Sejarah Hari Ini (10 April 1899) - Trem Listrik di Batavia Diresmikan

Sejarah Hari Ini (10 April 1899) - Trem Listrik di Batavia Diresmikan

Peresmian trem listrik di Batavia pada 1899. © KITLV

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pada 10 April 1899, Batavia kedatangan transportasi umum massal yang baru berupa trem bertenaga listrik.

Armada trem listrik didatangkan langsung dari pabrik Dyle et Bacalan, Belgia.

Saat itu Batavia Elektrische Tram Maatschappij (BETM) merupakan operatornya.

Acara peresmian diadakan di belakang Bataviasche Planten En Dierentuin atau Kebun Binatang Batavia yang berlokasi di Cikini, Menteng.

Di tempat itu juga telah didirikan depo trem BETM yang dilengkapi bangunan bengkel dan ruang mesin pembangkit tenaga listrik.

Jejaring lintasan rel trem listrik di Batavia pada 1900 meliputi Harmoni, Tanah Abang, Menteng, Kramat, Pasar Senen, Pintu Besi, dan Stasiun Batavia.

Trem listrik secara tak langsung bersaing dengan perusahaan trem uap Nederlandsch Indische Tramway Maatschappij (NITM) yang sudah berdiri sejak 1880-an.

Disebut bersaing secara tak langsung karena NITM memiliki trayek yang berbeda yakni menghubungkan wilayah Benedenstad (Kota Bawah/Kota Tua), Bovenstad (Kota Atas/Weltevreden), sampai pinggir kota Batavia, Meester Cornelis (Jatinegara).


Referensi: H.J.A. Duparc, "Trams en Tramlijnen: De Elektrische Stadstram op Java"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Indonesia Graveyard, Komunitas yang Belajar Sejarah dari Kuburan Sebelummnya

Indonesia Graveyard, Komunitas yang Belajar Sejarah dari Kuburan

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.