Tiwul, Makanan Pengganti Nasi Yang Masih dipandang Sebelah Mata

Tiwul, Makanan Pengganti Nasi Yang Masih dipandang Sebelah Mata
info gambar utama

Selain nasi masyrakat Indonesia juga memiliki makanan pokok lain, seperti sagu, jagung, atau singkong. Di pulau Jawa khusunya pada masyarkat Jawa, memilki makanan pokok pengganti nasi, yang merupakan olahan dari singkong yaitu nasi tiwul. sebagai makanan pengganti biasanya nasi tiwul ini disajikan ketika sedang tidak ada beras atau persediaan beras yang menipis.

gaplek atau singkong yang telah dikeringkan | Foto: danadesa.id
info gambar

Berbeda dengan beras yang prosesnya cepat, dalam membuat nasi tiwul ini memerlukan waktu yang cukup lama. Pertama, singkong yang telah didapat dari kebun dikupas lalu dibersihkan, dan setelah itu dijemur sampai kering menjadi gaplek. Proses pengeringan ini yang biasanya cukup memakan waktu yang lama sampai beberapa hari tergantung kondisi cuaca.

Kedua, setelah singkong tadi menjadi gaplek, kemudian masuk pada proses penumbukan. Proses ini bertujuan untuk membuat gaplek menjadi tepung. Saat proses penumbukan biasanya juga digunakan beberapa cipratan air untuk membantu proses penumbukan. Setelah gaplek tadi berubah jadi seperti tepung, tepung gaplek siap untuk dimasak menjadi nasi tiwul.

Dalam proses pemasakan nasi tiwul, biasanya menggunakan dandang atau kukusan. Sebelum tepung gaplek tadi di masak, letakan terlebih dahulu daun pisang sebagai alas. Proses pengukusan ini biasanya memakan waktu sekitar satu jam. Walupun digunakan sebagai makanan pengganti nasi, tiwul ini memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan.

Apalagi dengan kandungan karbohidrat yang lebih sedikit, tiwul ini tetap bisa dikonsumsi oleh mereka yang menderita diabetes. Untuk asal-usul dari tiwul sendiri Fadly Rahman, sejarawan dari Universitas Padjadjaran, makanan tiwul sudah ada di Indonesia sejak tahun 1930-an. Sedangkan untuk tanaman singkong sendiri sudah ada jauh sebelumnya, ketika oleh penjelajah dari Spanyol dan Portugis.

Tanaman singkong dan umbinya | Foto:kampustani.com
info gambar

Nasi tiwul mulai menjadi makanan pokok pengganti nasi ketika pada masa penjajahan Jepang. Pada masa itu beras sangat sulit didapat, sehingga masyarakat berinisitaif mencari makanan pokok lain. Karena ketika itu tanaman yang paling mudah ditanam dan dipanen adalah singkong, maka singkong ini menjadi bahan alternatif pengganti nasi.

Dan salah satu hasil turunan dari singkong ini adalah nasi tiwul yang berasal dari gaplek. Selain mudah ditanam, singkong juga mengenyangkan dan juga tahan lama ketika disimpan. Sampai saat ini nasi tiwul ini masih menjadi pilihan atau alternatif pengganti nasi, selain karena alasan beras sulit didapat juga alasan lain seperti kesehatan.

Sumber: liputan6.com | fimela.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini