Supaya Tetap Produktif dan Kreatif, Eventori Luncurkan #DiRumahAjaChallenge2

Supaya Tetap Produktif dan Kreatif, Eventori Luncurkan #DiRumahAjaChallenge2
info gambar utama

Kawan GNFI, anjuran pemerintah untuk bekerja dari rumah untuk menekan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) harus kita ikuti. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan bagaimana kita melakukan pekerjaan dan aktivitas kita. Termasuk juga para seniman yang biasanya unjuk kebolehan di panggung-panggung dan layar kaca, kini harus memindahkan aktivitasnya ke layar digital.

Anjuran pemerintah itu direspons secara kreatif oleh banyak pihak. Ada yang membuat diskusi daring, kolaborasi musik lewat video digital, bahkan membuat konser sambil tetap di rumah saja.

Sebagai platform kolaborasi industri hiburan di Indonesia, Eventori terus mendukung kebijakan pemerintah untuk tinggal di rumah namun tetap bisa berkreasi bagi para seniman. Setelah sukses dengan #DiRumahAjaChallenge Season 1, Eventori kini melanjutkan dengan season berikutnya.

“Kami terpanggil untuk ikut mendukung usaha pemerintah menekan penyebaran COVID-19 ini. Karena itu kita kreasikan tantangan-tantangan yang menarik bagi para pelaku seni untuk tetap di rumah tapi dapat terus berekspresi,” kata Wahyu Ramadhan, Chief Operation Officer Eventori.

Launching Eventori 02-02-2020
info gambar

Pada season ini, tantangannya lebih menarik karena peserta diajak berkolaborasi lewat video digital bersama Denny Chasmala, komposer dan arranger di balik sejumlah lagu hits di belantika musik Indonesia. Sebut saja “Pilihlah Aku” dari Krisdayanti dan “Berharap Tak Berpisah” dari Reza Artamevia—lagu lama yang hits kembali di kalangan milenial, dan masih banyak lagi.

Denny juga orang di balik kesuksesan sejumlah soundtrack sinetron menjadi hits, seperti pada sinetron Si Cecep yang mengantarkan Anjasmara ke puncak kemasyhuran.

Musisi yang akrab dipanggil Denchas sangat antusias dengan program ini. Apalagi, juara dari program ini bukan sekadar mendapat hadiah total Rp 30 juta, namun juga akan diorbitkan ke dunia rekaman.

“Belum ada yang seperti ini. Biasanya lomba atau talent search, habis menang kasih duit, terus selesai. Atau paling ada program paling juga sebentar. Eventori serius dalam talent management. Yang menang akan diorbitkan dan didampingi agar jadi bintang. Makanya saya seneng banget bisa kolaborasi di program ini,” ujar Denchas.

Kang Iyu, panggilan akrab Wahyu, menjelaskan bahwa talent management memang merupakan satu dari tiga pilar utama Eventori. Pilar lainnya adalah booking platform dan digital marketing.

“Kita sering melihat talent yang bagus di banyak tempat di Indonesia namun tidak memiliki akses ke pasar, yakni industri rekaman, TV, dan sekarang platform-platform digital. Eventori ingin menyediakan akses itu sehingga dunia hiburan kita lebih semarak dan naik kelas,” ujarnya.

Jadi pada season ke-2 ini peserta harus “berkolaborasi digital” menyanyikan lagu yang sudah disiapkan Denchas sebelumnya. Bagi yang terpilih akan diunggah di akun media sosial Denchas dan Eventori dan nantinya dipilih tiga orang sebagai pemenang.

Selain Denchas, yang akan menjadi juri program ini adalah Kang Iyu sendiri berpengalaman dalam event, kafe, radio dan TV yang berhubungan dengan musik. Bersama Sony Music Indonesia, Iyu sempat mengorbitkan band The Changcuters.

Juri ketiga adalah Bedi Gunawan, manajer Kahitna dan Yovie Widianto Music Factory.

Sama dengan season pertama, selain mengunggah video, peserta juga diminta untuk menulis caption yang menghimbau masyarakat untuk tetap di rumah sesuai anjuran pemerintah dan tagar yang sesuai.

Program ini didukung oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia, dan Ikatan Manajer Artis Indonesia (IMARINDO), serta disponsori oleh Telkom,Telkomsel, dan Bank Mandiri. GNFI adalah salah satu mitra media dalam program ini.

“Jadi selain berkreasi, kita juga mengajak para pelaku seni untuk menjadi juru kampanye agar masyarakat tetap di rumah. Ini nilai penting dari challenge ini,” ujar Kang Iyu.

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini