Jet Tempur Seharga Rp1,5 T dalam Incaran Indonesia

Jet Tempur Seharga Rp1,5 T dalam Incaran Indonesia
info gambar utama
  • Mengenal Rafale, jet tempur canggih yang hendak dibeli Indonesia.
  • Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menyatakan ketertarikannya memboyong Rafale saat berkunjung ke Paris.
  • Rafale dibekali persenjataan canggih untuk memaksimalkan performanya di medan perang.

Tarik ulur pembelian Sukhoi SU-35 membuat Indonesia melirik opsi lain. Melalui Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, armada militer Indonesia rencananya akan memboyong 48 unit jet canggih asal Prancis, bernama Dassault Rafale.

Ketertarikan membeli Rafale bermula saat Prabowo berkunjung ke Paris pada 11-13 Januari 2020 lalu. Kebetulan, Indonesia juga baru saja dilanda konfrontasi dengan Tiongkok terkait perairan Natuna, dan butuh menguatkan armada militernya.

“Kedaulatan dan kemerdekaan itu harus dipertahankan dan pertahanan itu butuh investasi,” ucap Prabowo, dikutip dari katadata.

Dassault Rafale merupakan tipe pesawat jet tercanggih dari Dassault Aviation. Perusahaan itu mengkalim Rafale adalah satu-satunya jet tempur buatan Eropa yang bersensor radar elektronik. Dengan fitur itu, Rafale dapat mendeteksi ancaman lebih cepat dan melacak beberapa target sekaligus.

Target-target itu mencakup di darat, air, dan udara. Rafale bisa melakukannya karena juga memiliki sistem Front Sensor Optronics (FSO) yang terintegrasi penuh dalam pesawat.

Fitur-fitur ini membuat Rafale memiliki beragam fungsi. Ia bisa dipakai untuk mengawasi musuh tanpa terdeteksi, membidik sasaran dengan presisi, lalu melancarkan serangan udara. Bahkan tak hanya untuk pertahanan udara, Rafale juga berguna sebagai anti-serangan rudal kapal perang.

Kemampuan lain dari Rafale adalah meminta bantuan dari pesawat jet lainnya saat kehabisan bahan bakar. Namanya buddy-buddy refueling, yang memungkinkan Rafale mengisi bahan bakar tanpa perlu mendarat dan tanpa kapal induk.

Untuk harganya, data dari AirCraftCompare.com menyebut angka USD 115 juta per unitnya, atau setara dengan Rp1,5 triliun.

Foto: Eric feferberg/AFP
info gambar

Misi-misi yang pernah diarungi Rafale

Sebagai jet tempur, ketangguhan Rafale telah teruji beragam misi di medan perang. Pesawat ini pernah dipakai AU dan AL Prancis di misi Afghanistan tahun 2006-2011, lalu di tahun 2011 terlibat misi angkatan bersenjata Prancis di Libya.

"Selama konflik Libya, ratusan target seperti tank, kendaraan lapis baja, penempatan artileri, tempat penyimpanan, pusat komando dan sistem pertahanan udara (SA-3 Goa dan SA-8 Peluncur Gecko fixed dan mobile SAM) dipukul dengan akurasi yang menghancurkan oleh kru udara Rafale," demikian keterangan yang tertera di situsweb Dassault Aviation.

Untuk misi terbarunya, Rafale beraksi di Operasi Chammal dalam serangan udara ke terowongan bawah tanah kelompok ISIS di Irak pada Oktober 2019. Saat itu Rafale menjadi bagian dari misi koalisi beberapa negara, untuk melawan ISIS di Irak dan Suriah.

Referensi: CNN Indonesia | katadata.co.id | indopolitika.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini