7 Koleksi Motor Antik Museum Transportasi

7 Koleksi Motor Antik Museum Transportasi

Ilustrasi motor antik © iwanbanaran.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Bagi pecinta otomotif, mengoleksi motor antik adalah sebuah hobi yang mengasyikan meskipun dengan biaya yang tidak murah.

Untuk Kawan GNFI yang tidak bisa mengoleksi motor antik tapi ingin melihat-lihatnya, kalian bisa datang ke Museum Transportasi yang berada di Taman Mini Indonesia Indah.

Pada museum tersebut, terdapat banyak sekali koleksi moda transportasi, salah satunya koleksi motor antik. Ada sekitar 7 koleksi motor antik di Museum Transportasi yang berada di anjungan darat.

Berikut 7 koleksi motor antik Museum Transportasi.

Honda 90 CC dan 70 CC

Honda 90 CC (kiri) dan 70 CC (kanan) | Foto: Dessy Astuti/GNFI

Pada masa lampau, sepeda motor keluaran Honda memiliki ciri khas berwarna merah, seperti dua sepeda motor ini Honda 90 CC dan 70 CC. Meskipun terlihat sama, kedua motor ini memiliki perbedaan

Honda 90 CC pertama kali didaftarkan dengan plat nomor B 4517 YT yang resmi beroperasi pada 13 Desember 1968, dengan kecepatan maksimalm120 Km/jam.

Berbeda dengan 90 CC, Honda 70 CC memiliki sayap berwarna putih dengan plat nomor D 3197 VA yang resmi beroperasi pada 1 Juni 1976. Kecepatan maksimal honda ini ialah 80 Km/jam.

Motor BMW

Motor BMW | Foto: Dessy Astuti/GNFI

Sepeda motor buat Jerman ini bertipe R26 berwarna hitam metalik yang resmi beroperasi di Indonesia khususnya Pulau Jawa pada tahun 1960-an.

Sama seperti motor tiger, motor dengan kecepatan maksimal 60 Km/jam dan kapasitas mesin 350 CC ini memiliki tangkai pengisian bahan bakar di bagian depan dengan plat logo BMW di sisi kiri tangka.

Motor BMW dipandang sebagai motor kuat dan berteknologi tinggi yang dirancang dapat menjelajahi hutan belantara, lading salju, hingga lintasan balap motor

Vespa 150 CC

Vespa 150 CC | Foto: Dessy Astuti/GNFI

Bagi penggunanya, mengendarai Vespa adalah simbol kenyamanan dan keamanan. Sepeda motor buatan Italia tahun 1951 ini sudah mulau beroperasi di Indonesia sejak tahun 1960-an.

Motor yang memiliki kecepatan maksimal 60 Km/jam dan kapasitas mesin 150 CC ini mempunyai komunitas kendaaran terbesar kedua di dunia yakni sekitar 40.000 orang.

Kayuh Zundap

Kayuh Zundap | Foto: Dessy Astuti/GNFI

Kayuh Zundap adalah sepeda motor kayuh yang diproduksi Jerman pada 1963 dan masih menggunakan starter berbentuk peda. Pedal ini memiliki fungsi, selain untuk menghidupkan mesin juga digunakan sebagai rem.

Sepeda motor berkapasitas 50 CC dan kecepatan maksimum 80 Km/jam ini dilengkapi dengan satu kursi penumpang dan tangki bahan bakar di bagian depan. Ada yang unik dari motor ini, saat bahan bakarnya habis, sepeda motor ini masih bisa dijalankan dengan cara dikayuh.

Namun kini, sepeda motor buatan Jerman ini tentunya sudah terganti oleh sepeda motor yang lebih modern.

Vespa 125 CC

Vespa 125 CC | Foto: Dessy Astuti/GNFI

Meskipun memiliki kecepatan maksimum yang sama dengan koleksi Vespa sebelumnya, Vespa ini memiliki kapasitas mesin yang berbeda yaitu sebesar 125 CC.

Vespa ini pertama kali didaftarkan dengan plat nomor B 1284 H dan resmi beroperasi pada 9 Juni 1964.

Seperti artinya dalam bahasa Italia, Vespa ialah sejenis lebah. Maka dari itu, sepeda motor ini didesain seperti lebah.

Honda Sport 90 CC

Honda Benly 90 | Foto: Dessy Astuti/GNFI

Dikenal dengan sebutan Honda S90, Honda CS90, Honda Super 90, dan Honda Benly 90, sepeda motor ini memiliki warna biru metalik dengan tangka bahan bakar berada di bagian depan jok.

Sepeda motor buatan Jepang tahun 1975 ini memiliki kecepatan maksimum 120 Km/jam dengan kapasitan mesin 90 CC.

DKW Hummel

Dampf Kraft Wagen Hummel | Foto: Dessy Astuti/GNFI

DKW (Dampf Kraft Wagen) Hummel adalah salah satu jenis sepeda motor yang hadir pada masa kolonial Belanda. Pada masa Hindia Belanda, motor ini hanya dimiliki oleh warga Belanda dan para bangsawan, karena sepeda motor dianggap masih menjadi barang yang langka dan mahal.

Sepeda motor ini adalah buatan Jerman sekitar tahun 1951 dengan warna merah berplat nomor B 4181 AB berkeepatan maksimal 100 Km/jam.

DKW Hammel merupakan salah satu jenis motor berkapasitas mesin kecil 50 CC yang berjaya di Indonesia dengan memiliki desain mewah yang dilengkapi kursi ganda dan tangka bahan bakar berukuran lebih besar.

Itulah koleksi motor antic yang ada di Museum Transportasi. Bagaimana? Apakah Kawan GNFI tertarik juga untuk mengoleksinya?***

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Begini Cara Indonesia Antisipasi Virus Corona Sebelummnya

Begini Cara Indonesia Antisipasi Virus Corona

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik Selanjutnya

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik

Dessy Astuti
@desstutt

Dessy Astuti

Literasi-kata.blogspot.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.