Fungsi Angka Pada Papan Nama Stasiun Kereta Api

Fungsi Angka Pada Papan Nama Stasiun Kereta Api
info gambar utama

Kereta api adalah salah satu moda transportasi umum yang paling banyak digunakan oleh masyarakat selain bus, mengingat kenyamanan dan efisiensinya. Tentunya, bagi Kawan GNFI yang hendak naik kereta api haruslah menuju stasiun kereta api asal. Nah, di setiap stasiun pemberhentian ada papan nama stasiun. Pada papan nama stasiun tersebut, apakah Kawan GNFI pernah memerhatikan adanya angka beserta tanda plus (+)?

Jika Kawan GNFI belum menyadarinya, di bawah ini adalah contoh papan nama stasiun tersebut.

Papan Nama Stasiun | Foto : inLine
info gambar

Nah, kira-kira, apakah Kawan GNFI tahu apa arti di balik tanda dan angka di setiap papan nama stasiun tersebut? Mungkin ada beberapa Kawan GNFI yang mengira itu adalah jarak antara papan stasiun dengan lokasi stasiun berada, misal ada tanda +4 M, mungkin diartikan sebagai jarak 4 meter dari lokasi stasiun.

Namun, ternyata bukan itu maknanya, wahai Kawan GNFI. Arti sebenarnya dari angka dan tanda di papan nama stasiun tersebut adalah informasi ketinggian lokasi tersebut dalam hal ini lokasi stasiun dari permukaan air laut. Sementara itu, ada dua tanda mendahului angka-angka tersebut yakni tanda plus (+) atau tanda minus (-). Tanda plus dalam hal ini menandakan bahwa lokasi tersebut berada di atas permukaan air laut, sementara, tanda minus menandakan bahwa lokasi tersebut berada di bawah permukaan air laut.

Nah, selain menunjukkan ketinggian lokasi stasiun, angka yang terdapat pada papan nama stasiun juga berfungsi sebagai penentu waktu tempuh dan kecepatan kereta dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Dilansir dari bobo.id, fungsi tanda dan angka tersebut yakni untuk menentukan bobot kereta dan jenis lokomotif yang sebaiknya digunakan di stasiun atau daerah tersebut. Masih dalam situs yang sama dicontohkan dengan Stasiun Cikampek. Pada papan nama stasiun tersebut terdapat tanda +46 yang menandakan bahwa Stasiun Cikampek berada di ketinggian 46 meter di atas permukaan air laut. Semakin tinggi letak stasiun dari permukaan air laut atau semakin besar angkanya, maka dibutuhkan lokomotif yang mampu menanjak dengan berat gerbong tertentu.

Lokomotif | Foto : Pinterest
info gambar

Hal tersebut juga berlaku pada angka yang relatif kecil atau bahkah minus, pada wilayah tersebut jika suatu waktu terjadi banjir maka stasiun tersebut memerlukan lokomotif yang bukan transmisi elektrik lantaran mudah terjadi konsleting yang nantinya dapat membahayakan semua orang.

Meskipun berukuran kecil dan jarang disadari, ternyata keberadaan angka penanda tersebut sangat berguna, ya Kawan GNFI. Selain berguna bagi para penumpang sebagai informasi, hal tersebut juga sangat diperlukan bagi masinis untuk menentukan lokomotif yang tepat dan juga muatan yang tepat.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Widhi Luthfi lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Widhi Luthfi.

Terima kasih telah membaca sampai di sini