Reza Rahadian: Peran Pertama Aku Jadi Hanoman

Reza Rahadian: Peran Pertama Aku Jadi Hanoman

Reza Rahadian | Dokumen MD Pictures

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Kawan GNFI, siapa tak kenal aktor Reza Rahadian? Salah satu pemeran film pria terbaik di negeri ini. Ia telah 12 kali masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI) dan tiga kali mening , yakni pada 2010, 2013, dan 2016.

Lahir dengan nama Reza Rahadian Matulessy di Bogor, 5 Maret 1987--usia 33, Reza muda nyatanya mengawali perannya sebagai pemain teater di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dan model—sempat menjadi model sampul majalah Aneka Yess pada 2004.

Hingga kemudian aksi perannya mulai diperhitungkan di industri perfilman nasional dalam peran antagonisnya di Perempuan Berkalung Sorban (2006). Di sana ia beradu peran dengan Oka Antara dan Revalina S. Temat.

Saat menjadi model, putra dari pasangan Rahim dan Pratiwi Widantini Matulessy ini berkesempatan memulai dunia layar kaca dengan mengikuti berbagai casting. Hasilnya pada 2004, Rapi Film kepincut dengan sosok Reza dan mendaulatnya dalam peran di beberapa sinetron, seperti; Inikah Rasanya, Culunnya Pacarku, dan Cinta SMU 2.

Pada 2007, peran Reza naik kelas ke layar bioskop melalui film perdananya, Film Horor, kemudian Pulau Hantu 2 (2008), dan Emak Ingin Naik Haji (2009). Tak disangka, pada 2009 prestasinya gemilang dengan hasil Piala Citra melalui aksi apiknya dalam film Perempuan Berkalung Sorban garapan Hanung Bramantyo.

Tercatat hingga saat ini tak kurang dari 30 film telah dilakoninya. 12 di antaranya menjadi film terbaik di Indonesia. Mulai dari film horor, komedi, laga, roman, drama, dan tentunya biopik. Untuk detailnya, kawan GNFI bisa klik tautan ini.

Bagi Reza, 16 tahun di industri peran bukan hal mudah. Ia harus beradu akting dengan deretan aktris maupun aktor top, seperti Oka Antara, Bunga Citra Lestari, Zaskia Adya Mecca, Nicholas Saputra, Dian Satrowardoyo. Belum lagi dengan beberapa nama pelakon gaek, semisal Alex Komang, Leroy Osmani, Didi Petet, Deddy Mizwar, Deddy Sutomo, Tio Pakusadewo, Ida Leman, dan tentunya Widyawati.

Kilas Balik

Dalam sebuah perbincangan dengan sutradara Hanung Bramantyo, Sabtu (4/4/2020), melalui Live Instagram Reza bercerita soal kilas balik serta muasalnya terjun di industri perfilman Indonesia.

Hingga kemudian ia bertemu Hanung dan terpilih memerankan tokoh Habibie dalam film biopik fenomenal Habibie & Ainun (2012).

Nah, bagaimana serunya obrolan antara dua orang paling bersinar di industri perfilman Indonesia itu? Berikut kutipannya.

Dalam obrolan tersebut, Reza bercerita tak gampang bertemu dan bekerja dengan sutradara setenar Hanung Bramantyo. Banyak proses yang harus ia lintasi.

Salah satu momentumnya adalah ketika mendapatkan tantangan untuk berlakon dalam video klip lagu Cahaya Hati ciptaan Opick yang disutradarai Hanung. Ini yang kemudian menjadi menjadi titik awal petemuannya dengan Hanung.

Namun tak disangka, nyatanya Hanung tertarik dengan Reza dan menempatkannya sebagai sosok antagonis pada film Perempuan Berkalung Sorban sebagai Samsudin--anak kyai kaya yang menikahi putri kyai pesantren yang diperankan Revalina S. Temat.

Pilihan Hanung bukan tanpa alasan. Ia melihat Reza memiliki kemampuan multi-layer dalam seni peran. Multi-layer yang dimaksud Hanung adalah Reza memiliki karakter yang cukup dalam dan berpotensi dieksplorasi.

Sejak itulah Hanung kepincut. Tak heran, kini pada beberapa filmnya ia kerap memilih Reza sebagai pemeran utamanya. Tentunya dengan beragam genre film dan karakter peran.

Pada sisi lain, Reza mengaku tak mudah bekerja dengan sutradara sekelas Hanung, terlebih dengan sodoran karakter yang beragam. Ia pun dituntut harus terus mengasah kemampuan aktingnya.

Apa Sebenarnya Cita-Cita Reza?

Disinggung Hanung soal cita-cita Reza sejak kecil, di luar dugaan Reza menyatakan ingin menjadi pilot dan ingin sekolah penerbangan Curug di Tangerang. Namun, karena biayanya cukup mahal, Reza muda pun urung. Ia kemudian banting setir dengan menjajal ragam profesi, seperti; penari/dancer, perenang, model, dan peran teater.

Hingga akhirnya ia menemukan jati dirinya dan mengoptimalkan pengembangan seninya ke dunia peran dengan bekal pernah ikut sanggar teater. Meski begitu, nyatanya tak mudah menembus seni peran ke industri perfilman nasional. Namun sang ibu selalu menyemangatinya untuk terus belajar dan belajar.

Kesempatan tampil di panggung pun kian terbuka dari sanggar teaternya. Salah satunya ia harus memerankan sebuah tokoh perwayangan.

“Peran pertama aku jadi Hanoman,” aku Reza. Dalam perannya itu, Reza harus mengombinasikan antara seni peran, seni tari, dan tentunya seni panggung.

Dunia teater, sambung Reza, adalah dunia yang melecutnya untuk memahami segala macam karakter dan peran. Karenanya, setiap hari ia harus berlatih mendalami peran yang akan dilakoninya.

Hanung bagi Reza selain sebagai sutradara dan penulis skenario, juga sudah dianggap saudara. Karena selalu ada dan membelanya ketika film yang diperankannya mendapatkan sandungan, atau penolakan dari warganet.

Salah satunya ketika banyak netizen yang menolak Reza memerankan tokoh sentral B.J Habibie dalam Habibie & Ainun. Namun dengan keyakinan dan kekompakannya berkolaborasi dengan Hanung, Reza bisa membuktikan kepercayaan untuk memerankan tokoh Habibie secara apik.

Menaikkan Kasta

Lantas, bagaimana kemudian Reza menilai dirinya ketika saat ini menjadi salah satu aktor yang diperhitungkan di industri film Indonesia?

Reza mengaku sejak ia membintangi film Habibie & Ainun, derajatnya seolah terangkat dan menjadikannya salah satu aktor dengan bayaran termahal. Pendek kata, usai itu pundi-pundi rupiahnya pun mulai membaik. Ia mulai sanggup menabung, membeli rumah, kendaraan, dan tentunya sedekah.

Bagaimana tidak, film Habibie & Ainun mengantarkannya sebagai pemeran utama pria terbaik Festival Film Indonesia 2013, pemeran utama pria terfavorit Indonesia Movie Awards 2013, dan pemeran utama pria terpuji Festival Film Bandung 2013.

Film Besitan MD Pictures yang rilis 20 Desember 2012 itu juga mendulang sukses. Bagaimana tidak, dalam sepekan penayangannya film tersebut berhasil menembus lebih dari sejuta penonton, yang kemudian meraih total 4,7 juta penonton. Sebuah angka yang fantastis dalam geliat industri perfilman Indonesia.

---

Sumber; Kutipan live instagram Hanung Bramantyo | Wikipedia | Brilio.net

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga33%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau67%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Wisata Danau Tasikardi Sarat Akan Sejarah Sebelummnya

Wisata Danau Tasikardi Sarat Akan Sejarah

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Mustafa Iman
@mustafa_iman

Mustafa Iman

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.