PT Pindad dan PT DI Siap Produksi Ventilator Secara Massal

PT Pindad dan PT DI Siap Produksi Ventilator Secara Massal
info gambar utama

Ventilator merupakan alat bantu pernafasan yang begitu dibutuhkan dalam penanganan pasien Covid-19. Seiring terus melonjaknya jumlah pasien positif, berbagai rumah sakit banyak kekurangan ventilator karena jumlahnya terbatas.

"Ventilator merupakan alat bantu pernapasan yang vital dibutuhkan dalam penanganan pasien COVID-19. Kebutuhan alat medis ini sangat tinggi sementara suplainya terbatas. Saya selama ini aktif mendorong pabrik milik BUMN yang berada di klaster National Defence and Hightech Industries (NDHI) ikut produksi ventilator," jelas Wakil Menteri Pertahanan, Sakti Wahyu Trenggono, dikutip dari lansiran Kumparan.

Penelitian untuk pembuatan prototype ventilator pun sudah dilakukan oleh beberapa PTN di Indonesia diantaranya UI dan ITB, yang keduanya bekerja sama dengan PT Pindad (Pindad) dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) untuk diproduksi secara masal.

Kini pembuatan ventilator sudah mulai masuk tahap produksi yang dilakukan oleh Pindad dan PT DI yang telah dinyatakan lulus uji produk Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan RI.

"Pindad dan Dirgantara sudah mampu produksi ventilator. Kementerian Pertahanan akan pastikan membeli produk buatan BUMN ini agar kita tak telat bergerak dan menjadi pemenang dalam melawan COVID-19," ujar Wahyu dikutip dari lansiran Kumparan.

Direktur Utama Pindad, Abraham Mose, menyatakan pihaknya dapat memproduksi 40 ventilator per hari yang ditujukan untuk pasien Covid-19 yang sudah kesulitan bernapas.

"Pindad sudah membuat ventilator pumping machine, di mana berfungsi sebagai alat bantu pernapasan untuk pasien-pasien yang mengalami gagal napas," kata Mose dikutip dari lansiran Kumparan.

“Pindad dapat hasil sertifikasi kelayakan Selasa, langsung kita produksi massal dengan UI. Soalnya mereka sudah lolos sertifikat,” kata Abraham dikutip dari lansiran Katadata.co.id, Jumat (17/4).

Gubernur Jabar Meninjau Produksi Ventilator. Foto: Bappeda Jabar
info gambar

Di sisi lain, PT DI juga sudah memproduksi ventilator dengan bentuk portabel yang dinamai Vent-I (Ventilator Indonesia) ditujukan bagi pasien yang sakit, tetapi masih mampu bernapas, hasil kerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Direktur Operasional PT DI M. Ridlo Akbar mengatakan, saat ini pihaknya tengah fokus menyiapkan fasilitas lini produksinya kemudian melakukan reverse engineering untuk komponen yang tidak tersedia di dalam negeri. Dengan begitu, diharapkan ketika izin produksi ventilator ini terbit untuk proses industrialnya, maka PT DI akan langsung mengejar target produksi 500 unit per minggu.

"Kalau dari schedule awal itu targetnya di minggu pertama Mei, karena sekarang kita masuk uji klinis setelah itu kita mulai produksinya," terang Ridlo dikutip dari lansiran Ayo Bandung.

Pihaknya pun menargetkan ventilator produksi PT DI ini akan difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan di wilayah Bandung pada tahap awal. Berikutnya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan Jabar, Indonesia, bahkan luar negeri atau ekspor.

Saat ini, PT Pindad juga sedang menyiapkan lebih banyak material ventilator untuk mengantisipasi pembelian dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia sebanyak 1.000 unit.

Artikel ini dibuat oleh Penulis Terverifikasi GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini