Cegah Corona, Pemkot Surabaya Kembangkan Bilik Sterilisasi

Cegah Corona, Pemkot Surabaya Kembangkan Bilik Sterilisasi
info gambar utama

Surabaya menjadi salah satu daerah di Indonesia yang sudah masuk dalam lingkar merah penyebaran virus corona. Dampak dari status tersebut membuat kondisi Surabaya menjadi relatif ramai lancar, tidak seperti sebelumnya yang sangat ramai bahkan di jalan-jalan sampai terjadi macet. Beberapa toko-toko kecil juga sudah mulai tutup sebagai usaha untuk menghindari penyebaran dari virus corona.

Bilik sterilisasi chamber | Foto: bekasi.pikiran-rakyat.com
info gambar

Selain menganjurkan warganya untuk melakukan social distancing sebagai upaya dalam menenkan penyebaran virus corona. Pemerintah Kota Surabaya juga mengembangkan sebuah alat yang diberi nama bilik sterilisasi, ide ini berawal dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Risma juga mengatakan bahwa Surabaya bukanlah kota pertama yang menggunakan metode seperti ini.

Sebelumnya sudah ada kota-kota lain, dan bentuk dari bilik sterilisasi ini sendiri bermacam-macam seperti ada yang berbentuk tenda dan ada juga yang berbentuk seperti tempat cuci mobil. Dalam pengembanganya Pemkot Surabaya bekerja sama dengan Institut Teknologi Telkom Surabaya, yang berperan sebagai pembuat desain dan perealisasi dari bilik sterilisasi tersebut.

Selain itu Risma juga berpendapat bahwa metode sterilisasi dengan menggunakan bilik seperti ini akan lebih efektif, karena dapat menjagkau seluruh bagian tubuh, mulai dari atas hingga bawah. Dalam prosesnya, akhirnya pihak dari Institut Teknologi Telkom Surabaya membuat dua desain bilik sterilisasi, yang pertama berbentuk chamber (ruangan) dan yang kedua berbentuk tunnel (terowongan).

Bilik sterilisasi tunnel | Foto: jatim.sindonews.com
info gambar

Untuk bilik sterilisasi yang berbentuk chamber bekerja dengan cara cairan disinfektan akan diputar dan menjadi uap lalu kemudian diarahkan ke ruangan atau bilik. Hampir sama dengan chamber untuk bilik sterilisasi yang berbentuk tunnel bekerja dengan menyemprotkan cairan disinfektan pada tubuh melalui berbagai sisi.

Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona, nantinya bilik-bilik sterilisasi ini akan ditempatkan diberbagai tempat umum seperti, kantor pelayanan publik yang tersebar diseluh penjuru Kota Surabaya. Per tanggal 21 Maret 2019 bilik sterilisasi ini sudah mulai diproduksi secara masal, targetnya dalam satu hari dapat membuat 10 bilik sterilisasi. Dan juga nantinya bilik sterilisasi ini juga akan terus disempurnakan agar menjadi lebih efektif dan efisien dalam menekan persebaran dari virus corona.

Sumber: kompas.com | detik.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini