Saatnya Peduli di Tengah Sulitnya Ekonomi

Saatnya Peduli di Tengah Sulitnya Ekonomi
info gambar utama

Virus Covid-19 merupakan jenis virus yang berasal dari famili Coronaviridae. Virus ini telah menyebar ke seluruh penjuru dunia. World Health Organization (WHO) pun secara resmi telah menetapkan status virus ini sebagai pandemi, karena penyebarannya yang begitu cepat hanya dalam hitungan beberapa bulan saja.

Pada Senin (2/3) lalu, Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan bersama Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, mengumumkan bahwa Covid-19 telah masuk ke Indonesia.

Sontak saja pengumuman tersebut membuat masyarakat menjadi panik. Beragam reaksi pun muncul dari masyarakat. Mulai dari aksi panic buying, munculnya oknum-oknum yang melakukan penimbunan barang berupa masker, hand sanitizer, dan barang-barang lain yang sangat dibutuhkan pada masa pandemi ini.

Aksi-aksi tersebut selain sangat merugikan masyarakat, tentu dapat pula menyebabkan terjadinya inflasi, yakni naiknya harga-harga barang secara umum dan terus-menerus.

Kini, tidak dapat dipungkiri lagi, serangan Covid-19 di Indonesia telah membuat kondisi perekonomian negara yang semulanya stabil menjadi terguncang. Data menunjukkan per 24 Maret 2020, Indeks Harga Gabungan telah menyentuh posisi terendahnya sepanjang delapan tahun terakhir. IHSG turun 1,3% di level 3.937.

Tidak hanya menyerang pasar modal, virus corona juga menjatuhkan nilai tukar rupiah dengan ditetapkannya nilai rupiah diposisi 16.608 per dolar Amerika, oleh Jakarta Interbank Spot Dolar Rate.

Sekarang pun telah banyak perusahaan yang melakukan PHK terhadap para pekerjanya. Menurut data dari Kementerian Ketenagakerjaan, sebanyak lebih dari 1,5 juta orang telah kehilangan pekerjaannya di tengah pandemi ini. Akibatnya, pengangguran meningkat dan beban ekonomi negara menjadi bertambah.

Selain itu, kebijakan pembayaran THR bagi ASN yang baru saja dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada Selasa (14/4) lalu semakin mencerminkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini sedang mengalami kesulitan. Pemerintah memastikan tetap akan memberikan THR namun jumlahnya berkurang dibandingkan tahun sebelumnya.

"Bapak Presiden sudah memutuskan THR akan dibayarkan untuk seluruh ASN, TNI, Polri yang posisinya adalah dibawah atau dalam hal ini sampai dengan Eselon III ke bawah," ujar Sri Mulyani melalui video press conference.

Komponen THR tersebut terdiri dari gaji pokok dan tunjangan melekat namun tidak termasuk tunjangan kinerja. Sri Mulyani pun menambahkan, "Sesuai instruksi Bapak Presiden bahwa THR untuk seluruh pejabat negara dan Eselon I serta Eselon II tidak dibayarkan."

Di sisi lain, kebijakan social distancing dan PSBB yang telah diberlakukan sampai saat ini sangat berdampak, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah. Mereka menjadi rentan mengalami kesulitan dalam memperoleh pendapatan.

Beberapa dampak dari corona bagi perekonomian memang tidak dapat dihindari. Untuk mengatasinya pun bantuan sosial dari pemerintah saja tidaklah cukup, dan tidak sepenuhnya dapat diharapkan. Agar dampak ekonomi yang ditimbulkan ini bisa segera teratasi, pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, kita sebagai masyarakat harus ikut berpartisipasi.

Gerakan sosial yang dilakukan oleh para influencer, para artis, para pengusaha, komunitas dan pihak masyarakat melalui berbagai platform media sosial untuk menggalang dana menjadi salah satu cara terbaik untuk saling membantu, dan dapat dijadikan inspirasi bagi kita untuk ikut berperan di tengah situasi pandemi ini.

Jika kita tidak bisa memulainya langsung dengan langkah yang besar, kita bisa memulainya dengan langkah kecil yang kita miliki. Tinggal di rumah aja, seharusnya tidak membuat kita menjadi semakin individualistis, tapi justru harus semakin peduli satu sama lain.

"Corona itu harusnya menjadi momen rakyat Indonesia saling membantu," ungkap seorang dokter sekaligus influencer, Tirta Mandira Hudhi saat mengisi acara Indonesia Lawyers Club pada Selasa (24/3) lalu.

Lebih peka dan peduli dengan keadaan sekitar dapat dimulai dengan yang terdekat, yakni lingkungan sekitar kita. Apabila tetangga kita ada yang sedang mengalami kesulitan, sudah sepatutnya kita untuk bantu.

Selain itu, di zaman yang sudah serba modern ini, semua dapat dilakukan dengan cepat dan instan. Dengan melakukan donasi melalui platform-platform online yang ada, tindakan kita ini sangatlah berarti bagi yang membutuhkan.

Oleh karena itu, marilah kita sebagai bagian dari bangsa yang terkenal dengan slogan gotong-royongnya ini, mulai menunjukkan bahwa kita masih memiliki rasa peduli dalam menjaga perekonomian negara agar terus bergerak dan berputar.

Mari bersama melawan Covid-19, saling bahu membahu untuk membangun optimisme.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini