Simbol Kesabaran dalam Kain Asal Jawa 'Stagen'

Simbol Kesabaran dalam Kain Asal Jawa 'Stagen'

Kebaya Brokat Pernikahan Adat Jawa ©mm.beautynesia.id

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Kebaya merupakan jenis busana tradisional yang dipakai oleh kalangan perempuan Jawa. Khususnya, daerah Jogja dan Solo. Namun, pada artikel kali ini saya tidak akan membahas mengenai pakaiannya melainkan tentang kain pelengkapnya, yaitu stagen.

Stagen adalah kain panjang yang menjadi pelengkap pakaian tradisional Jawa. Kain ini lebarnya sekitar 15cm dan panjangnya sekitar 5-10 meter. Cara menggunakannya yaitu dengan melilitnya ke pinggang setelah menggunakan kain panjang atau biasa disebut sebagai pengunci kain panjang agar tidak jatuh. Setelah itu, barulah memakai pakaian bagian atas seperti kebaya bagi wanita dan beskap bagi laki-laki.

Stagen tak hanya sebagai pengunci kain dan pelengkap pakaian saja, tetapi diyakini perempuan Jawa sebagai membentuk postur tubuh, khususnya merampingkan perut. Maka tak heran, jika perempuan Jawa memakai stagen hingga tiga bulan pasca melahirkan hal ini dilakukan agar bentuk perutnya kembali ideal. Pelipatan dan penggunaan stagen memiliki aturan sendiri. Pada saat memakai stagen gulungan harus berada di atas tangan. Sedangkan saat melipatnya gulungan ada di bawah tangan.

Dalam filosofi Jawa kain stagen yang bentuknya memanjang disimbolkan sebagai usus panjang, yang berarti selalu sabar. Seperti halnya pada proses pembuatannya yang cukup lama membutuhkan ketekunan dan kesabaran. Begitu juga fungsi dari stagen sendiri yang dipakai dengan dililitkan di sekitar pinggang dengan rapat, membuat orang yang memakainya tidak bisa bergerak dengan lincah dan leluasa, juga pergerakannya pun terbatas. Sehingga, harus bersabar bagi orang yang memakainya.

Dahulu kain stagen hanya dibuat satu warna saja, seperti warna hitam, biru, merah ataupun hijau. Namun, saat ini stagen sudah berinovasi menjadi warna-warni, atau biasa disebut dengan Rainbow stagen yang terinspirasi dari kain lurik bermotif garis-garis yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa. Cara menggunakannya sama saja dengan kain stagen yang polos, dan cara pembuatannya pun juga sama yaitu dengan alat tenun bukan mesin.

*

Dilansir dari berbagai sumber.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Keris Pangeran Diponegoro Kembali Ke Indonesia Setelah Hilang Lebih Dari Satu Abad Sebelummnya

Keris Pangeran Diponegoro Kembali Ke Indonesia Setelah Hilang Lebih Dari Satu Abad

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik Selanjutnya

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik

Putri Maulida
@putrimaulida

Putri Maulida

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.