Bukan Akhir Tahun, Virus Corona di Indonesia Diprediksi Berakhir Awal Juni

Bukan Akhir Tahun, Virus Corona di Indonesia Diprediksi Berakhir Awal Juni
info gambar utama

Pada pertengahan bulan April 2020, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, memberikan prediksi mengenai kapan pandemi virus corona atau COVID-19 di Indonesia akan berakhir. Menurut Jokowi, virus corona akan berakhir akhir tahun 2020.

Selain memprediksi kapan pandemi virus corona akan berakhir, Jokowi juga mengungkapkan optimism di sektor pariwisata yang akan bangkit lagi. “Saya meyakini ini (virus corona) hanya sampai akhir tahun. Tahun depan booming di pariwisata,” ucap Jokowi dalam pengantar rapat terbatas mitigasi dampak COVID-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dikutip GNFI dari Detik.

Jokowi tampaknya tidak asal ngomong dalam memprediksikan kapan berakhirnya virus corona. Sepekan berikutnya ia telah mendengar pernyataan dari pejabat Department of Homeland Security dari pemerintah Amerika Serikat terkait penelitian terhadap virus corona.

Lewat penelitian tersebut diklaim bahwa suhu udara, sinar matahari, dan tingkat kelembapan udara, sangat memengaruhi kecepatan kematian virus corona di udara dan permukaan yang tidak berpori. “Semakin tinggi temperatur, semakin tinggi kelembapan, dan adanya paparan langsung sinar matahari akan semakin memperpendek masa hidup virus COVID-19 di udara dan di permukaan yang tidak berpori,” ucapnya dalam sebuah keterangan resmi pada Jumat (24/4/2020).

Fasilitas wastafel disediakan di depan Museum Sonobudoyo, Yogyakarta, agar masyarakat bisa menggunakannya untuk mencegah penyebaran virus corona.
info gambar

Tentu penelitian itu menjadi kabar menggembirakan apalagi Indonesia beriklim tropis, dengan suhu panas, udara lembap, dan kaya akan sinar matahari. Meskipun begitu, Jokowi mengimbau khalayak tetap melakukan pencegahan penularan virus corona secara disiplin.

Mungkin Tak Usah Menunggu Akhir Tahun

Memprediksi sesuatu tentu sah-sah saja, terlebih jika ada penelitian dan datanya.

Seperti yang dilakukan Singapore University of Technology and Design (SUTD) misalnya. Berdasarkan hasil estimasi data yang diperoleh SUTD hingga 25 April 2020, virus corona akan berakhir pada 6 Juni.

Lewat grafik yang ditunjukkan SUTD, pada 6 Juni virus corona akan diprediksi berakhir sampai sekitar 97 persen. Lebih lanjut lagi, prediksi tersebut menyebutkan Indonesia mulai bebas dari virus corona pada pada awal September 2020.

Dalam keterangannya, SUTD menyebut analisis dan prediksi hanya untuk tujuan pendidikan dan penelitian. Laboratorium Inovasi Berbasis Data SUTD menggunakan kecerdasan dalam membuat prediksi.

Grafik prediksi berakhirnya virus corona di Indonesia oleh SUTD.
info gambar

SUTD menggunakan model SIR (susceptible-infected-recovered) yang diregresikan berdasarkan data dari berbagai negara untuk memperkirakan kurva siklus hidup pandemic dan memprediksi kapan mulai berakhir. Tidak hanya Indonesia, tetapi SUTD juga memantau dan mengumpulkan data dari sejumlah negara.

Bila dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara yang lain, Indonesia merupakan yang paling akhir mengakhiri pandemi virus corona. Beberapa negara Asia Tenggara diprediksi akan mengakhiri pandemi sejak bulan Mei, sebut saja Malaysia pada 6 Mei dan Filipina pada 8 Mei 2020. Sementara itu, Singapura yang awalnya diprediksi 6 Mei akan senasib dengan Indonesia dengan mengakhiri pandemi pada awal bulan Juni. Namun, Singapura akan sedikit lebih cepat mengakhiri pandemi yakni pada tanggal 4 Juni 2020.

Prediksi Akhir Pandemi untuk Negara-negara Lain

Dalam data yang dipublikasikan SUTD, Amerika Serikat sebagai negara yang paling banyak dengan jumlah korban meninggal akibat virus corona diprediksi akan mengakhiri pandemi pada 11 Mei 2020. Negara Eropa, Italia, yang merupakan terdampak virus corona terparah juga senasib dengan AS, yakni mengakhiri pandemi pada awal bulan Mei tepatnya di tanggal 7.

Negara Timur Tengah di wilayah Asia Barat, Qatar, yang sejauh ini menerima laporan 9.358 kasus dan 10 kematian karena virus corona, awalnya diprediksi akan mengakhiri pandemi pada 27 Mei. Hanya saja menurut SUTD, Qatar merupakan yang terlama dalam mengakhiri virus ganas ini. Qatar diprediksi mulai terbebas dari virus corona pada 26 Juli 2020 dan bebas 100 persen pada awal tahun 2021 mendatang.

Sembilan Negara dan Komunitas Internasional Bantu Indonesia

Indonesia mendapatkan bantuan dari sembilan negara dalam percepatan penanganan COVID-19. Per 24 April 2020, Gugus Tugas mencatat ada 9 negara, 9 organisasi internasional dan 70 organisasi nonpemerintah yang memberikan dukungan untuk penanganan pandemi virus corona. Menurut laporan Gugus Tugas, total nilai dukungan yang diterima Pemerintah Indonesia ialah senilai 77,49 juta dolar AS.

Kesembilan negara tersebut yaitu Cina, Jepang, Amerika Serikat, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, dan Uni Emirat Arab. Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari donasi berbentuk barang sampai dukungan teknis. Dari nilai dukungan, tiga pemberi dukungan terbesar yakni Uni Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat.

Dari nilai dukungan yang telah diterima oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu), belum semua terealisasi. Kemlu mencatat dukungan internasional yang baru terealisasi sebesar 25,10 juta dolar AS. Selain itu, Kemlu juga memfasilitasi dukungan internasional secara bilateral yang melibatkan 13 entitas senilai USD10,9 juta.

Selain donasi dari luar negeri, Indonesia juga mendapatkan bantuan material kesehatan berupa alat pelindung diri (APD), ventilator, RT-PCR dan reagen, termometer dan virus transport medium (VTM). Dari bantuan tersebut, masker, rapid test dan APD merupakan jenis bantuan paling banyak diterima oleh Indonesia.

Ada pun organisasi internasional yang memberi dukungan dalam penanganan COVID-19 di Indonesia, yaitu WHO, ADB, IAEA, UNDP, IOM, Global Fund, Unicef, IDB dan Uni Eropa, dan organisasi nonpemerintah, termasuk lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di 12 negara, seperti Cina, Singapura, AS, Korea Selatan, Vietnam, Prancis, Rusia, Jerman, Jepang, Swedia, Swiss dan Arab Saudi.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 selalu memberikan laporan terkini perkembangan lanjut mengenai pandemi virus corona di seluruh Indonesia. Per 26 April 2020, dilaporkan terdapat 8.882 kasus positif, 1.107 sembuh, 743 jiwa yang meninggal karena virus corona.

Berita baiknya dalam beberapa hari terakhir, pasien sembuh lebih banyak dibandingkan korban meninggal. Dari situ kita pastinya berharap semoga tren ini terus membaik dan virus corona tidak memakan korban jiwa lagi.

Referensi: Ddi.sutd.edu.sg | Cnnindonesia.com | Covid19.go.id | Detik.com | Cnbcindonesia.com

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini