Beras Siger, Inovasi Pangan Pengganti Beras Konvensional

Beras Siger, Inovasi Pangan Pengganti Beras Konvensional

Penampakan dari beras siger © Bukalapak.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Buat Kawan GNFI yang lagi pingin makan nasi putih tapi takut gula darah naik atau sedang diet, kini ada solusi untuk permasalah tersebut, yaitu beras siger. Sri Rahayu, Ketua Kelompok Wanita Tani Cahaya Sejahtera, dari Desa Semuli Jaya, Kecamatan Abung, menuturkan bahwa beras siger dapat menggantikan beras konvensional sebagai makanan poko masyarakat.

Alasan ini didasari oleh bahan baku dari beras siger yang berasal dari singkong. Singkong sendiri adalah salah satu umbi-umbian yang memiliki nilai gizi yang hampir sama dengan beras atau nasi putih. Salah satu perbedaanya yaitu pada kandungan karbohidrat dari singkong yang lebih rendah dari nasi putih.

Umbi singkong | Foto: honestdocs.id

Salah satu keunggulan lain dari beras siger ini adalah rasa kenyang yang didapatkan dari mengkonsumsi beras siger dapat lebih awet. Karena kandungan serat yang dimiliki oleh singkong yang lebih tinggi dari nasi putih. Sehingga beras siger ini juga lebih menyehatkan jika dibanding dengan nasi putih, karena juga memiliki kadar gula yang lebih rendah.

Beras siger dapat dikatakan sebagai sejenis beras modifikasi dari tiwul yang biasanya membutuhkan waktu sampai 14 hari dalam pembuatanya. Waktu 14 hari tersebut dihitung dari awal mulai pengupasan, perendaman, sampai pengeringan. Dalam pembuatanya beras siger ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga membutuhkan ketelatenan.

Beras siger dalam kemasan | Foto:brilio.net

Biasanya dalam satu kali produksi beras siger dengan bahan 50 kg singkong, setelah dikupas dan dibersihkan bobot singkong berkurang menjadi 30 kg. Dan setelah melewati proses pengeringan menjadi gaplek, beratnya menjadi 13 kg. Kemudian pada proses pembuatan menjadi beras siger bobotnya akan berkurang lagi menjadi 9 kg.

Setelah melalui tahap produksi beras siger ini memiliki terbagi dalam dua jenis yaitu beras yang memiliki warnan cokelat muda dan beras yang memiliki warna hitam. Warna hitam dari beras tersebut didapatkan dari proses fermentasi dari beras siger. Untuk penjualan, beras siger ini dijual dengan harga sekitar Rp15.000 per kilo.

Sumber: lampost.co | lampungprov.go.id | kompas.com

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Tiwul, Makanan Pengganti Nasi Yang Masih dipandang Sebelah Mata Sebelummnya

Tiwul, Makanan Pengganti Nasi Yang Masih dipandang Sebelah Mata

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik Selanjutnya

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik

Ahmad Taufiq
@taufiq_am

Ahmad Taufiq

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.