Sejarah dan Fakta Unik Barongsai

Sejarah dan Fakta Unik Barongsai

Barongsai©Image by wiroj from Pixabay

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Barongsai merupakan kesenian dan kebudayaan yang dibawa oleh masyarakat Tiongkok. Pertunjukan ini kerap dilaksanakan dengan suasana yang meriah dan biasanya dihadirkan ketika perayaan tahun baru Imlek.

Pertunjukan ini terbilang umum di Indonesia, terutama di daerah yang banyak dihuni orang Tionghoa hingga sampai kini tradisi ini masih terus berlanjut.

Lalu, sebenarnya seperti apa sih asal-usuk Barongsai? yuk kita bahas lebih lanjut.

Sejarah Barongsai

Terdapat beberapa versi terkait asal-usul kesenian Barongsai ini. Salah satunya yang cukup populer adalah kisah "Nian", mahkluk yang kerap muncul pada awal musim semi atau tahun baru Imlek untuk mengganggu manusia.

Dalam ceritanya, usaha yang dilakukan masyarakat Tionghoa untuk menakut-nakuti "Nian" adalah dengan cara menggunakan warna-warna merah yang mencolok, bermain petasan dan kembang api, hingga melakukan tarian Barongsai.

Dalam versi lain disebutkan, Barongsai berfungsi sebagai senjata untuk menakuti para roh jahat yang dipercaya menjadi lebih ganas saat awal tahun baru Imlek karena pada dewa-dewi yang kembali ke kahyangan untuk menghadap ke Kaisar Langit pada awal tahun baru Imlek.

Fakta unik Barongsai

Nama "Barongsai" hanya ada di Indonesia

Siapa sangka nama Barongsai yang sangat terkenal adalah sebutan yang hanya terdapat di Indonesia.

Di negeri asalnya sendiri, kesenian ini diketahui dengan nama "Wu Shi", serta secara internasional lebih terkenal dengan nama "Lion Dance".

Kemudian dari mana asal nama Barongsai? Sebutan Barongsai sendiri ialah hasil dari akulturasi antara budaya Nusantara dengan budaya Cina.

Kata "Barong" merujuk pada kesenian Indonesia, tepatnya Bali di mana para penari menari memakai boneka ataupun kostum, sedangkan "sai" berasal dari bahasa Hokkian yang berarti singa.

Sebagai lambang dari lima unsur

Walaupun banyak yang merujuk Barongsai bagaikan Singa, tetapi Barongsai sesungguhnya ialah gabungan dari sebagian hewan. Tiap bagian badan Barongsai tercipta dari lima unsur hewan ataupun makhluk berbeda yang mempunyai arti filosofi masing-masing, di antaranya:

1. Tanduk Barongsai (tanduk ataupun jambul burung): Simbol kehidupan serta generas dan mewakili faktor wanita.

2. Kuping serta Ekor (makhluk mistis): Lambang kebijaksanaan serta keberuntungan.

3. Tulang balik (ular): Ialah pesona serta perlambang kekayaan.

4. Punuk di Balik Kepala (kura- kura): Simbol dari usia yang panjang.

5. Dahu serta Jenggot (naga): Lambang kepemimpinan, kekuatan, dan mewakili faktor wanita

Makna warna dalam Barongsai

Pertunjukan Barongsai selalu diadakan dengan meriah dan semarak. Perihal ini pula terus menjadi terasa sebab Barongsai yang mempunyai badan berwarna- warni mencolok. Kenyataan Barongsai berikutnya yang butuh kalian ketahui merupakan tiap corak ini nyatanya mempunyai makna, lho!

Badan Barongsai biasanya mempunyai 5 corak yang melambangkan 5 arah dalam kompas Cina serta pula kelima faktor kehidupan. Motif tersebut antara lain:

1. Kuning: melambangkan bumi (pusat)

2. Gelap: melambangkan air (utara)

3. Hijau: melambangkan kayu (timur)

4. Merah: melambangkan api (selatan)

5. Putih: melambangkan logam (barat)

Instrumen musik pertunjukan Barongsai

Tidak hanya motif, kemeriahan pertunjukan Barongsai pula diciptakan dari musik yang meriah.

Biasanya ada tiga instrumen musik utama dalam suatu pertunjukan Barongsai, ialah: drum, simbal, serta pula gong.

Suara dari drum membagikan penekanan serta arahan pada gerakan dan manuver dari Barongsai, sebaliknya instrumen simbal serta gong menggambarkan emosi dari Barongsai.

Berat kepala Barongsai mencapai 25 kg

Bagian kepala Barongsai dibuat dari olahan pulp ataupun bubur kertas serta mempunyai berat mencapai 25 kg.

Dengan bobot yang sangat berat serta bermacam atraksi akrobat, tidak heran bila di negara asalnya para pemain Barongsai sangat memahami bela diri Wu Shu.

Referensi: Milenialjoss.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga20%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi20%
Pilih TerpukauTerpukau60%

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
1.500 Artefak Indonesia Ini Akhirnya Pulang Kampung Sebelummnya

1.500 Artefak Indonesia Ini Akhirnya Pulang Kampung

Komik Si Nopal yang Mendunia Lewat Kerjasama dengan Facebook Selanjutnya

Komik Si Nopal yang Mendunia Lewat Kerjasama dengan Facebook

Tedy Tedy
@generasimilenial

Tedy Tedy

https://milenialjoss.com/

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.