi. Para analisis energi dunia mengungkapkan bahwa fasilitas Pembangkit Panas Buni Gunung Salak di Indonesia, yang beroperasi sejak tahun 1994, memiliki kapasitas aktif terbesar saat ini 375 megawatt (MW), sementara proyek Sarulla 1, diluncurkan dua tahun lalu, berada di posisi kedua dengan output 330MW.

Islandia, Filipina, Kenya, dan Turki juga merupakan rumah bagi pembangkit panas bumi yang signifikan, sementara fasilitas Cerro Prieto II dan III di Meksiko menyediakan kapasitas gabungan 440 MW.

Direktur GlobalData, Ankit Mathur mengatakan: “Meksiko memiliki jumlah proyek terbesar kedua di antara daftar 10 proyek panas bumi teratas.

"Namun, pasar panas bumi Meksiko kemungkinan akan menyaksikan pertumbuhan yang sangat sedikit hingga 2030, dengan hanya tiga atau empat proyek dalam pipa dalam tahap pengembangan awal."

Investasi global dalam tenaga panas bumi mencapai $ 4 miliar pada tahun 2023
Meskipun jarang menjadi berita utama, namun energi panas bumi tetap memberikan kontribusi yang signifikan terhadap campuran energi bersih global, dan memiliki keunggulan penting dari ketersediaan yang konstan tanpa terpengaruh pada kondisi lingkungan.

IEA (International Energy Agency) memperkirakan bahwa, pada 2017 saja, pembangkit listrik tenaga panas bumi global diperkirakan mencapai 84,8 terawatt jam (TWh), sementara kapasitas kumulatifnya mencapai 14GW.

Sumber : GlobalData
info gambar

Analis GlobalData menyatakan bahwa kurangnya akses ke keuangan dan risiko investasi terkait telah membuktikan hambatan signifikan terhadap pertumbuhan sektor ini, dengan kapasitas energi panas bumi yang telah mendaftarkan laju pertumbuhan tahunan gabungan hanya 3,2% antara tahun 2000 dan 2018.

Investasi di sektor ini diperkirakan akan tumbuh menjadi $ 4 milyar pada tahun 2023, naik dari sekitar $ 3,2 milyar pada tahun 2018.

Awal tahun ini, Bank Dunia menghiasi pinjaman $ 150 juta untuk Indonesia yang dialokasikan untuk investasi dalam infrastruktur tenaga panas bumi yang sedang tumbuh, disertai dengan $ 127,5 juta dana hibah lagi dari Green Climate Fund and the Clean Technology Fund, dua lembaga yang mendukung pembangunan energi ramah lingkungan.

Sumber: NS Energy

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Akhyari Hananto lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Akhyari Hananto.

Terima kasih telah membaca sampai di sini