Pemkot Semarang Produksi APD Sendiri untuk Tenaga Medis Lawan Covid-19

Pemkot Semarang Produksi APD Sendiri untuk Tenaga Medis Lawan Covid-19
info gambar utama

Dengan semakin merebaknya virus corona, Alat Pelindung Diri (APD) semakin langka dan sulit ditemukan. Jika ada pun harganya kini sudah melambung tinggi, sedangkan kebutuhan Rumah Sakit semakin meningkat.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berusaha untuk memproduksi APD secara mandiri untuk penanganan penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Tengah.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (Hendi) menyampaikan pada Tempo, "Dalam memproduksi APD, Dinas Kesehatan Kota Semarang dibantu oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang melalui Balai Latihan Kerja dengan melibatkan masyarakat."

Lebih lanjut Hendi mengatakan bahan yang digunakan adalah material khusus berbahan polypropylene spunbound yang akan diproduksi di Balai Latihan Kerja Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang.

Produksi APD ini ditargetkan mencapai 100 buah per hari dengan target keseluruhan adalah 5.000 buah yang akan dikoordinasi oleh Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang.

Dilansir oleh Detik, Hendi Menambahkan bahwa, "Mekanismenya setelah APD selesai dijahit, akan disterilkan di RSUD KRMT Wongsonegoro, kemudian setelah itu baru dikemas untuk dikirimkan ke DKK untuk didistribusikan."

Produksi APD Pemkot Semarang. Foto: Pemkot Semarang
info gambar

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Semarang yang juga Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyampaikan bahwa bahan polypropylene spunbound untuk membuat APD disediakan oleh Dinas Kesehatan Kota Semarang.

"Jadi nanti dari Dinas Kesehatan Kota Semarang yang akan mengadakan bahannya, jadi di BLK tinggal menjahit," terangnya. "Sesuai arahan Pak Wali konsep produksi APD kami adalah Bergerak Bersama, sehingga peran masyarakat menjadi faktor penting pencapaian target produksi tersebut," ucap Hevearita pada Tempo.

Hevearita menegaskan bahwa APD yang akan diproduksi Pemkot Semarang ini tidak akan diperjualbelikan, tetapi akan didistribusikan secara gratis untuk pemenuhan kebutuhan APD. Sedangkan mekanisme distribusinya sendiri akan menjadi wewenang Dinas Kesehatan Kota Semarang.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Indah Gilang Pusparani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Indah Gilang Pusparani.

IP
YF
Tim Editor arrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini