Dinas Pendidikan Dharmasraya Ajak Ribuan Siswa Terbitkan Buku

Dinas Pendidikan Dharmasraya Ajak Ribuan Siswa Terbitkan Buku
info gambar utama

Pandemi Covid-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia telah mengubah banyak hal di kehidupan manusia. Covid-19 merupakan virus yang mudah menular antarmanusia melalui droplet, atau cairan dari orang yang telah terinfeksi.

Maka, untuk mengurangi penyebaran Covid-19 ini, otoritas kesehatan dunia mengimbau agar masyarakat sebisa mungkin mengurangi kegiatan di luar rumah serta berkumpul dengan banyak orang.

Begitu pun dengan Pemerintah Indonesia, Presiden Joko Widodo juga menyampaikan kebijakan untuk belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan ibadah di rumah.

Adanya perubahan yang begitu cepat, tentu berpengaruh kepada seluruh masyarakat, baik sektor sosial, pendidikan, hingga ekonomi. Berkat dampak pandemi ini, jutaan orang kehilangan pekerjaan, rumah-rumah ibadah untuk sementara ditutup, hingga kegiatan pembelajaran di kampus maupun sekolah ditiadakan.

Di masa pandemi ini, kegiatan belajar mengajar lebih banyak dilakukan melalui digital, dengan memanfaatkan berbagai teknologi yang ada. Meskipun sudah semakin majunya teknologi, namun tentu saja kegiatan pembelajaran di masa ini masih belum efektif karena pelajar Indonesia lebih terbiasa mengikuti pembelajaran dengan tatap muka.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, berinisiasi untuk memberikan pengalaman baru kepada para siswa dan guru di daerahnya dengan cara berkarya dan menerbitkan buku bersama.

Dalam suasana yang menuntut siswa dan guru untuk di rumah saja, Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya mengajak mereka untuk mengisi waktunya dengan menghasilkan karya, berupa puisi atau cerita pendek.

Bersama Gerakan Menulis Buku Indonesia (GMB-Indonesia), Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya memfasilitasi ribuan siswa dari 180 sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk menerbitkan buku bersama dalam Gelaran Festival Literasi Dharmasraya.

Selain lomba menulis dan penerbitan buku yang diselenggarakan secara online, gelaran ini pun terdiri dari serangkaian kegiatan yang terintegrasi. Diantaranya meliputi peluncuran buku, seminar nasional, pemecahan rekor MURI, dan aksi donasi buku dalam Semangat Sejuta Buku: Untuk Indonesiaku.

Namun, untuk acara yang melibatkan pertemuan baru akan diselenggarakan ketika pandemi ini dinyatakan tuntas sepenuhnya. Hal ini sekaligus dapat menjadi ajang pertemuan edukatif, setelah sekian bulan para peserta didik menerapkan pembatasan fisik.

Festival Literasi Dharmasraya menargetkan pemecahan rekor MURI dengan mengajak 10.000 siswa untuk menulis, dan menerbitkan buku antologi bersama tiap sekolah.

Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya tentu patut diapresiasi atas kreativitasnya dalam menghadirkan program literasi yang inovatif, alih-alih mengutuk situasi pandemi saat ini.

Semoga juga, program ini bisa menjadi pemantik bagi Dinas Pendidikan di daerah lain agar dapat memberi ruang bagi para siswa maupun guru di daerahnya untuk tetap bisa berkarya.

Seluruh sekolah di daerah Dharmasraya sangat antusias dengan adanya gelaran ini. Diharapkan makin banyak lagi sekolah di daerah lainnya yang juga dapat mengembangkan pembelajaran inovatif selama masa pandemi.*

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI, dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini