Sejarah Hari Ini (20 April 1999) - Dumai Resmi Jadi Kota

Sejarah Hari Ini (20 April 1999) - Dumai Resmi Jadi Kota

Kantor Wali Kota Dumai. © Commons Wikimedia/Fitri Agung

Ayo bantu mencegah penyebaran Covid-19 dengan menjaga jarak fisik dengan orang lain atau dengan di rumah saja 🌎🏠

Nama Dumai menurut cerita rakyat tentang Puteri Tujuh, berasal dari kata di lubuk dan umai (sejenis binatang landak) yang mendiami lubuk tersebut.

Karena sering diucapkan cepat, lama kelamaan kata-kata tersebut bertaut menjadi d´umai dan selanjutnya menjadi dumai.

Pada 1930-an, Dumai merupakan suatu dusun nelayan kecil yang terdiri atas beberapa rumah nelayan.

Penduduknya bertambah ketika Jepang mendatangkan romusha (pekerja paksa zaman Jepang) dari Jawa.

Seiring waktu, Dumai yang awalnya sebuah desa berubah statusnya.

Lewat Undang-Undang No. 16 Tahun 1999 tanggal 20 April 1999, Dumai yang terletak di Provinsi Riau resmi berstatus kota.

Sebelumnya, Dumai - yang terletak 188 kilometer dari ibu kota Provinsi Riau, Pekanbaru - berstatus kota administratif di dalam Kabupaten Bengkalis.

Taman Bukit Gelanggang
Salah satu ikon kota Dumai, Taman Bukit Gelanggang. Sumber: Shutterstock/Paul Rumahorbo

Pada awal pembentukannya, kota Dumai hanya memiliki total penduduk 15.699 jiwa.

Meningkatnya perekonomian salah satunya di sektor kelautan berdampak pada laju pertumbuhan penduduk.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2019, pada 2018 kota Dumai memiliki jumlah penduduk 302.292 jiwa, meningkat 1,90% dari tahun 2017.

Meskipun ditetapkan menjadi kota pada 20 April, hari jadi Dumai jatuh tujuh hari setelahnya.

Pada 27 April 1999 menjadi awal masa jabatan Wali Kota Dumai pertama yang dipegang Zainuddin Abdullah.

Referensi: Riau.go.id | Dumaikota.go.id | Badan Pusat Statistik, "Kota Dumai dalam Angka 2019"

WHO merekomendasikan beberapa langkah dasar untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

  1. Cuci tangan sesering mungkin setidaknya selama 20 detik
  2. Jika batuk/bersin arahkan ke lipatan siku
  3. Bersihkan dan disinfeksi benda yang sering disentuh
  4. Tetap di rumah saja bagi yang bisa
  5. Pakai masker bila keluar dari rumah
  6. Hindari menyentuh wajah
  7. Jaga jarak fisik dengan orang lain (physical distancing)

Yuk, saling menjaga dan membantu. Semoga kita semuanya diberikan kesehatan dan bisa melalui keadaan saat ini.

Pilih BanggaBangga0%
Pilih SedihSedih0%
Pilih SenangSenang0%
Pilih Tak PeduliTak Peduli0%
Pilih TerinspirasiTerinspirasi0%
Pilih TerpukauTerpukau0%

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Untuk membantu kami agar lebih baik, kamu bisa memberikan kritik dan saran terkait web ini kepada GNFI di halaman Kritik dan Saran. Terima kasih.
Alumni UNS Bentuk Gerakan Ilustrator Peduli Sebelummnya

Alumni UNS Bentuk Gerakan Ilustrator Peduli

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk? Selanjutnya

Apakah TNI AL Perlu Mengoperasikan Kapal Induk?

Dimas Wahyu Indrajaya
@dimas_wahyu24

Dimas Wahyu Indrajaya

0 Komentar

Beri Komentar

Silakan masuk terlebih dahulu untuk berkomentar memakai akun Anda.