PetaBencana.id, Platform Pelaporan Bencana di Media Sosial

PetaBencana.id, Platform Pelaporan Bencana di Media Sosial
info gambar utama

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Yayasan Peta Bencana yang didukung oleh PLN serta Bank BRI, meluncurkan platform pelaporan bencana bernama PetaBencana.id.

Platform yang bisa digunakan secara skala nasional ini diluncurkan pada Selasa (11/2) kemarin di kompetisi #112Challenge. Dalam kompetisi yang diikuti 125 organisasi di 56 kabupaten/kota dan 17 provinsi tersebut, disimulasikan pelaporan banjir dan pembagian informasi real-time melalui PetaBencana.id.

“PetaBencana.id adalah platform yang terbuka dan gratis dalam menyediakan informasi bencana real-time dan komunikasi transparan antara warga dan lembaga pemerintah, untuk mengurangi risiko dan mempercepat waktu tanggap darurat," terang Direktur PetaBencana.id, Nashin Mahtani, dalam keterangan resminya.

"Platform online ini memanfaatkan penggunaan media sosial untuk memilah informasi bencana dari warga di lokasi bencana, yang memiliki informasi paling mutakhir, dan menampilkan informasi ini langsung dalam peta berbasis web," lanjutnya.

Simulasi penggunaan PetaBencana.id | Foto: Dok. BNPB
info gambar

Nashin Mahtani menambahkan bahwa almarhum Pak Sutopo mempunyai peran sangat penting dalam pengembangan Petabencana.id, sebagai media utama berbagi informasi bencana, yang diharapkan dapat menghasilkan gambaran yang komprehensif dari kejadian bencana, dan memungkinkan warga, lembaga kemanusiaan, dan instansi pemerintah untuk membuat keputusan berbasis informasi yang memadai pada keadaan darurat.

Menanggapi peluncuran platform skala nasional tersebut, Agus Wibowo, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, mengatakan,

“Transparansi platform ini menyediakan keterbukaan akses pada informasi darurat yang dibutuhkan untuk membuat keputusan bagi warga, organisasi komunitas, lembaga kemanusiaan, dan lembaga pemerintah, sehingga membangun kolaborasi dan respon yang terkoordinasi dalam kejadian bencana di seluruh wilayah Indonesia.”

Sejak tahun 2013, PetaBencana.id sudah digunakan oleh jutaan pengguna di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) serta kota besar lain seperti Kota Bandung, Semarang dan Surabaya.

Yayasan Peta Bencana mengembangkan platform tersebut dan memenangkan beberapa penghargaan seperti United Nations Public Service Award 2019. Palang Merah Internasional juga merekomendasikan proyek ini sebagai model untuk partisipasi masyarakat dalam respon bencana.

Terhitung saat ini, semua penduduk Indonesia bisa mengirimkan laporan bencana dengan mencuit @petabencana, mengirim pesan Facebook ke @petabencana, atau mengirim pesan telegram ke @bencanabot.

Pemerintah juga memantau peta tersebut untuk mengukur situasi dan respon yang sesuai, juga dapat menampilkan kondisi terkini pada peta untuk memperingatkan warga tentang kondisi bencana.

Mengacu pada bukti bahwa pengumpulan, pembagian dan visualisasi data berbasis komunitas telah mengurangi risiko bencana dan membantu upaya pertolongan, pada tahun 2020 platform ini akan berekspansi untuk mendukung seluruh Indonesia.

Selanjutnya, masih di tahun yang sama PetaBencana.id juga akan mengembangkan mekanisme laporan dengan menyertakan laporan bencana lain, termasuk gunung api, gempa bumi, angin kencang, serta kebakaran hutan lahan.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini