Semarang Sabet Penghargaan Kota Wisata Terbersih se-Asia Tenggara

Semarang Sabet Penghargaan Kota Wisata Terbersih se-Asia Tenggara

Kawasan tugu muda Semarang © kissparry.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Menempati sebuah kota yang bersih, asri, dan nyaman adalah dambaan setiap orang. Namun, demi mencapai hal tersebut, perlu adanya usaha dan kerja sama dari berbagai lapisan, mulai dari masyarakat hingga pemerintah.

Kota-kota di Indonesia ternyata memiliki daya tarik sendiri hingga mampu mendatangkan berbagai wisatawan, baik dari lokal maupun dari mancanegara. Dari banyaknya kota wisata yang ada di tanah air ini, Kota Semarang menjadi kota yang dinobatkan sebagai kota wisata paling bersih se-Asia Tenggara.

Piagam penghargaan untuk Semarang sebagai Kota Terbersih se-Asia Tenggara | Foto: instagram.com/semarangprojects

Penghargaan ASEAN Clean Tourist City Standart tersebut diberikan oleh Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara) pada Kamis (16/1) lalu di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, diterima oleh Sekretariat Daerah Semarang Iswar Aminuddin yang mewakili Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Dalam unggahan video instagram @hendrarprihadi dijelaskan secara singkat bahwa penghargaan tersebut berhasil didapatkan oleh Kota Semarang dalam ajang ASEAN Tourism Forum 2020 (ATF) yang digelar di Brunei Darussalam.

“Dibangun tanpa dijaga tak akan ada hasilnya, ini semua hasil dari upaya seluruh sedulur-dulur di Kota Semarang #BergerakBersama mewujudkan #SemarangSekarang #SemarangHebat,” tulis @hendrarprihadi dalam caption unggahannya.

Melalui video tersebut, dijelaskan juga bahwa sebenarnya Kota Semarang pernah masuk dalam nominasi untuk penghargaan tahun 2018 sebagai kota wisata bersih tingkat ASEAN. Namun ternyata dimenangkan oleh Nan, salah satu provinsi yang ada di Thailand.

Sekda Iswa Aminuddin menerima penghargaan untuk Kota Semarang | Foto: istimewa/suaramerdeka.com

Setelah berhasil masuk nominasi tersebut, Kota Semarang mulai mengevaluasi dan berusaha menjadi kota yang lebih baik lagi dengan meningkatkan segala kualitas yang ada di kota tersebut.

Kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia ini pun membenahi segala sudut kota dengan memperindah demi menarik minat wisatawan, termasuk melakukan revitalisasi Kawasan Kota Lama Semarang yang sempat diusulkan untuk mendapatkan stempel situs warisan dunia UNESCO pada beberapa waktu mendatang.

Tak hanya itu, kota dengan luas 373,70 km2 ini juga melakukan berbagai gerakan mulai dari gerakan Semarang wegah nyampah (Semarang tidak mau nyampah) hingga larangan penggunaan sedotan plastik. Selain dua hal tersebut, kantong plastik juga menjadi sorotan dari kota dengan julukan kota lumpia ini.

Masih normalnya emisi gas buang dari kendaraan, serta keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang mencapai lebih dari 30 persen dari total wilayah, juga menjadi faktor kesuksesan berhasil disabetnya penghargaan tersebut.

Jika dihitung dari jumlah wisatawan yang datang sepanjang tahun 2019 lalu, tercatat hingga Mei 2019, ada sebanyak 3,2 juta wisatawan yang berkunjung ke Semarang baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Terhitung ada sekitar 20 persen kunjungan wisatawan mancanegara pada kota tersebut.

Kota Lama menjadi salah satu ikon dari sekian banyak wisata terkenal yang ada di Semarang. Destinasi wisata Ibu Kota Jawa Tengah ini merupakan pusat perdagangan pada abad ke-19 hingga abad ke-20.

Di sini, terdapat sekitar 50 bangunan kuno yang masih berdiri dengan kokoh. Hal tersebut menjadi bukti sejarah pada era kolonialisme di Semarang dengan bangunan-bangunan khas Eropa yang masih terawat dengan baik.

Bangunan ikonik di Kota Lama Semarang | Foto: holamigo.id

Kawasan seluas 31 hektare tersebut menjadi daya tarik wisatawan yang ingin menyusuri sejarah Semarang di masa kolonial. Kawan tersebut rencananya akan dicanangkan sebagai kawasan bebas kendaraan bermotor.

Karena keindahannya, wisata Kota Lama Semarang kerap disebut sebagai Little Netherland karen beberapa bangunan yang menarik perhatian, seperti Gereja Blenduk dan beberapa gedung yang saat ini sudah dialihfungsikan sebagai kafe.

Tidak hanya Kota Lama, Semarang juga memiliki wisata lainnya, mulai dari wisata alam, sejarah, hingga religius, semua ada di kota ini. Berbagai wisata terkenal di Semarang antara lain, Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah, Kawasan Simpang Lima, dan sebagainya.

Selama dua tahun ke depan sampai tahun 2020, penghargaan tersebut akan menjadi milik Kota Semarang. Tentunya, hal itu menjadi tantangan bagi Kota Semarang untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan kualitas kebersihan yang ada.

Penghargaan yang diraih Semarang ini sekaligus menjadikan harapan bagi kota wisata lainnya di Indonesia, seperti Jogja, Denpasar, Malang, Bandung dan lainnya untuk dapat mengukir prestasi serupa.

Referensi: suaramerdeka | liputan6

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih13%
Pilih SenangSenang13%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi25%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Yusheng: Kuliner khas Imlek dengan Ritual Menikmati yang Unik Sebelummnya

Yusheng: Kuliner khas Imlek dengan Ritual Menikmati yang Unik

Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang "Silicon Valley" dari Indonesia di Masa Depan Selanjutnya

Peringkat 2 Dunia, Inilah Penantang "Silicon Valley" dari Indonesia di Masa Depan

Dessy Astuti
@desstutt

Dessy Astuti

Literasi-kata.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.