Berkawan dengan Berang-berang, Orangutan Sumatra di Belgia Curi Perhatian

Berkawan dengan Berang-berang, Orangutan Sumatra di Belgia Curi Perhatian
info gambar utama

Di tengah pandemi virus Corona yang menjadi-jadi, Kebun Binatang Pairi Daiza, Bruglette, Belgia, mencuri perhatian lewat salah satu satwa koleksinya yang merupakan asli Sumatra, Indonesia, yaitu orangutan. Sebuah perilaku yang tidak biasa ditunjukkan keluarga orangutan di kebun binatang tersebut yakni bermain dengan sekawanan berang-berang Asia.

Kebun Binatang Pairi Daiza memang memiliki koleksi satwa yang kaya yang salah satunya ialah orangutan. Terdapat enam ekor orangutan di kebun bintang yang berdiri sejak 1993 itu. Namun, dari keenam orangutan tersebut, yang menjadi perhatian kali ini ialah pasangan orangutan yang diberi nama Ujian (24) dan Sari (15) beserta anaknya Berani (tahun ini akan berusia 4 tahun). Ketiganya menjadi sorotan karena asyik bermain petak umpet dan kejar-kejaran dengan koloni berang-berang. Keakraban keluarga orangutan dan sekawanan berang-berang itu lalu ditemui oleh petugas Kebun Binatang Pairi Daiza.

Persahabatan hewan-hewan berbeda jenis itu lalu dikomentasikan dengan mata kamera pihak kebun binatang dan dibagikan ke laman media sosial. Tanggapan positif diberikan netizen untuk foto-foto dua hewan eksotis tersebut.

“Berang-berang biasanya sembunyi di bawah batang pohon yang besar atau sarang konstruksi tumpukkan kayu, lalu Berani--si bayi orangutan--datang menghampiri mereka. Sekali-kali mereka muncul untuk menggodanya. Menakjubkan bisa melihatnya,” terang Mathieu Goedefroy, juru bicara Kebun Binatang Pairi Daiza.

Pertemuan berang-berang dengan orangutan di dalam satu kandang yang sama merupakan sistem yang diterapkan Kebun Binatang Pairi Daiza. Tujuannya agar membuat interaksi terjalin dari spesies yang berbeda sehingga memunculkan momen-momen unik bagi pengunjung.

“Dalam kesempatan tertentu, Berani si bayi dan ayahnya Ujian membangun ikatan spesial dengan hewan tetangganya. Itu menunjukkan cara hidup yang menyenangkan dan menarik dari dua hewan berbeda spesies, di mana menjadi sebuah eksperimen yang sukses,” kata Mathieu lagi.

Menurut peneliti lulusan University of Utrecht, Belanda, Adriano R. Lameira, orangutan memang memiliki kecerdasan di atas rata-rata bila dibandingkan dengan hewan lain dalam urusan interaksi sosial. Dari hasil studi lapangan yang dilakukan Lameira di hutan hujan Sumatra dan dipublikasikan oleh The Conversation pada 2019 lalu, orangutan mampu berkomunikasi tentang masa lalu. Orangutan mendapatkan kecerdasan itu dari kecil karena selalu menempel dengan induknya.

Nasib orangutan di alam liar saat ini kerap kali terancam karena ulah oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Pembukaan ladang dan lahan perkebunan membawa dampak pada keberlangsungan habitat orangutan di hutan. Di samping itu orangutan juga terancam perburuan di mana rata-rata ada 3.000 orangutan Kalimantan mati dibunuh setiap tahunnya. Juga kasus yang paling sering muncul ialah orangutan ditangkap untuk dijadikan hewan peliharaan. Eksistensi orangutan di alam liar pun kian terancam!

Orangutan sejauh ini masih termasuk kategori satwa yang terancam punah. Terdapat tiga jenis orangutan di dunia yang sebagian besarnya hidup di bumi Indonesia, yakni Kalimantan, Sumatra, dan Tapanuli. Pada 2017, WWF mencatat ada sekitar 104.700 populasi orangutan Kalimantan, 13.846 orangutan Sumatra, dan 800 orangutan Tapanuli.

Beruntung, beberapa organisasi internasional dan nasional terus bergerak mencegah kepunahan orangutan. Contohnya, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC) pada periode 2012-2019 sudah menyelamatkan 159 ekor orangutan. Yayasan tersebut juga merestorasi hutan hujan seluas 2.000 hektar, memberikan pelatihan, dan beasiswa pendidikan.

Borneo Orangutan Survival Foundation juga tak mau kalah. Menurut data yang disiarkan lewat orangutan.or.id, mereka sudah melepasliarkan 468 orangutan, menambah 20 bayi orangutan kelahiran di hutan, dan menjaga kesehatan orangutan.

Serupa dengan YOSL-OIC, Kebun Binatang Pairi Daiza juga berperan dalam memperbaiki habitat orangutan. Sebanyak 11.000 pohon disumbangkan Kebun Binatang Pairi Daiza untuk habitat orangutan di pulau Kalimantan.

Perhatian terhadap orangutan terus digalakkan setiap tahunnya dalam berbagai kesempatan. Misalnya pada 2011, mantan pesepak bola Barcelona, Carles Puyol, menjadi duta kampanye perlindungan orangutan lewat Yayasan International Animal Rescue. “Saya Peduli, Bagaimana dengan Anda?” begitulah slogan kampanye dari Puyol untuk mengajak khalayak menjaga keberlangsungan hidup orangutan.

Selain kampanye dari pesohor, juga ada berbagai event penggalangan dana. Seperti pada 2019 lalu, terdapat acara fun run atau lari santai yang bertemakan orangutan. Salah satu event lari tersebut diselenggarakan oleh MofoMofa pada bulan Agustus untuk merayakan hari orangutan dunia. Setiap pembelian tiket dari partisipan dan juga keuntungan acara disumbangkan langsung ke Borneo Orangutan Survival Foundation (BOS) untuk membangun tempat tinggal orangutan di Kalimantan.

Di zaman internet yang maju ini, cukup mudah memberikan donasi untuk orangutan. Organisasi internastional pemerhati satwa dunia, World Wildlife Fund (WWF), menyediakan jembatan untuk kalian khususnya kawan-kawan GNFI yang ingin berderma. Kawan-kawan GNFI bisa menjadi orang tua asuh lewat situs WWF.org.uk. Tak perlu takut rugi, karena pihak WWF akan memberikan pernak-pernik untuk setiap orang asuh orangutan, mulai dari boneka sampai buku.

Mari, kawan-kawan GNFI bersama-sama menjaga kelestarian alam Indonesia beserta satwa endemiknya. Jika bukan kita? Siapa lagi, benar ‘kan?

Referensi: Pairidaiza.eu, Boredpanda.com, Theconversation.com, WWF.or.id, Internationalanimalrescue.or.id, worldwildlife.org, orangutan.or.id

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini