Pasca-Corona dan 'Lahirnya' Manusia-manusia Baru

Pasca-Corona dan 'Lahirnya' Manusia-manusia Baru

Ilustrasi © Unsplash.com

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Sudah sebulan lebih kita 'diserbu' wabah Corona. Sudah sebulan lebih, banyak dari kita, yang tak lagi melakukan banyak hal seperti yang kita lakukan sebelumnya. Mau tidak mau, siap tidak siap, suka tidak suka, banyak dari kita yang akan berubah menjalani hidup kita di masa depan. Coronavirus akan mengubah kebiasaan, dan perilaku manusia, yang pada akhirnya akan mengubah dunia. Sedikit atau banyak. Anda boleh setuju, boleh juga tidak.

Sepertinya, akan banyak orang yang akan melihat dirinya sendiri ke belakang, dan melihat bahwa inilah saat di mana banyak hal berubah di sekeliling mereka, dan hidup mereka.

Mungkin tanpa kita sadari, kehidupan kita banyak sekali yang habitual, dikerjakan karena kebiasaan. Habitual ini sebenarnya efektif dalam kita bekerja, menjaga keluarga kita dan mengejar tujuan-tujuan kita. Kini, karena Corona, banyak kebiasaan yang harus berubah. Orang-orang bekerja dan bepergian dengan cara yang berbeda, rutinitas harian mereka dan ritme kehidupan mereka berubah, termasuk ketika mereka makan dan bagaimana mereka berkomunikasi dengan keluarga mereka. Lalu, kebiasaan-kebiasaan baru pun mulai terbentuk.

Kita akan menjadi lebih hati-hati menyentuh apapun, kita akan mempertimbangkan banyak hal sebelum bepergian maupun melakukan sesuatu.

Yang lebih penting adalah, bahwa setiap guncangan seperti yang terjadi saat ini, akan meninggalkan values baru yang mengakar pada banyak orang. Orang-orang menjadi punya perasaan senasib, sepenanggungan, saling menjaga, saling memahami, saling melindungi, saling mengingatkan. Inilah sebuah collective values yang bisa mengubah cara kita berhubungan dengan orang lain, dan menghasilkan ikatan sosial yang kuat, besar, dan mengakar.

Seringnya kita di rumah, bertemu dan berkumpul bersama keluarga, memunculkan perasaan bahwa betapa selama ini kita tidak terbiasa menghabiskan banyak waktu dengan anggota keluarga kita. Mungkin ada beberapa yang merasa canggung awalnya. Namun lambat laun, kita akan menemukan kesenangan sederhana kehidupan keluarga. Memasak dengan anak anak atau orang tua, main game bersama, membersihkan rumah bersama, dan lainnya. Keluarga lah yang bisa jadi akan membantu kita meringankan beban pikiran kita tentang betapa sulitnya kondisi saat ini.

Bagi mereka yang bekerja atau belajar dari rumah, bersiaplah. Inilah template aktifitas bekerja dan sekolah/kuliah di masa depan. Bagaimana kita bekerja di rumah, bagaimana kita menjalani hidup sehari-hari di rumah, bagaimana kita belajar di rumah, bagaimana kita tetap sehat, bagaimana kita tumbuh, dan justru malih inovatif, - semua ini akan menentukan template untuk masa depan.

Work From Home, sebuah kebiasaan baru | unsplash.com

Mungkin banyak dari kita yang meskipun ‘terkurung’ dalam rumah, namun berada dalam posisi ‘istimewa’, yakni secara umum pendapatan kita tidak atau belum terdampak. Di luar sana, ada jutaan orang yang kehidupan sehari-harinya begitu terpengaruh, usahanya terdampak, dan pendapatannya menurun drastic bahkan bisa jadi nol.

Dalam riset Moody's terbaru, industri yang memiliki eksposure besar atas corona virus dibagi menjadi tiga.

  • Pertama industri terpapar cukup tinggi. Seperti, pakaian, manufaktur otomotif, suplaier otomotif, konsumer, gaming, pariwisata, maskapai penerbangan, ritel bukan makanan dan pengiriman secara global.
  • Kedua, industri yang terpapar sedang alias moderat. Diantaranya, minuman, kimia manufaktur, media, logam dan tambang, minyak dan gas, properti, agrikultur, perusahaan jasa, produsen baja sampai perusahaan teknologi hardware.
  • Ketiga adalah perusahaan yang bergerak di industri yang terpapar sangat rendah. Seperti konstruksi, pertahanan, peralatan dan transportasi, rental, pengemasan, farmasi, real estate, ritel makanan, telekomunikasi hingga manajemen sampah

Belum lagi mereka yang bekerja di sektor informal, seperti guru les privat, tukang cukur, tukang pijat, ojol, dan banyak lagi. Inilah waktunya untuk berbagi, dan jutaan orang sudah dan sedang melakukannya. Inilah salah satu hal (baru yang semoga bisa) mengakar di jutaan dari kita, di masa-masa seperti ini.

Di satu sisi, wabah ini akan meninggalkan trauma bagi banyak orang. Namun di sisi, lain, akan 'lahir' manusia-manusia baru, yang diharapkan akan menjadikan dunia kita menjadi lebih baik.

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih50%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi50%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
“Bagirata” Ada Untuk Mereka yang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi Sebelummnya

“Bagirata” Ada Untuk Mereka yang Kehilangan Pekerjaan Akibat Pandemi

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Akhyari Hananto

2 Komentar

  • Dpkonsultan

    Berubah untuk lebih baik. Menjaga lingkungan dan kebersihan

  • Kenikmatan terlarang

    Ga ada corona pun negara pun rapuh menjaga keamanan serta kebersihan masyarakat kita begitupula dengan ketidak pedulian masyarakatnya, alhamdulillah covid datang untuk menyadarkan bahwa ada yang salah dengan ini semua

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.