Sejarah Hari Ini (15 April 1890) - Trem Surabaya Buka Trayek Baru ke Stasiun Grudo

Sejarah Hari Ini (15 April 1890) - Trem Surabaya Buka Trayek Baru ke Stasiun Grudo

Trem uap milik Oost Java Stoomtram Maatschappij. © Searail.malayanrailways.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Pada 15 April 1890, operator transportasi trem uap di Surabaya, Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS) membuka trayek baru.

Trayek tersebut menghubungkan Regentsraat/Stasiun Surabaya Kota, Pertigaan Simpang, dan Stasiun Grudo (sudah tidak ada).

Panjang rel trem dari Stasiun Surabaya Kota ke Pertigaan Simpang 2,4 kilometer, sementara dari Pertigaan Simpang ke Stasiun Grudo 2,4 kilometer, jadi total keseluruhan trayek tersebut ialah 5 kilometer.

Trayek tersebut merupakan daerah strategis di Surabaya di mana peletakannya diambil berdasarkan nilai-nilai ekonomis.

OJS terbilang cepat dalam melebarkan daerah operasionalnya mengingat mereka baru berdiri pada tahun 1888.

Referensi: H.J.A. Duparc, "Trams en Tramlijnen: De Elektrische Stadstram op Java", Prita Ayu Kusumawardhani, "Kereta Api di Surabaya 1910-1930"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga50%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau50%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Pupuik Batang Padi, Alat Musik Tradisional Asal Minangkabau Sebelummnya

Pupuik Batang Padi, Alat Musik Tradisional Asal Minangkabau

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok Selanjutnya

Guru Besar UGM Sebut Pandemi Covid-19 Jadi Momentum Berhenti Merokok

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.