Pemkot Semarang Produksi APD Sendiri untuk Tenaga Medis Lawan Covid-19

Pemkot Semarang Produksi APD Sendiri untuk Tenaga Medis Lawan Covid-19

Ilustrasi Gambar APD oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo © Pemprov Jawa Tengah

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠. Rekomendasi lain dari WHO

Dengan semakin merebaknya virus corona, Alat Pelindung Diri (APD) semakin langka dan sulit ditemukan. Jika ada pun harganya kini sudah melambung tinggi, sedangkan kebutuhan Rumah Sakit semakin meningkat.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berusaha untuk memproduksi APD secara mandiri untuk penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) menyampaikan pada Tempo, "Dalam memproduksi APD, Dinas Kesehatan Kota Semarang dibantu oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang melalui Balai Latihan Kerja dengan melibatkan masyarakat."

Lebih lanjut Hendi mengatakan bahan yang digunakan adalah material khusus berbahan polypropylene spunbound yang akan diproduksi di Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang.

Produksi APD ini ditargetkan mencapai 100 buah per hari dengan target keseluruhan adalah 5.000 buah yang akan dikoordinasi oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang.

Dilansir oleh Detik, Hendi Menambahkan bahwa, "Mekanismenya setelah APD selesai dijahit, akan disterilkan di RSUD KRMT Wongsonegoro, kemudian setelah itu baru dikemas untuk dikirimkan ke DKK untuk didistribusikan."

Produksi APD Pemkot Semarang. Foto: Pemkot Semarang
Produksi APD Pemkot Semarang. Foto: Pemkot Semarang

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang yang juga Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan bahwa bahan polypropylene spunbound untuk membuat APD disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.

"Jadi nanti dari Dinas Kesehatan Kota Semarang yang akan mengadakan bahannya, jadi di BLK tinggal menjahit," terangnya. "Sesuai arahan Pak Wali konsep produksi APD kami adalah Bergerak Bersama, sehingga peran masyarakat menjadi faktor penting pencapaian target produksi tersebut," ucap Hevearita pada Tempo.

Hevearita menegaskan bahwa APD yang akan diproduksi Pemkot Semarang ini tidak akan diperjualbelikan, tetapi akan didistribusikan secara gratis untuk pemenuhan kebutuhan APD. Sedangkan mekanisme distribusinya sendiri akan menjadi wewenang Dinas Kesehatan Kota Semarang.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Hindari menyentuh wajah
  6. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi100%
Pilih TerpukauTerpukau0%
Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Editor:
Yufi Eko Firmansyah

Tak Hanya Rendang dan Nasi Goreng, Ternyata Sop Buntut juga Tenar di Mancanegara Sebelummnya

Tak Hanya Rendang dan Nasi Goreng, Ternyata Sop Buntut juga Tenar di Mancanegara

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik Selanjutnya

Pentingnya Narasi Bijak Para Pejabat Publik

Indah Gilang  Pusparani
@indahgilang

Indah Gilang Pusparani

http://www.indahgilang.com

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.