Canggihnya Kendaraan Darurat di Bandara Soetta

Canggihnya Kendaraan Darurat di Bandara Soetta
info gambar utama
  • Mengenal MCP, kendaraan untuk keadaan darurat di Bandara Soekarno-Hatta.
  • Kendaraan ini berbentuk bus yang badannya bisa dilebarkan.
  • MCP dilengkapi dengan fitur-fitur canggih dalam menjalankan tugasnya.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta kedatangan armada baru, tapi kali ini bukan pesawat melainkan kendaraan khusus keadaan darurat. Kendaraan bernama Mobile Command Post (MCP) ini diperkenalkan pada Sabtu (25/1) pekan lalu.

Mobile Command Post atau yang dalam bahasa Indonesia bernama Pos Komando Bergerak, bertugas menangani keadaan darurat (emergency condition) di bandara. Keadaan darurat ini misalnya insiden atau kecelakaan dalam penerbangan di area bandara.

Armada MCP berbentuk bus besar dengan 10 roda. Kendaraan tersebut bisa berubah jadi pos komando dengan melebarkan badan bus, agar ruangan di dalam lebih luas.

MCP dilengkapi dengan berbagai perangkat teknologi dan komunikasi canggih sebagai pusat komando, komunikasi, koordinasi dan pengambilan keputusan di lapangan ketika terjadi keadaan darurat.

Untuk ruangan-ruangannya, Mobile Command Post dibagi ke 3 area yaitu drivers cabin, planning area, restroom dengan pantry dan toilet, conference room, dan work area/administration room.

Dalam siaran persnya, Presiden Direktur PT. Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan adanya MCP membuat Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat semakin cepat merespons dan menanggulangi keadaan darurat.

“Mobile Command Post hanya diaktifkan ketika terjadi keadaan darurat atau saat latihan. Adanya pos bergerak yang berisi seluruh personil berkepentingan ini membuat penanggulangan keadaan darurat menjadi lebih cepat sehingga operasional bandara juga dapat cepat normal kembali,” terangnya.

Di dalam praktiknya, MCP adalah tempat berkumpulnya Komandan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK), Komandan Kepolisian dan Keamanan Bandara, Koordinator Kesehatan, Koordinator Transportasi, dan Kepala Forensik.

MCP juga berkoordinasi erat dengan personil yang ada di Emergency Operation Center (EOC) Bandara Soekarno-Hatta.

“Keberadaan MCP ini merupakan upaya PT Angkasa Pura II dalam menciptakan ekosistem dalam melakukan penanggulangan keadaan darurat secara terintegrasi. Dengan demikian, standar operasional prosedur di Soekarno-Hatta dalam menangani emergency sudah lebih tinggi,” pungkas Muhammad Awaluddin.**

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini