Minuman Nanas Bokondini Akan Dipromosikan di PON XX

Minuman Nanas Bokondini Akan Dipromosikan di PON XX
info gambar utama

Pekan Olahraga nasional (PON) ke XX tahun 2020 di Jayapura, Papua, memang belum pasti kapan akan digelar. Rencananya, PON 2020 akan digelar pada 20 Oktober sampai 2 November 2020. Namun, melihat pandemi virus corona yang kian meluas di Indonesia, Kemenpora mencoba mempertimbangkan penundaan jadwal acara.

Padahal, untuk PON XX ini Pemerintah Provinsi Papua telah berbenah sejak jauh-jauh hari. Selain mempersiapkan fasilitas pihak penyelenggara sudah punya rencana memperkenalkan sejumlah keunikan yang didapat di tanah Papua untuk para atlet. Salah satu yang siap diperkenalkan ialah minuman khas Bokondini yang terbuat dari nanas.

Bokondini merupakan sebuah distrik di Kabupaten Tolikara, Papua, yang dikenal dengan komoditas buah nanasnya. Nanas asli Bokondini diproyeksikan akan menjadi minuman kemasan pada PON mendatang. Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, mengungkapkan akan mendukung penuh perkenalan minuman khas ini dalam acara olahraga se-Indonesia empat tahunan tersebut.

“Pemkab Tolikara akan siapkan minuman nanas bertuliskan PON 2020 yang merupakan produk lokal dari Bokondini, seperti minuman dalam kemasan,” jelas Usman Wanimbo dikutip GNFI dari Teras. “Saya juga sudah tambah anggaran untuk produksi sebanyak mungkin, hanya saja berapa banyaknya nanti akan kita coba koordinasikan lagi dengan pemilik produk tersebut, agar bisa juga sebagai buah tangan bagi setiap kontingen dari provinsi lain.”

Sebelumnya, Gubernur Papua, Lukas Enembe, juga mengungkapkan hal yang sama pada 2018 lalu mengenai rencana ini. Selain nanas, buah merah yang biasa dikonsumsi warga Papua juga akan diolah dengan cara yang sama.

“Dalam kunjungan kerja saya ke Bokondini, ternyata buah lokal berupa nanas bisa dikembangkan menjadi minuman kemasan yakni jus. Selain itu juga ada buah merah yang akan diolah sama dengan nanas ini,” kata Enembe. “Karena akan dipersiapkan untuk minuman para atlet nantinya maka nanasnya harus diproduksi dalam jumlah banyak dan diharapkan Bupati Tolikara dapat membantu dalam pengelolaannya.”

Pemerintah Kabupaten Jayawijaya juga ingin mengambil bagian untuk menyukseskan PON 2020. Mereka akan mengandalkan kopi arabika yang dibudidayakan oleh petani lokal di sana.

Gubernur Papua Lukas Enembe bersama Forkompinda memamerkan minuman kemasan hasil olahan nanas Bokondini yang akan dipromosikan di PON 2020. Sumber: Dokumentasi Humas Pemprov Papua
info gambar

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak pengurus PON 2020, supaya kita bisa mempromosikan kopi arabika di tempat-tempat di mana diselenggarakannya PON. Di kemasan kopi ini, selain logo pembuat kopi, kami juga akan tempel logo PON 2020,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Hendrik Tetelepta.

Upaya menggenjot produksi dan promosi kopi akan dilakukan pada musim panen di bulan April dan Mei. Harapannya, masyarakat dari luar Papua bisa mengetahui produk lokal petani asli Jayawijaya dan membeli yang berimbas pada kesejahteraan para petani kopi. Untuk produk unggulan Jayawijaya sendiri selain kopi arabika dan buah merah, masih ada ubi jalar dan madu yang siap dipromosikan saat PON dihelat.

Stok Sayur Juga Ditingkatkan

Kabupaten Jayawijaya dikenal sebagai penghasil sayuran yang beraneka macam dan bebas dari pestisida. Terdapat beragam jenis sayur mayur seperti bawang merah, labu siam, daun bawang, bayam, buncis, cabai, kacang panjang, kubis (kol), mentimun, kacang merah, kentang, sawi (hijau dan putih), terong, tomat, wortel, dan petai di daerah dengan ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut itu. Sayuran segar dari Jayawijaya inilah yang akan dipasok untuk kebutuhan para kontingen PON.

“Kami belum tahu. Kami punya produksi ini masih dikonsumsi teman-teman dari daerah pemekaran. Kalau nanti ditambah buat PON, dan input untuk meningkatkan produksi tidak ada, itu akan jadi persoalan,” kata Kepala Dinas Pertanian Jayawijaya Hendri Tetelepta pada Februari 2020 lalu dikutip GNFI dari Medcom. “Kami sangat siap, karena sekarang ini, dari November 2019 sampai saat ini kami bisa siapkan 1 ton sayuran, untuk dimasukkan ke sejumlah supermarket milik SAGA di Jayapura. Sayuran seperti wortel, daun bawang, bunga kol dan sawi putih,” jelasnya lagi.

Referensi: Papua.go.id | Suarapapua.com | Antaranews.com | Teras.id | Medcom.com

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini